Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Galungan dan Kuningan. Semoga Dharma selalu menyertai kita semua.

Keranjang Belanja

VirtueMart
Keranjang Belanja Anda Kosong.

Majalah Terbaru

Media Hindu Edisi 77
Media Hindu Edisi 77
Rp 15.000,00
Media Hindu Edisi 76
Media Hindu Edisi 76
Rp 15.000,00

Buku Terbaru

Petunjuk Untuk Yang Ragu
Petunjuk Untuk Yang Ragu
Rp 30.000,00
Upanisad Himalaya Jiwa
Upanisad Himalaya Jiwa
Rp 30.000,00

Tue

15

Jun

2010

Wujud Tuhan PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Oleh : Putu Sastrawan

Para Rsi Veda mencoba dengan penuh rasa bhakti utnuk menemukan Tuhan di dalam keberadaan utama dengan impersonalitas penuh. Mereka mengatakan ”kita mulai mendapatkan petunjuk yang sangat bagus tentang Tuhan pada tahapan di mana otak kita merasa letih”. Dia tak dapat dipahami melalui logika apapun. Dia hanya dapat dialami sebagaimana kita mengalami udara yang menyentuh tubuh kita. Pengalaman seperti ini dapat dicapai dengan penyerahan diri sepenuhnya”.

Pembacaan mantra-mantra Veda akan sangat berarti bila si pembaca berupaya merealisasikan Tuhan sebagai penyandang status tertinggi. Pencapai utama mantra-mantra Veda adalah dalam mengembangkan suatu penyatuan dengan Tuhan yang menyandang “status tertinggi”. Veda mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan sebagai “roh individu”. Senantiasa bersama kita setiap saat dalam situasi apapun juga.
Last Updated on Tuesday, 15 June 2010 12:41
 

Tue

15

Jun

2010

Monotheisme Melahirkan Fanatisme dan Kekerasan PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Oleh Agus S. Mantik

Kitab 2 Raja-Raja (21)
Manasye berumur duabelas tahun pada waktu dia menjadi raja dan limapuluh tahun lamanya dia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya adalah Hephzibah. Di mata Tuhan raja ini melakukan kejahatan karena menjalankan praktek praktek keagamaan dari bangsa-bangsa yang sudah dihalau sebelum kedatangan bangsa Israel. Dia mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan ayahnya Hezekiah; Dia membangun mezbah-mezbah untuk Baal, membuat patung seperti Ahab raja Israel telah melakukannya. Dia sujud menyembah tentara langit. Dia membangun rangkaian mezbah di dalam rumah Tuhan di mana Tuhan telah berfirman:

“Di Yerusalem Aku akan menaruh namaKu.” Di kedua halaman dari rumah Tuhan, dia membangun mezbah-mezbah untuk semua tentara langit. Dia menjadikan putranya sendiri sebagai kurban dan menjalankan praktek ilmu hitam, berkonsultasi dengan para dukun dan pemanggil roh. Dia melaksanakan kejahatan di mataNya Tuhan yang menyebabkanNya marah.
Last Updated on Tuesday, 15 June 2010 11:39
 

Mon

10

May

2010

Gajah Mada dan Pembinaan PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Gajah Mada dan Pembinaan Generasi Muda
Oleh : Ketut Rantun Jr.


Tidak akan ada yang menyangkal bahwa Gajah Mada adalah pemimpin besar Hindu yang pernah dilahirkan di Nusantara. Kita patut berterima kasih kepada Gajah Mada atas prestasi terbesarnya, yaitu berhasil mempersatukan Nusantara di bawah panji kerajaan Majapahit. Sejarah mencatat bagaimana seorang putra yang tidak diketahui asal-usulnya, tidak diketahui di mana persisnya dia dilahirkan dan orang bahkan tidak tahu siapa orang tuanya, telah mampu menjadi Mahapatih yang sangat termasyur dan sanggup menakhlukkan Nusantara sehingga tunduk kepada kerajaan Majapahit. Sumpah Palapa yang sagat terkenal, yang pernah diikrarkannya benar-benar telah membuatnya menjadi seorang negarawan sejati yang setia mengabdi untuk kedaulatan Majapahit.
Last Updated on Monday, 10 May 2010 17:47
 

Mon

10

May

2010

Langkah Kecil Dalam Spiritual PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Kesalahpahaman Terhadap Spiritual
Oleh : I Ketut Donder


Sebagian besar orang memposisikan hal spiritual sebagai sesuatu yang terlalu “menyeramkan”, sehingga kebanyakan orang enggan terhadap spiritual. Hal ini bermula dari kekacauan pengertian terhadap makna kata kebatinan yang dianggap sebagai disiplin khusus yang mempelajari daya-daya sakti yang ada dalam diri manusia, juga kekacauan pemahaman terhadap makna kata kerohanian, yang dipersamakan dengan makna kata spiritual, maka semua hal itu menyebabkan wacana spiritual berada pada posisi yang lebih angker lagi.
Last Updated on Monday, 10 May 2010 13:42
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Page 2 of 7
Banner
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Buku Tamu Terbaru

paud
om swastyastu perkenalkan saya made iwan irawan, dari palembang t...
Tuesday, 13 July 2010
Guest
Om Swatyastuwaduhh- waduhh !!!ada apa dengan Bali ??kok bisa banyank y...
Sunday, 04 July 2010
I Nyoman Rama Putra Iswara
Om Swastyastu, sebagai wakil mahasiswa STAHN Gde Pudja Mataram, saya u...
Sunday, 04 July 2010

Komentar Artikel Terakhir