Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Nyepi tahun baru Saka 1934
PROGRAM MEDIA HINDU

Sat

29

Sep

2012

Apakah Tuhan Semua Agama Sama PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Persamaan Pendapat.
Pada dasarnya semua agama mengajarkan keyakinan seperti dibawah ini : Tuhan adalah yang menciptakan semesta alam dan seisinya. Tuhan adalah yang menghidupi semua mahluk hidup. Tuhan adalah yang berkuasa atas semesta alam dan semua mahluk hidup. Tuhan adalah yang menjadi penyembahan dan pemujaan umat manusia. Tuhan adalah yang Maha Esa. Khusus di Indonesia semua agama sepakat dengan butir kelima yang menjadi sila pertama dari Pancasila yaitu KeTuhanan Yang Maha Esa.Akan tetapi apakah masing masing umat beragama memahami bahwa Tuhannya berbeda dengan Tuhan umat beragama lain? Jawabannya perlu pembahasan dibawah ini.

Perbedaan Pendapat.
Perbedaan bahasa. Masing masing bangsa (umat) menyebut Tuhan sesuai dengan bahasanya, seperti : Yahudi menyebut dengan nama Yahweh, Arab dengan nama Allah, Hindia – Brahman, Inggris – God, Yunani – Deo, Bali – Sang Hyang Widhi, Sunda ada yang menyebut Gusti, Jawa dengan berbagai sebutan seperti Pangeran, Hyang Manon, Hyang Widhi, Suksma Kawekas, dll. Termasuk bangsa bangsa lain diseluruh dunia ini menyebut sesuai dengan bahasanya.

Pertanyaannya adalah apakah kalau sebutannya berbeda, dapat dikatakan Tuhannya juga berbeda? Jawabannya perlu uraian dibawah ini.

Umat beragama di dunia ini terutama yang berakal sehat, berpendapat bahwa meskipun berbeda agama, Tuhan tetap sama, karena keyakinan seperti tersebut di bab A. Perbedaan hanya karena bahasa atau sebutannya saja.

Namun ada sebagian umat agama tertentu yang berpendapat bahwa Tuhan yang benar adalah yang sesuai dengan bahasanya atau sebutannya. Dinyatakan bahwa Tuhan yang benar adalah yang sebutannya A, kalau sebutannya B, D, G, H, S dan Y maka itu Tuhan yang salah. Pertanyaannya adalah bagaimana Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki semesta alam seisinya termasuk seluruh bahasa didunia ini, menyikapi pernyataan agama tertentu tersebut?

Tuhan Yang Maha Luhur dan Maha Kasih, sumber segala ilmu lahir dan batin, yang mengatur setiap kejadian seperti kejadian adanya berbagai agama dan berbagai bahasa di dunia ini, pastinya menerima seluruh umat manusia yang menganut berbagai agama dan menggunakan berbagai bahasa dengan tanpa pilih kasih. Ibarat eorang ibu yang memiliki banyak anak, tidak akan membeda bedakan kasih sayangnya meskipun ada salah satu anaknya yang merasa paling benar dan menganggap saudara saudaranya salah. Apalagi Tuhan yang memiliki berbagai umat dunia ini sebagai anak anakNya, tidak akan membeda bedakan satu sama lain, meskipun ada salah satu anakNya yang merasa paling baik. Tuhan Yang Maha Mulia tentu juga tidak terprovokasi oleh yang suka menjelek jelekkan saudara saudaranya. Tapi Tuhan Maha Pengampun, maka mengampuni anakNya yang satu itu, maklum dulu lahir ditempat yang gersang dan panas sehingga bertemperamen keras. Akan tetapi Tuhan juga Maha Adil, maka anakNya yang paling berbakti mendapatkan anugerah berupa kelebihan dari pada yang lain, seperti kecerdasan, kecakapan, ketrampilan, dll kemampuan.

Jadi kesimpulannya Tuhan Yang Maha Esa ini tetap menjadi Tuhannya berbagai agama yang masing masing bisa saja menyebutNya dengan bahasa yang berbeda.

Perbedaan pemahaman tentang Tuhan.
Pemahaman tentang (Ilmu) keTuhanan, meliputi segala aspek tentang Tuhan. SifatNya, KarsaNya, keMaha SegalaanNya dan keberadaanNya. Didalam ajaran Islam termasuk Tauhid, sedang didalam ajaran Hindu termasuk Tatwa. Tentunya Tuhan mengajarkan dasar dasar Ilmu keTuhanan yang sama untuk berbagai agama. Apabila terjadi perbedaan, karena pemahaman (penafsiran) yang berbeda. Jadi umat agama yang satu dalam menafsirkan ilmu keTuhanan bisa ada perbedaan dengan umat agama lainnya. Sehingga ada hal hal tertentu yang satu sama lain tafsirannya sama, ada hal hal lain yang tafsirannya berbeda. Bahkan dalam satu agamapun yang berbeda golongan, bisa terjadi beda tafsir. Penyebabnya disamping perbedaan ruang dan waktu, juga karena perbedaan tingkat spiritual dan perbedaan kemampuan daya pikir, yang resultantenya berupa perbedaan tingkat kesadaran berkeTuhanan. Gus Dur secara bergurau menceritakan ada 3 orang yaitu seorang pastur, seorang pendeta Hindu dan seorang kyai, berdialog tentang kedekatan umat dengan Tuhan. Sang pastur mengatakan bahwa umatnya memanggil Tuhan dengan sebutan Bapak, untuk menunjukkan kedekatannya, ibarat bapak dengan anak. Sang pendeta mengatakan bahwa umatnya memanggil Tuhan dengan sebutan Om (yang oleh Gus Dur diartikan sebagai paman), bukankah antara paman dengan keponakan juga dekat. Sang kyai tadinya diam saja, kemudian didesak untuk berpendapat, akhirnya mengatakan : ”Umat saya boro boro dekat dengan Tuhan, untuk memanggil saja harus bikin menara terlebih dulu, sudah itu teriak teriak meskipun sudah pakai pengeras suara, supaya Tuhan yang jauh dilangit sap 7 bisa mendengar”. Guyonan ini menyiratkan perbedaan prinsip tentang dimana Tuhan berada.

Sebagai contoh umat Hindu meyakini bahwa Tuhan sudah berada didalam hati manusia. Sedang umat Islam menafsirkan Tuhan berada di Arasy, yaitu bersinggasana di atas langit sap ke tujuh. Jika demikian apakah Tuhan umat Hindu berbeda dengan Tuhan umat Islam? Untuk menjawab perlu analogi.

Suatu ketika Kulkas, Setlika dan Kipas angin berdialog tentang Sumber tenaganya yaitu Listrik. Kulkas berkata: “Listrik itu dingin, buktinya aliran listrik menjadikan saya menjadi dingin”. Setlika membantah dengan mengatakan: “Kulkas kamu salah, Listrik yang benar itu panas, buktinya kalau Listrik datang, saya menjadi panas”. Kipas angin berpendapat lain lagi: “Listrik yang benar itu berputar dan menimbulkan angin yang segar. Kalau menjadikan rasa dingin atau panas itu bukan Listrik”. Ketiganya berbantah berdasarkan yang dirasakan sendiri, sehingga tak ada ujung penyelesaiannya. Sampai kemudian datang Sarjana Listrik memberikan pencerahan dengan mengatakan: “Kulkas, Setlika dan Kipas angin, kalian semuanya benar sesuai dengan yang masing masing alami dan rasakan. Oleh karena itu tidak perlu menyalahkan satu sama lain. Ketahuilah bahwa Listrik itu dapat menimbulkan dingin, panas dan angin sesuai dengan kapasitas dan potensi kalian masing masing. Bahkan lebih dari itu, bila Lampu berhubungan dengan Listrik dapat menimbulkan cahaya, bila Radio berhubungan dengan Listrik dapat menimbulkan suara, bila TV berhubungan dengan listrik dapat menimbulkan gambar dan masih banyak lagi kemampuan Sang Listrik, sekali lagi sesuai dengan kapasitas dan potensi masing masing”. Setelah mendapatkan pencerahan dari Sarjana Listrik maka ketiga saudara Kulkas, Setlika dan Kipas angin menjadi faham dan rukun kembali.

Demikian pula dengan pemahaman umat Islam, bahwa Tuhan berada di Arasy yaitu singgasana diatas langit sap tujuh. Sedang pemahaman umat Hindu, Tuhan berada didalam hati setiap manusia. Keduanya satu sama lain berbeda pemahaman, tetapi keduanya bisa benar, karena Tuhan meliputi semesta alam dan seisinya. Bahkan apabila ada anggapan Tuhan berada lebih jauh dari langit sap tujuh yaitu di ujung galaxy yang jaraknya dari bumi membutuhkan waktu jutaan tahun kecepatan cahaya, juga tidak salah karena Tuhan memang juga ada disana. Sebaliknya apabila ada pendapat bahwa Tuhan sudah menyatu didalam hati setiap umatnya, sebagaimana anggapan kelompok penghayat kepercayaan, juga tidak dapat disalahkan, karena sekali lagi, Tuhan meliputi semesta alam seisinya baik itu ditempat yang dekat sekali maupun ditempat yang jauh sekali. Orang Jawa bijak menyatukan dua pendapat yang berbeda itu dengan ungkapan : Cedak ora sesenggolan, adoh tanpa antara. Terjemahannya dekat tidak bersinggungan jauh tanpa jarak, yang artinya adalah bertunggalnya umat dengan Tuhan yang meliputi semesta alam seisinya.

Pengalaman penulis tahun 1996 ketika masih dinas di Surakarta, dengan staf berjumlah 40 PNS. Yang beragama Islam sebanyak 30 orang kami kumpulkan di ruang rapat dan ditanya : “Apakah Tuhan agama Kristen sama dengan Tuhan agama Islam?”. Hampir semuanya menjawab tidak sama, kecuali 3 orang yang termasuk Islam Abangan (yang sekedar tercantum di KTP beragama Islam) serta 1 orang penganut kepercayaan (juga ber KTP Islam) menjawab sama. Dilain waktu 10 orang yang beragama Kristen ketika ditanya : “Apakah Tuhan agama Islam sama dengan Tuhan agama Kristen?”. Semuanya menjawab sama. Sambil menguji, pertanyaan kami selanjutnya :”Bagaimana dengan pandangan umat Islam bahwa umat Kristen berTuhan 2 yaitu Tuhan Allah (Allah Sang Bapa) dan Tuhan Yesus (Allah Sang Putra)?”. Sejenak diam hingga ada beberapa orang yang menjawab yang apabila dirangkum jawabannya sbb :

Pada prinsipnya Kristen menganut satu Tuhan juga, sedang sebutan Tuhan Yesus (Allah Sang Putra) mengandung maksud :

Bahwa Yesus itu sudah sedemikian dekatnya dengan Allah, ibarat anak dengan bapak, maka disebut Allah Sang Putra. Kami semua ini kalau betul betul menjadi Kristen seperti yang diajarkan Yesus, juga dapat disebut Anak Allah, karena dekat dengan Allah, ibarat anak dengan bapak.

Sebutan Tuhan Yesus, untuk memberikan pemahaman dan keyakinan kepada umat Kristen bahwa Yesus itu tidak hanya dekat dengan Tuhan, bahkan Roh Yesus itu sudah menyatu dengan Tuhan. Sehingga segala sesuatu yang dirasakan, diucapkan dan dilakukan Yesus adalah Kehendak Tuhan, Keadilan Tuhan, Kebijaksanaan Tuhan dan Kekuasaan Tuhan.

Atas pertanyaan :”Kalau begitu mengapa tidak menyebut saja Tuhan Allah, sedang sebutan Tuhan Yesus tidak usah dipakai?”, jawabnya adalah sebutan Tuhan Yesus untuk menunjukkan identitas sebagai umat Kristiani, sekaligus untuk selalu mengingat Yesus sebagai Nabi, Utusan Tuhan, Juru Penolong, Juru Penghibur dan Juru Penuntun dijalan benar.

Dari rangkuman jawaban diatas, dapat ditambahkan bahwa ungkapan Yesus sebagai Anak Allah adalah kiasan, jadi bukan berarti anak biologis Tuhan. Sebutan Tuhan Yesus diberikan karena pada hakekatnya Yesus itu, mengambil istilah para penghayat kepercayaan, sudah mencapai tingkat Manunggaling Kawula Gusti, didalam ajaran Hindu disebut sebagai Moksha yaitu menyatunya Atman denga Brahman. Sedang Tuhan Yesus dan Tuhan Allah, bukan berarti ada 2 Tuhan. Seperti diagama Islam disebut Al Rahman, Al Rahiim, Al Malik, Al Quddus, Al Salaam, Al Mukmin, dstnya ada 99 nama didalam Asmaul Husna, bukan berarti Tuhan ada 99. Demikian pula didalam ajaran Hindu ada Brahma sebutan untuk Tuhan Yang Maha Pencipta, Wisnu sebutan untuk Tuhan Yang Maha Pemelihara dan Siwa sebutan untuk Tuhan Yang Maha Pelebur; bukan berarti Tuhan ada 3.

Betulkah Ada Banyak Tuhan?
Sebagian besar umat Islam tingkatan awam, menyatakan bahwa Tuhan yang benar adalah yang satu, bukan 2 dan bukan 3, yang sebutannya Allah. Sang Hyang Widhi, Yahweh, Deo dan God adalah Tuhan agama lain! Pernyataan ini berarti bahwa mereka menganggap ada banyak Tuhan, yaitu Tuhannya agama lain. Ada Tuhan yang namanya Sang Hyang Widhi yang khusus menguasai kehidupan umat Hindu, ada Tuhan yang namanya Yahweh yang khusus mengatur nasib umat Yahudi, dstnya. Jadi bila penduduk dunia ini ada 7 milyard, maka Allah hanya berkuasa terhadap I,5 milyard yang beragama Islam, sedang yang 5,5 milyard dikuasai oleh Tuhan Tuhan lain yang sebutannya bukan Allah? Jika demikian halnya maka Tuhan yang telah menciptakan seluruh umat manusia yang berjumlah 7 milyard ini, tidak diakui oleh umat Islam yang Tuhannya hanya mencipta 1,5 M umat Islam?

Terlepas dari anggapan diatas, adalah suatu fakta (kenyataan) bukan sekedar kepercayaan, bahwa Tuhan Yang Maha Tunggal itu, yang tiada duanya, adalah yang menguasai dan mengatur kehidupan seluruh 7 milyard manusia apapun agamanya dan apapun sebutan yang diberikan kepada Tuhan. Bahkan yang tidak berTuhan atau yang tidak percaya kepada Tuhanpun, tetap dikuasai oleh Tuhan.

Dalam kehidupan sehari hari yang dialami orang perorang, meskipun untuk hal yang sangat sepele sekalipun, tidak bisa lepas dari Kekuasaan Tuhan, Keadilan Tuhan dan Kehendak Tuhan. Jadi sekecil apapun kebaikan akan memperoleh balasan kebaikan, sekecil apapun keburukan akan memperoleh balasan keburukan, inilah bukti Keadilan Tuhan. Didalam ajaran Hindu termasuk bagian dari Hukum Karma, meskipun para kyai dan ustadz mengatakan ajaran Islam tidak ada Hukum Karma, namun setiap umat Islam tetap tidak dapat lepas dari Hukum Karma, termasuk terhadap para kyai itu. Bahkan tujuan hidup umat Hindu yaitu Moksha (Manunggaling Kawula Gusti) adalah tujuan akhir dari setiap Ruh umat Islam juga, meskipun tidak disadarinya. Seperti reinkarnasi, tidak hanya terjadi pada umat Hindu dan Budha, tetapi seluruh umat manusia yang beragama Islam dan Kristen, bahkan yang tidak beragama dan yang tidak percaya reinkarnasi, akan mengalami reinkarnasi itu. Jadi meskipun umat Islam tidak mempercayai dan tidak menyadari bahwa Tuhannya dapat melakukan reinkarnasi terhadap mereka, namun Allah tetap melakukan reinkarnasi terhadap mereka. Apalagi doa bagi yang meninggal dunia hanya sebatas :”Kembali disisi Tuhan”, berarti meninggal belum sempurna, maka perlu dihidupkan kembali didunia sekali atau berkali kali lagi sampai pada tingkat meninggal yang sempurna yaitu : “ Bertunggal dengan Tuhan”. Penalaran spiritual mengatakan, kalau begitu umat Islam tidak pernah sampai pada tingkat bertunggal dengan Tuhan karena memahami saja belum, oleh karena itu setelah meninggal selalu dihidupkan kembali sampai memperoleh keberuntungan masuk dalam keluarga Hindu, sehingga mencapai tingkat kesadaran tertinggi yaitu bercita cita untuk bertunggal dengan Tuhan. Oleh karena itu keluarga Hindu harus menerima dengan tulus dan ikhlas, jiwa jiwa orang Islam yang telah meninggal dan hidup kembali (mungkin menjadi anak atau cucu) agar kematian berikutnya mencapai kesempurnaan, yaitu moksha. Sebab kalau hidup kembali tetap berada di keluarga Islam, kasihan sekali, tidak akan dapat bertunggal dengan Tuhan. Lebih kasihan lagi yang dulunya sudah Hindu, kemudian hidup kembali sebagai orang Islam. Inilah yang dialami oleh mayoritas orang Jawa dan Sunda yang hidup diabad ini.

Kesimpulan.
Masing masing umat beragama pada dasarnya meyakini bahwa semesta alam dan seisinya, termasuk 7 milyard manusia ini, diciptakan dan dikuasai oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Tuhan Yang Maha Tunggal, sebagai satu satunya pencipta kejadian, termasuk menciptakan kejadian berbagai bahasa dan agama, adalah tetap menjadi satu satunya Tuhan yang dipercayai dan disembah oleh semua umat beragama, meskipun masing masing menyebut dengan nama yang berbeda, sesuai dengan bahasa atau sebutan yang dianut oleh masing masing agama.

Perbedaan ajaran agama sebaiknya disikapi secara positif, sebagai pentahapan tingkat kesadaran yang berjenjang. Selayaknya yang berada ditingkat kesadaran diatas dapat memahami yang masih berada ditingkat kesadaran dibawahnya. Sebaliknya, tidaklah menjadi masalah apabila yang masih berada ditingkat bawah tidak dapat memahami yang diatasnya, karena hal ini adalah wajar. Sehingga apabila ada agama baru yang mengajarkan tingkat kesadaran berkeTuhanan yang masih rendah dengan menganggap Tuhannya yang paling benar dan agamanya yang paling baik, tidak perlu disikapi dengan cara yang sama oleh umat agama yang lebih tua. Mudah mudahan dengan melalui proses reinkarnasi, tahap demi tahap dapat mencapai tingkat kesadaran berkeTuhanan yang tertinggi, yaitu bertunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa.

"Selama Tuhan tampak di luar dan jauh sekali, selama itu ada kebodohan. Tetapi di mana Tuhan direalisasikan di dalam, itu adalah pengetahuan yang benar." Sri Ramakrishna Paramahamsa (1836-1886)

Trackback(0)

TrackBack URI for this entry

Comments (42)

Subscribe to this comment's feed
lama keluar artikel baru nya
ketut swandana
terlihat tanggalnya dan tahunnya yang tahun 2012 itu membuat saya males lagi membacanya,, kenapa tidak mengeluarkan artikel2 baru ya,, atau member ini boleh mengeluarkan artikel yang bisa di tanggapi, seperti yang terjadi dikompasina, semoga rahayu, saya sangat dukung selalu perkembangan media hindu, semoga semakin jaya
ketut swandana , November 13, 2013
@ketut budiana
Komang Socrates
Dari kitab2 Weda yang tergolong smerti itulah paham desa kala patra itu berasal, misalnya kitab Dharmasastra, ada dharmasastra untuk tiap yuga/jaman yg berbeda, yang telah mengatur pelaksanaan dharma tiap jaman karena adanya perbedaan perkembangan kehidupan manusia, disana juga mengatur tentang adanya parisadha/lembaga pandita yang diberi kewenangan untuk menetapkan ketentuan2 pelaksanaan dharma di tempatnya (wilayahnya) masing2,sektenya masing2, dll. Jadi kebijaksanaan "desa kala patra" sudah diatur di kitab2 weda smerti, jiwa dari pluralitas Hindu dilaksanakan dimanapun baik di India maupun di Bali, dan di Bali menggunakan terminologi "desa kala patra" utk memudahkan pewacanaannya. Buktinya, orang Tengger, orang Dayak Kaharingan, orang Toraja Alukta dan Tolotang, Batak Karo, diterima bernaung dan berintegrasi sbg Hindu, meskipun mereka punya "kitab" dan "bahasa agama" yg berbeda dlm persembahyangannya. Coba di Islam, sholat memakai bahasa Indonesia, mana bisaaaaa?
Jadi, tdk ada masalah bhw memang benar agama Hindu itu dari India tp dipraktekkan secara berbeda.
Terkait dg ogoh2, setelah saya jelaskan bahwa ogoh2 itu hanya sbg "tambahan", simbolisasi utk mengendalikan/mengusir anasir-anasir tdk baik. Lalu anda mempertanyakan lagi: "nah kalau ogoh2 fungsinya untuk apa ? dan kalau hanya sekedar "tambahan" mengapa hanya pada saat nyepi saja ogoh2 itu dibuat ?"
Justru aneh bin paradox pertanyaan anda. sebagai "tambahan" aja sudah anda permasalahkan terus, lalu ngapaian anda tanya "kok hanya pd nyepi saja", anda sama dengan menyuruh kami membuatnya juga di waktu selain nyepi, lalu anda akan tanya lagi : "kenapa selalu ada ogoh2, mmg apa fungsinya, apa ada di Weda smilies/tongue.gif".
Kenapa tdk ada selain nyepi, ya karena "fungsinya" itu terkait dg filosofi tawur saat mau nyepi, kalau galungan itu buat penjor.. smilies/cool.gif
Komang Socrates , May 02, 2013
...
kadek red
untuk lebih detilnya pak tut bisa baca artikel2 tentang perkembangan hindu di bali (ada di wikipedia juga lho..) gamblangnya seperti yg dinyatakan komang socrates, desa kala patra. hindu menyatu dengan berbagai budaya, waktu dan keadaan tanpa harus memaksakan/mengubah perbedaan yang ada..
berbeda itu indah kan...???
kadek red , March 26, 2013
Hindu di Bali bukan dari India ?
Ketut Budiana
Benar 100% pak kadek bahwa Bali bukan India, namun bukankah agama Hindu yg anda anut itu untuk pertama diterima dan disebarkan oleh para Rsi yg berasal dari India ?
Ketut Budiana , March 24, 2013
@ pak tut
kadek red
Bali bukan india...
Indonesia bukan arab...
sekarang... saksikan apa yg terjadi di sekitar kita, adalah hak anda untuk menjalankan keinginan anda...
semoga di berkati...
kadek red , March 23, 2013
...
Ketut Budiana
oh ya sy tambahkan, untuk adzan itu adalah panggilan shalat yaitu mengingatkan orang2 diluar masjid untuk segera melaksanakan shalat, kemudian ttg takbiran asal kata takbir mengucapkan allahuakbar termasuk perbuatan mulia untuk memuji Tuhan, jadi jelas fungsinya dan mengapa hal itu dikerjakan.

nah kalau ogoh2 fungsinya untuk apa ? dan kalau hanya sekedar "tambahan" mengapa hanya pada saat nyepi saja ogoh2 itu dibuat ?
Ketut Budiana , March 22, 2013
...
Ketut Budiana
Dalam ajaran Islam memang ada yg disebut dg ziarah kubur, bukan untuk "meminta sesuatu" kpd yg meninggal namun untuk "mengingatkan" bahwa suatu saat kita juga akan meninggal sama spt mereka yg ada dikuburan itu, budaya jawa menyebutnya sebagai nyekar karena sambil membawa bunga untuk ditaburkan dan sekaligus membersihkan kuburan ybs. jadi zarah kubur itu boleh2 saja asalkan "tidak untuk meminta sesuatu kpd mereka yg telah meninggal"

Anda mengatakan sebagai smerti yg disesuaikan dg desa kala patra, dari mana paradigma "desa kala patra" ini anda ambil ? saya rasa di Weda gak ada itu, kalau ada di weda maka tentu faham desa kala patra itu akan digunakan juga di India (tempat lahirnya agama Hindu), tapi ternyata tidak
Ketut Budiana , March 22, 2013
...
Komang Socrates
Saya tidak ada mengatakan bahwa "nyekar" adlh ajaran islam. Paradigma anda kan mengatakan bahwa praktek beragama itu harus selalu "diperiksa"/dicari rujukannya ke kitab suci. Nah saya kasi contoh, faktanya nyekar itu kan dipraktekkan oleh sebagian orang muslim, apakah nyekar itu ada di kitab suci anda, lalu anda mengakui juga dipraktekkan oleh "generasi muda tidak lagi "nyekar" asal asalan namun sdh diselaraskan dg ajaran Islam". Kenapa generasi muda tetap nyekar, meskipun bukan "asal-asalan", pdhal itu tdk ada dlm kitab suci, menurut paradigma anda. Lalu anda menambahkan pembenaran baru utk mendukung argumen anda dlm contoh praktek lainnya, mengatakan "tidak bertentangan" dan "bukan sekongong-konyong", pdhal isu yg anda lemparkan adalah, apakah suatu praktek itu ada di kitab suci atau tidak. Saya juga ingin bertanya, sbg org yg tdk tahu, apakah "panggilan Azan" itu ada di kitab suci, apakah takbiran sblm idul fitri ada di kitab suci?
Anda mengatakan "maaf sangat berbeda dg ogoh2 yg sekonyong konyong muncul menjadi bagian dari ritual Nyepi anda, dan sebagai bukti lain umat Hindu India ternyata tidak melakukannya". Ogoh2 itu bukan ritual spt yg sdh dijelaskan, ritualnya adalah mecaru tawur agung, buktinya tdk semua desa membuat ogoh2 termasuk desa saya, toh tetap mereka melaksanakan nyepi dg rangkaian ritualnya. Jadi, ogoh2 memang merupakan "tambahan", kenapa harus dilarang, toh tdk bertentangan dg Hindu, dan sgl praktek beragama Hindu tdk harus sama dg di India, Nyepi pun tdk ada di India. Yang sama adalah prinsip2 utama keyakinan Hindu yg merupakan "sruti", dan bukti keuniversalan Hindu adlh bisa mengakomodir praktek beragama dan budaya beragama berdsrkan budaya lokal masing2. Jadi, baik praktek itu sudah lama, maupun "sekonyong-konyong", itu bukan masalah, karena itu termasuk bagian "smerti" yg disesuaikan desa kala patra. Keinginan utk menyeragamkan tradisi, cara berpakaian, dll adalah produk dari keyakinan yang "sakit secara spiritual".
Komang Socrates , March 17, 2013
Saya luruskan ...
Ketut Budiana
Maaf ya, jangan anda mengira bahwa "Nyekar kekuburan mohon berkah" lantas anda katakan sebagai ajaran Islam, maaf itu justru merupakan sisa2 warisan dari agama Hindu di Jawa dahulu yg sulit diberantas namun tentu generasi muda tidak lagi "nyekar" asal asalan namun sdh diselaraskan dg ajaran Islam, mandi misalnya sebelum berpuasa itu tidak bertentangan dg Islam, apalagi mandi bersih2 spt cerita anda itu hal yg sangat baik, begitu juga sunah mandi sebelum shalat Jum'at. Begitu pula melempar jumrah spt yg anda katakan merupakan napak tilas apa2 yg dilakukan para nabi dahulu, dan bukan sekonyong konyong muncul sebagai ibadah baru yg dikembangkan, maaf sangat berbeda dg ogoh2 yg sekonyong konyong muncul menjadi bagian dari ritual Nyepi anda, dan sebagai bukti lain umat Hindu India ternyata tidak melakukannya
Ketut Budiana , March 15, 2013
untuk ketut budiana, tanpa n
Komang Socrates
1. Saya memberi komentar dan menanggapi, kenapa anda menilainya sbg sok dan sekedar membalas? Padahal saya menanggapinya dg argumen panjang lebar dan poin demi poin, jadi bukan sekedar membalas. Mestinya anda menanggapi substansinya saja, jgn menilainya sok atau tidak, nah anda yang pertama kali melencengkan nama orang, jelas saya pakai nama KOMANG Socrates, saya hindu. Lalu anda, ketut budiana, dan di setiap artikel mengkritik hindu tapi ternyata anda bukan sebagai hindu, orang bisa salah sangka, tapi anda tidak terang-terangan spt Zahwa Ellia yg jelas memang membela doktrin2 Islam, itu tdk masalah makanya saya counter substansi2 yg dia kemukakan. Tapi anda hanya mengkritik Hindu dg cara bertopeng, maka saya anggap suara anda hanya ke*tut saja, jangan mengalihkan isu ke masalah pelecehan nama orang bali. Jika anda memang menguasai ajaran agama anda, tanggapi saja substansi dari komentar2 saya, termasuk tanggapan saya kpd Zahwa Ellia, anda dipersilakan untuk mengomentarinya. Untuk itu saya kembalikan nama anda, dan anda masih berhutang untuk mengakui agama anda.
2. Media Hindu sudah benar, menampilkan pembandingan agama bukan berarti menjelekkan, tapi memberi wawasan kpd umat Hindu. Jika anda memang melek internet, justru di internetlah orang2 bebas menampilkan pendapat2nya. Coba anda berselancar, banyak website dan blog2 islam yg membahas agama lain, termasuk yg radikal dan fundamentalis. Bgmn dg di dunia nyata? Saya pernah cukup lama tinggal diluar bali, yg saya dengar dr kotbah di tempat ibadah lewat speaker, sangat sering yg disampaikan itu2 saja, ya tentang org kafir, berhala, hanya agamanya yg benar, dll. Jadi apa yg ada di media hindu ini tdk seberapa. Toh orang2 non hindu, termasuk anda dan zahwa ellia, boleh berkomentar, dan jika komentar dan kritik anda ditanggapi, ya jangan dikatakan sok,emosi, atau ngawur. Silakan saja ditanggapi lagi satu persatu.
3. Anda toh tdk sekedar mengkritik apa yg ditampilkan Media Hindu, karena anda memang berniat mengkritik Hindu dan praktek orang Bali. Contohnya kritik anda yg melebar, yaitu tentang ogoh2, sdh saya tanggapi, tapi anda mengulangnya. Terpaksa saya memberi contoh perbandingan. Orang2 muslim juga mempraktekkan "nyekar, mohon berkah di kuburan2, mandi bersih sblm bulan puasa, dll" apakah itu ada di kitab sucinya? Diada-adakan?
Anda juga mengatakan "agama adalah sebuah kebenaran atau ajaran kebenaran, apakah kebenaran itu boleh lebih dari satu ? tan hana dharma mangrwa, apakah semua agama mengajarkan hal yg sama? kalau anda menjawab soal ketika menjadi siswa adakah jawaban soal itu benar lebih dari satu option, adakah kebenaran itu ganda ? agama bukanlah sebuah jalan yg boleh dipilih sembarangan dan menjadi benar semua, bisa jadi jalan yg kita tempuh menuju jurang kesesatan".
Di artikel diatas juga diulas, ajaran agama memang ada perbedaan termasuk Tuhan-nya.
Kebenaran itu memang satu, tp tdk berarti harus ada yg mengklaim hanya caranya/agamanya saja sbg yang benar. Kebenaran yg satu itu multi tafsir, multi faset, agama itu sendiri adalah tafsir, dan Hindu "menafsirkan" bahwa "kebenaran itu satu, orang bijak menyebutnya dengan banyak nama". Artinya, menurut saya analogi anda tentang "menjawab soal, pilihan benar hanya satu" blm tentu tepat, itu hanya soal memilih analogi, karena saya juga bisa menganalogikan sbg "menjawab soal pilihan berganda, yaitu jawab a jika 1,2,3 benar, jawab b jika 1 dan 3 benar, jawab c jika 2 dan 4 benar, jawab d jika semua benar". Jika jika pilhannya 1. Tuhan 2. Hyang Widdhi 3. Shiwa 4. Brahman, maka saya jawab D karena semua option itu sama2 ada kebenarannya.
Komang Socrates , March 15, 2013
Untuk SokCrates asal Bali
Ketut Budiana
1.Benarkah nama anda socrates ? terlalu naif, aku tambahin huruf k untuk kritik agar anda jangan hanya sok sekedar sok komentar, anda fahami bahwa setiap tulisan itu pastilah ada maksudnya, namun sy melihat komen anda itu sekedar membalas saja. Ketut itu bukan nama namun urutan kelahiran yg khas hanya dimiliki oleh suku Bali, jadi kalau anda menambahkan satu huruf pada ketut itu artinya anda melecehkan setiap orang bali dg urutan ketut, harus anda fahami itu
2.Saya tdk ingin frontal menghadapkan dua agama, tapi yg jelas kalau media khusus hindu namun suka memuat bahasan diluar kehinduan dan apalagi melalui internet (global) maka tentu akan memperoleh respon dari semua pihak termasuk saya
3.Jawaban no 3 ini sdh included pd no 2
4.Zahwa elia itu memberikan masukan thd sajian artikel, jadi sebagai penyeimbang dari sajian artikel, kalau anda mau menyerang sebagai balasan sy lihat kurang pas malahan ngawur, coba anda bahas satu persatu kemudian beri kesempatan sdr zahwa merespon
5.Agama itu adalah ajaran Tuhan, kalau ogoh2 memang disyaratkan di dlm weda silahkan anda lakukan namun kalau tidak dituntunkan dlm weda maka itu berarti diada-adakan dan mengada ada
Ketut Budiana , March 14, 2013
sekali lagi untuk ke(n)tut budiana
Komang Socrates
1. Bukankah anda sendiri yang pertama kali menambahkan satu huruf kepada nama saya, artinya itu termasuk penyerangan thd pribadi, lalu apa salahnya saya juga tambahkan satu huruf kepada nama anda. saya bukan melecehkan nama "ketut" utk orang bali, saya tambahkan satu huruf khusus untuk anda saja, disamping alasan pertama tadi, alasan kedua adalah saya meragukan anda sbg orang bali atau hindu.
2. Anda juga tidak secara tegas menyebutkan agama anda, hanya menyebut anda bukan Hindu, artinya anda tidak berani secara tegas mengakui agama anda. Tetapi malah anda terus mengeluarkan kritik secara melebar/keluar dari topik, terakhir mengkritik ogoh2. Adalah penting utk saya mengetahui agama anda, dg demikian sy bisa mengkalkulasi kritik2 anda itu berdasarkan paradigma/cara pandang yg mana, shg sy bisa secara tepat menanggapi kritik anda sekaligus mengcounter paradigma anda.
3. Nampaknya meskipun anda telah meninggalkan Hindu, tapi nampaknya anda benci tapi rindu, shg masih sempat mengamati perkembangan Hindu, artinya anda "menunggu kesempatan dan alasan yg tepat untuk kembali ke Hindu?" Orang2 Bali yg beragama Hindu juga melontarkan kritik2 kpd praktek2 beragama Hindu di Bali, bisa disebut sbg introspeksi atau otokritik, sudah biasa di forum2 Hindu. Tapi jika anda yang sudah non Hindu juga ikut mengkritik, anda sudah tinggalkan tapi tetap "mencerca" keyakinan anda sebelumnya, maka wajar juga jika latar belakang agama anda yg sekarang ikut dikritik, agar seimbang.
4. Saya tidak emosi dalam menanggapi, tapi saya memberi tanggapan "tajam" dan poin per poin, agar kritik dan proposisi2 dan cara pangdang (point of view)si pengkritik (dhi Zahwa Ellia) tidak lewat begitu saja. Ketika dia mengkritik tentang pemujaan berhala, maka saya harus menangapinya, sekaligus mengcounter proposisi dia tentang "tiada tuhan selain Allah", sehingga menjadi seimbang, Hindu tdk harus bertahan utk memberi penjelasan panjang lebar atas kritikan itu, tp juga sekaligus memberi "serangan balasan", agar si pengkritik jg punya kewajiban memikirkan kritikan atas posisinya, tdk hanya duduk nyaman mengeluarkan kritikan demi kritikan.
5. Terkait dg kritikan anda atas ogoh2. Agama itu adlah utk berbagai macam org, tdk hanya utk org yg tekun dg kitab suci. Maka itulah budaya agama, yg bisa dihayati sebagian besar org, termasuk ogoh2, hasil budi daya dan kreatifitas yg bersumber dari konsep2 agama. Itulah simbolisasi "pengusiran butha kala" yg sebelumnya didahului dg ritual mecaru. Kalau anda tdk mempercayainya ya tdk masalah, sm spt sy yg tdk mempercayai upacara melempar jumrah/menimpuk setan dg batu di mekkah misalnya. lalu bgmn dg pemuda2 pengusung ogoh2 yg minum2an keras? Siapapun yg punya pikiran yg baik, pasti tdk menyetujui itu, termasuk para org tua, tokoh adat, tokoh agama, telah memberi pembinaan, tp itulah namanya proses. Saya bisa saja mengkritik balik lagi utk hal yg sama pd umat anda, dg contoh2 yg banyak, tp itu hanya akan sambung-menyambung tdk karuan, keluar dari konteks artikel diatas.
Komang Socrates , March 14, 2013
Yth Pak Kadek
Ketut Budiana
Bagaimana yg dimaksud bahwa komang socrates tdk emosi, kalau jawabannya panjang lebar dan bersambung sambung,nama Ketut ia ubah menjadi Kentut, socrates kayaknya lupa bahwa ada ribuan bahkan jutaan orang bali yg bernama Ketut yg ia lecehkan namanya. Kemudian ttg ogoh2 yg anda katakan sbg representasi simbolik mengusir bhutakala, itu sekedar pembenaran akal, tapi akal juga yg menolaknya, JANGANKAN OGOH2 MAMPU MENGUSIR BHUTAKALA sedangkan manusia SI pembuat ogoh2nya saja tidak akan pernah mampu mengusir bhutakala. Bagaimana anda mampu mengusir bhutakala, sipengusung ogoh2 sebelum pawai sarapan minum tuak dulu dan mereka sendiri yg justru menjadi bhutakalanya.... LUCU
Ketut Budiana , March 14, 2013
to ketut budiana
kadek red
apa bapak pernah beragama hindu? bila pernah.. menurut saya bapak telah meninggalkan kesejatian diri bapak sendiri, sangat saya sesalkan! tapi itu adalah keinginan bapak, sangat saya hargai.... damailah bapak dengan segala hal yg bapak yakini saat ini..
komang socrates tidak emosi.. dia bahkan dengan sabar menjawab segala pernyataan yang menyudutkan agama Hindu.. Terima kasih yg sebesar-besarnya kepada komang socrates, dari komennya memang terlihat saudara komang socrates tidak mendalami weda seperti orang suci atau sulinggih, tapi pemahamannya tentang Hindu lebih luas dari alam semesta ini... itulah inti sari dari Weda.
tentang ogoh2.. itu adalah representasi umat, simbolis untuk mengusir/memperingatkan Bhuta Kala agar tidak menggangu umat dalam brata peNyepian..
disana tercermin salah satu bukti perpaduan agama(ketuhanan/pensucian) dan budaya(kerjasama/gotong-royong) yg menjadi satu.
ah, pak ketut.. masak ogoh2 aja di cemburuin..!??
kadek red , March 13, 2013
To Komang SokCrates
Ketut Budiana
SAYA MAU BERPANJANG-PANJANG BEGINI, KARENA MEMANG HARUS ADA ORANG HINDU YANG MENANGGAPINYA, SETELAH "RUMAH"NYA DIOBOK-OBOK SEPERTI INI.
=======================================================
==========
lihat dulu artikel di media hindu ini, banyak artikelnya menyinggung agama lain, lantas kalau diberikan respon kamu jadi emosi, nggak fair donk !! Respon yg diberikan zahwa elia itu sangat normatif eh malah kamu jawabnya dg emosional, SokCrates aku bukan beragama Hindu sdh hampir 30 tahun yg lalu aku tidak sebagai penganut Hindu, namun aku terus mengikuti perkembangan umat Hindu dan ajarannya, namun ya tetap begitu2 aja, adat istiadat tetap bagian yg dominan, contoh ogoh2 untuk nyepi misalnya pd era sembilan puluhan kebawah gak ada itu ogog2, masayarakat gak kenal itu ogoh2 tapi sekarang malah menjadi yg utama, betapa agama ini telah tumbuh dan besar oleh pondasi budaya dan kitab suci menjadi bagian yg nomor sekian
Ketut Budiana , March 12, 2013
SAMBUNGAN LAGI...UNTUK ZAHWA ELLIA
Komang Socrates
"2.......
Saya Tidak Pernah Mengatakan Islam adl AGAMA YG PALING BENAR, akan tetapi saya mengatakan Islam adl AGAMA YG BENAR. Maksudnya, jika saya mengatakan Islam adl agama yg PALING BENAR mk saya mengakui agama yg lain benar.Tp saya hanya mengatakan bahwa Islam adl AGAMA YG BENAR, maka yg lain SALAH. Islam sangat GAMBLANG dlm Alquran menjelaskan bahwa ALLAH itu SATU. Umat agama lain mengakui Tuhan Satu tp ajaran mereka tdk pernah konsisten, spt Trinitas dan Trimurti."

Komen saya: itu artinya malah anda lebih narsis. Mengatakan "saya Benar, yang lain Salah" lebih narsis dibandingkan mengatakan "saya PALING BENAR, diantara yg sama2 BENAR". Tentang Tuhan yang Satu ini, penjelasan saya sama dg yg sebelumnya, "Tuhan dengan banyak sebutan, dan banyak aspek". Janganlah diartikan bahwa agama yg karena berisi melarang-larang ini itu berarti agama yang BENAR.

"3.......
Kita lahir dlm keluarga Mukmin/Kafir adl TAKDIR yg g bisa diubah. Tp memilih menjadi Mukmin/Kafir adl sebuah PILIHAN yg akan dipertanggungjawabkan di hadapan ALLAH SWT pd hari akhir nanti. Makanya beragama itu haruslah bermula dari proses berpikir, bukan krn keturunan."
4....doktrin bahwa agama anda yang paling benar,dan yang lainnya khafir dan masuk neraka...
Islam bukanlah agama Doktrin yg g masuk akal. Islam adl agama yg sangat logis dan ketika kebenaran Islam sudah kita temukan maka hati akan tentram. Islam hanya memerintahkan kita menyembah ALLAH Tuhan YME. Tdk spt agama lain yg meyakini Tuhan Esa tp yg disembah lain. Hindu menyembah patung, Kristen menyembah patung, Zoroaster menyembah api, Budha menyembah patung sidharta gautama, Sinto menyembah matahari, Kafir quraisy menyembah patung latta&uzza,dll "

Komen saya: Orang yg lahir atau tdk memilih menjadi muslim, jelas bukan suatu masalah. Di dunia ini banyak pilihan, dan menjadi muslim bukan pilihan terbaik, tanyalah kepada 5 milyar manusia yg tdk memilih mjd muslim.

"5....warga Muslim, namun suatu ketika ada salah satu dari mereka mempelajari tentang hindu, ternyata mereka cocok dan singkat cerita mereka pindah dengan SUKARELA karena mereka merasa nyaman...
Utk hal ini masih harus ditelusuri lagi,apakah benar mereka masuk Hindu krn alasan2 SUKARELA, atau adakh misionaris spt Kristen. Dulu byk tetangga saya yg masuk Kristen krn mie instan. Tp alhamdulillah sejak ada dakwah Islam, mereka masuk Islam lg meskipun g dikasih mie instan . Dan saya rasa mereka perlu didakwahi"

Komen saya: Seandainya di negara ini betul2 bebas memeluk agama dan tdk ada ancaman dan tekanan, maka semua yang abangan dan sebagian yg telah berpendidikan akan memilih keluar/murtad.

"6....Bagaimana pendapat anda mengenai mereka? apakah mereka akan masuk neraka ketika mereka akan meninggal nanti?? ...
Yup! utk org kafir yg g bertobat kpd ALLAH SWT sampai ia mati, maka dia akan masuk neraka. Itu sudah pasti krn ketaatanNYA tidak kpd ALLAH SWT akan tetapi kpd berhala/makhlukNYA. Yang perlu dipahami, selain Rahmat dan kasih sayang ALLAH yg maha luas, maka siksa Allah pun juga sangat KERAS."

Maka, cobalah beli AL-QURAN baca terjemahannya niscaya Anda akan menemukan KEBENARAN. Semoga ALLAH SWT memberikan hidayah(petunjuk) kepada Anda dan memasukkan Anda menjadi golongan Mukmin. aamiin. "

Komen saya: Dari pernyataan seperti ini saja, menggambarkan betapa tidak bernalarnya, tidak beretikanya, tidak sesuainya dg adab prikehidupan manusia. Betapa rendahnya kemampuan nalarnya jika kemuliaan menusia diukur dari label "kafir" dan hasil "surga-neraka". Orang-orang yang berpendidikan, dan mengembangkan nalar kritisnya, tdk akan pernah bisa memahami kebodohan cara berpikir spt ini. Ambisi, Keserakahan manusia ada batasnya, tapi tidak untuk kebodohannya.

SAYA MAU BERPANJANG-PANJANG BEGINI, KARENA MEMANG HARUS ADA ORANG HINDU YANG MENANGGAPINYA, SETELAH "RUMAH"NYA DIOBOK-OBOK SEPERTI INI.
Komang Socrates , March 11, 2013
SAMBUNGAN LAGI...UNTUK ZAHWA ELLIA
Komang Socrates
"1.......
Sebuah ajaran dikatakan TIDAK SALAH bila ia bisa secara logika bisa dibuktikan KEBENARANNYA. Saya bisa mengatakan bahwa agama selain Islam itu salah krn konsep Ketuhanan mereka g bisa dibuktikan kebenarannya. Bagaimana di satu sisi kita mengatakan punya Tuhan YME, Tuhan Yang Maha Agung akan tetapi kita masih menyembah ciptaanNYA spt Api, Matahari, Pohon, bahkan yg jelas2 buatan manusia yaitu Patung/Gambar. Jelas secara logika itu g bisa diterima akal sehat. Yang mana berhala/makhluk Allah itu g bisa memberi manfaat/musibah pd kita kecuali atas Kehendak ALLAH SWT."

Komen saya: Apakah memangnya kepercayaan islam scr logika bisa dibuktikan kebenarannya? Logika anda mengasumsikan tuhan itu spt sesosok satu pribadi tunggal, spt hanya menyebut satu orang utk manusia. TAPI dari logika itu kemudian mjd wajar jika DIA cemburu kpd "SESEMBAHAN" yang lain, bahkan DIA harus menciptakan sosok setan utk menjadi saingannya dlm rangka menakuti manusia agar memilih utk menyembahNYA. TAPI HINDU memandang 'YANG SATU' adalah melingkupi dan meresapi segalanya sekaligus melampauinya (imannen dan transenden), segala sstu berasal dariNYA dan di dalam DIRINYA, LALU APA YANG HARUS DICEMBURUI?
Anda juga mengkritik dg menggunakan kata "menyembah" secara membabi buta terkait dg api, matahari, pohon, gambar/patung. Orang Hindu dapat memahaminya dan dapat membedakannya dengan penyembahan Tuhan, tapi tentu anda memahaminya secara berbeda karena tujuan anda mmg mengkritik. Api, air, matahari, pohon, adalah representasi kemahakuasaan Tuhan, menghormati ciptaannya, memuliakannya adalah sikap puja kepada Tuhan, pernyataan langsung kpd wujud ciptaannya sbg kemahakuasaan Tuhan.
Sekarang saya balik kepada Anda, silakan ada berdoa dan memohon air secara langsung kepada Tuhan-mu, apakah anda dapat menjamin bahwa Tuhan anda langsung memberi air kpd anda, dengan dmk memberi manfaat langsung kpd Anda, spt klaim anda tentang manfaat Allah-mu? Apakah Tuhan-mu akan datang sendiri menemuimu dan memberimu air? Sampai dowerpun anda berdoa, Dia tdk akan dtg, Dia akan bilang, yg tentunya tdk anda dengar: "Bodoh, sudah kusediakan, ambilah sendiri, dan berterimakasihlah kpd air".
Beterimakasih secara langsung kpd air dan matahari lebih bermanfaat dp kpd tuhanmu yg nun jauh disana di langit ketujuh. Orang Hindu berterimakasih langsung kpd api, air, pohon, bumi, matahari dan alam semesta, dan berkotemplasi kpd Tuhan, bukan menengadahkan tangan merengek-rengek spt anda. Mereka juga diresapi dan dijiwai oleh Tuhan. Jika manusia berkomunikasi kpd mereka, maka mereka bisa meresponnya dan membalas sesuai perlakuan kita. Jika anda membaca buku2 kontemporer, anda akan tahu tentang reaksi air dan pohon jika mereka distimulasi sesuai dg ucapan dan pikiran kita. Artinya alam semesta tdk terpisah dari Tuhan. Apa atau energi apa, atau kesadaran apa yg menyebabkan unsur2 H dan O bereaksi dg kondisi tertentu shg tercipta molekul air? Begitu pula reaksi2 pd unsur2 tertentu atas stimulasi2 tertentu? Semua itu dimungkinkan karena adanya energi/kesadaran yg meresapi segalanya, yaitu Tuhan yang transenden sekaligus imanen, jadi tdk ada sesuatu yang benar2 disebut sbg benda mati. Maka "penyembahan" orang Hindu kpd segala perwujudan ada dasarnya, berdasarkan pengetahuan spiritual. Hanya agama yang "bodoh secara spiritual" saja yang tidak mempunyai pemahaman yang holistik spt ini.
Terkait pemujaan gambar/patung. "Tuhan Hindu" mengijinkan menggunakan citra tertentu dalam rangka pemujaan dan kontemplasi, jika engkau melalui cara/citra itu, maka akan dipenuhi melalui cara/citra itu juga. Apakah Tuhan marah, atau kekurangan sesuatu jika manusia memilih menggunakan suatu media? Tentu tidak. Seperti halnya seorang anak yg baru belajar berhitung dg menggunakan jari.
Sekali suatu gambar/patung disahkan sbg suatu media, maka dia wajib disucikan dan dihormati sbgmn layaknya mensucikan dan menghormati Tuhan itu sendiri. Ada cerita dari Swami Vivekananda kpd pengkritik pemujaan menggunakan patung/gambar. Saya adaptasikan, jika anda berada di keraton Yogya, di suatu ruangan pendopo ada tergantung foto sang Sultan. Apakah anda, atau siapapun di ruangan itu, ada yg berani meludahi foto sang Sultan, padahal foto itu sendiri bukan sang Sultan? Atau katakanlah itu foto sang Sultan waktu masa kecilnya, apakah ada yg berani meludahinya, pdhal foto itu bukanlah sang Sultan, apalagi gambar fisik di foto itu juga berbeda/tdk sesuai dg gambaran sang Sultan saat ini? Kalau anda berani, silakan.
Sama seperti mesjid yg org muslim sering menyebutnya sbg rumah tuhan. Oooo apakah tuhan betul2 butuh rumah? Apakah memang seperti itu gambaran rumah tuhan, tidakkah dia marah karena org muslim begitu berani menggambarkan rumah tuhan dg gambaran spt itu, pdhal dia dan rumahnya tdk dpt digambarkan dg rupa apapun? bgmn kalau rumah itu ada yg melecehkannya, toh itu bukan benar2 rumah tuhan yg sesungguhnya?
Komang Socrates , March 11, 2013
SAMBUNGAN..UNTUK ZAHWA ELLIA
Komang Socrates
Saya juga berkepentingan untuk menanggapi komen2 anda yg lain yg ditujukan kpd bagusmertha.
Tapi pertama-tama saya ingin mengomentari dulu signature penutup Anda "zahwa ellia hamba Allah yang hina". Itu memang menunjukkan bgmn keimanan anda dibentuk yaitu iman dengan mental "budak" yang harus takut kepada "tuannya yang galak". Mental "budak" juga membuat anda berpikir bahwa yg lain juga harus seperti budak yg mengabdi pada tuan yang sama, sebab hanya perasaan hina-lah yang berhasil mengantarkan orang untuk memiliki pandangan hina atas yang lain, tidak ada pikiran positif dari hal ini selain kesombongan tersembunyi ("sombong halus") yaitu perasaan bahwa: "saya lebih utama dari anda karena sy punyak sikap yang hormat kpd tuhan, sy hanyalah makhluk hina dihadapan tuhan, sedangkan anda tdk memiliki kualitas spt saya, dan agama anda juga tdk bisa menghasilkan kualitas spt ini".
Tapi dalam Hindu diajarkan bahwa jiwa semua adalah satu adanya, secara hakiki adalah satu dengan Yang Satu, maka tidak ada soal perasaan merasa lebih istimewa dibanding jiwa yg lain atau merasa hina karena rasa takut.

Copas komen anda "@bagusmertha, terimakasih atas komentarnya,
Dilihat dari tulisan Anda, sepertinya Anda adl seorang pluralist
Dan ajaran Pluralisme memang sangat bertentangan dg Islam.
Disini sekilas saya ingin menjelaskan tentang Islam:
1. Jika Anda belajar Islam secara kaffah(keseluruhan) maka Anda akan temukan bahwa Hanya Islam Agama yg BENAR.
2. Islam adl agama sekaligus ideologi, artinya Islam tdk hanya mengajarkan ibadah ritual, tp juga hukum2 yg akan menjadi way of life. Islam punya aturan mulai dr masuk wc s/d Bernegara Islam punya semuanya. Maka kalau Anda dengar DAULAH ISLAM(Negara Islam), dia adl niscaya krn HUKUM ISLAM g bisa diterapkan tanpa DAULAH ISLAM.
3. Islam adl agama yg membebaskan kita dari penyembahan&ketaatan kpd berhala/makhluk menuju penyembahan&ketaatan hanya kpd ALLAH SWT. "

Komen saya:Apa yg anda maksudkan dengan pluralist/pluralisme? Orang umumnya mengartikan pluralisme sbg pandangan yang menghormati adanya perbedaan2, sbg sama2 sah keberadaannya, tdk hanya sebatas agama. Dalam konteks agama, bukan diartikan bahwa pluralisme mengakui semua sama2 benar, tapi menghormati perbedaan dan hak hidup keberadaan masing2, soal keyakinan diserahkan kpd masing2. Tapi orang2 dan kelompok2 tertentu, contohnya anda dan kelompok anda, lebih senang mengartikannya dg pengertian yang kedua (bahwa pluralisme memiliki pengertian mengakui semua agama adalah sama2 benar), agar mendapat alasan untuk memelihara pertentangan agama dan memperoleh keuntungan dari org2 yg berpandangan sempit, shg "jualannya" tetap laku. Pancasila dan konstitusi mengakui pluralitas bangsa, tapi kelompok spt anda selalu berusaha menyempitkan pluralitas itu dan berkepentingan utk menggerogoti pondasi2 bangsa dan negara ini.

Jika org semakin mendalami agama dan spiritualitasnya, maka org mjd semakin meluas pemahamannya, terurainya sekat2, semakin penuh pengertian dan cinta kasih. Tapi ironi yg terjadi adalah, jika anda belajar islam scr kaffah, karena menyimpulkan bahwa agama anda saja yang benar, maka anda menjadi semakin sempit, semakin kehilangan kemanusiawian dan rasa kasih anda, dan semakin bernafsu untuk menguasai. Silakan diperiksa diri anda dan kelompok2 politik anda.
NKRI ini dibentuk dengan pondasi Pancasila dan Konstitusi UUD1945, dan menerapkan demokrasi. Anda berbicara tentang Daulah Islam, maka yg saya kawatirkan adalah: kelompok politik anda memanfaatkan demokrasi dan menyalahgunakannya utk merobohkan negara ini dan menggantikannya sesuai agenda2 tersembunyi dari kelompok anda. Artinya, anda dan kelompok politik anda adlh pengkhianat tersembunyi terhadap NKRI, Pancasila dan Konstitusi, dan demokrasi itu sendiri. Anda ingin terbebas dari "berhala", tapi diperbudak oleh "berhala egoisme,ambisi dan nafsu menguasai" yang jauh lebih berbahaya.
Komang Socrates , March 11, 2013
@kentut budiana
Komang Socrates
Untuk memudahkan saya menanggapi anda, skrg jelaskan dulu posisi anda, apakah anda hindu atau bukan? Dari komen-komen anda, saya mengasumsikan anda bukan hindu, untuk itu agar anda jelaskan dulu agama anda apa, agar saya bisa secara tepat menanggapi anda.
Komang Socrates , March 11, 2013
Untuk Komang SokCrates
Ketut Budiana
Logika yg melenceng itu yg mana ? agama adalah sebuah kebenaran atau ajaran kebenaran, apakah kebenaran itu boleh lebih dari satu ? tan hana dharma mangrwa, apakah semua agama mengajarkan hal yg sama ? kalau anda menjawab soal ketika menjadi siswa adakah jawaban soal itu benar lebih dari satu option, adakah kebenaran itu ganda ? agama bukanlah sebuah jalan yg boleh dipilih sembarangan dan menjadi benar semua, bisa jadi jalan yg kita tempuh menuju jurang kesesatan
Ketut Budiana , March 08, 2013
Tanggapan
Komang Socrates
@zahwa ellia,
dari penjelasan anda tentang Tuhan menurut agama anda, begitulah menurut agama anda, atau setidaknya menurut anda (karena toh anda berbeda dg Gus Dur meskipun sama2 muslim), maka itu menunjukkan bahwa Tuhan itu memang berbeda bagi agama2 yang ada, sebab agama Hindu mempunyai penjelasan/pemahaman yang berbeda tentang Tuhan. Menurut anda, penjelasan andalah yang paling masuk akal, lalu anda mengklaim agama andalah yang paling benar. Tunggu dulu bung, tdk bisaaaaaa
1. Tentang Tuhan Yang Maha Esa. anda mengatakan Allah adlh nama bagi suatu sesembahan, Tiada tuhan selain (yang bernama) Allah. Tetapi kenapa sesembahanmu juga punya 98 nama yang lain? Ini saja sudah tidak konsisten. Jelas bahwa sesembahanmu itu saja memperkenalkan 99 nama, lalu kenapa harus membatasi illah/sesembahan orang lain harus terbatas pada 99 nama itu lalu dianggap tidak punya illah yg satu? Jika illah saya adalah "Shiva", tidak mungkin saya menyembah Allah, kenapa saya harus menyembah Allah, yang bukan illah saya. Dari sini aja sudah diketahui bahwa Tuhan menurut "persepsi" agama Hindu dan Islam beda. Hindu mengatakan bahwa "Ekam sat, vipra bahuda vadanti, Kebenaran/Tuhan adalah satu, para bijak menyebut dengan banyak nama". Perbedaannya adalah "Tuhan Hindu" tidak membatasi sebutan namanya, namanya tdk berbilang, sahasra nama, tapi "Tuhan Islam" mengatakan "Namaku hanya Allah, tiada yang lain, atau bolehlah yang 98 lagi". Jelas, sikap "Tuhan Hindu" dan "Tuhan Islam" sudah beda. Tapi btw, bukankah nama "Al-lah" itu memang salah satu illah Arab pra Islam, spt halnya Al-latta dan Al-Uzza? Lalu datang pendiri agama, dan mengangkat Al-lah saja sbg satu-satunya illah di tanah Arab, demi utk tujuan kekuasaan dan politiknya?
2. Copas komen Anda: "Kalo spt itu halnya mengapa Hindu,Kristen,Budha mempunyai ritual memuja Berhala akan tetapi dalam Islam hal tsb dilarang? Artinya, Hanya ada SATU KONSEP KETUHANAN YG BENAR.
Kalo SATU ya HARUS BILANG SATU. Tp mengapa dlm Hindu mengakui Tuhan YME , akan tetapi dalam veda kalian malah mengajarkan Pantheisme? Patung Dewi Sri kalian sembah sendiri, Patung Brahma kalian sembah sendiri, Patung Siwa kalian juga sembah sendiri. Dari mana logika kalian tentang Tuhan YME??? Artinya kalian adl penyembah Berhala, tuhan & sesembahan kalian bukanlah Tuhan YME yaitu Allah SWT. Akan tetapi tuhan dan sesembahan kalian adl Berhala2 itu."

Pernyataan anda adalah khas hasil dogma ketauhidan anda yang kaku. Anda juga memperkenalkan tentang "berhala" kepada kami, padahal agama2 timur tidak mengenal konsep itu. Tuhan itu tidak berbatas dan tdk dapat diringkus hanya dlm ayat2 yang katanya wahyu. Bahwa Hindu mengakui Tuhan yang Satu, itu benar, tapi itu tidak berarti bahwa Tuhan harus dipahami dalam satu persepsi saja. Islam hanyalah salah satu persepsi, tapi lalu mengklaim pemahamannyalah yang paling benar dan satu2nya yang diakui Tuhan. Ini hanyalah masalah klaim yang kekanak-kanakan. Pengakuan Tuhan yang Satu, tidak bertentangan dengan Pantheisme, Panentheisme, Monisme, kalau anda betul2 memahami isme2 itu dengan benar.
Jika ayah anda sebagai Presiden, maka di rumah anda akan memilih dia lebih sbg ayah, dibanding sebagai Presiden, ibu anda akan lebih memilih dia sbg suami dibanding sbg Presiden, tapi keduanya mengerti bhw orang yg mereka cintai itu adl Presiden, orang nomor satu di negeri republik, dan ketika diluar rumah, pasti mereka menghormati kedudukannya sebagai Presiden. Pemahaman ketauhidan anda mengatakan bahwa orang itu "Presiden", tidak boleh disebut sebagai ayah, suami, ipar, paman, kakek,dll, presiden ya presiden, tapi itu hanya menunjukkan kurangnya wawasan dan sempitnya pemikiran. Demikian pula pemujaan Dewi Sri bagi petani, Shiva bagi penganut Shivaisme, mereka memujanya masing2 sbg sesembahan tertinggi mereka, tapi karena Hindu mengakomodir mereka semua, maka tampak bahwa orang Hindu memuja semuanya, tapi itu adalah sebenarnya bentuk kerendah-hatian seorang pemuja akan Ketidak terbatasan aspek Tuhan. Lalu menurutmu, Allah itu sesembahan bagi siapa? Kalau boleh saya bergurau, Allah itu bukan sesembahan semua manusia, dia adalah sesembahan "para penunggang unta maniak perang", jadi sebentuk berhala juga? Lalu Rahim adalah sesembahan "yang suka mengasihi", Rabb adlh sesembahan "...." anda boleh isi sendiri seterusnya. jadi sumber masalahnya adalah: paham ketauhidan anda. Dan kami tidak memahami sesembahan kami sebagai berhala, tapi aspek tuhan, yang dengan kemurahhatian tuhan memberi kami ijin kami untuk menyembahnya dalam berbagai aspek. Pemahaman anda dan tuhan anda yg pencemburulah yang menyebutnya sebagai berhala. Disini menjadi jelas bahwa TUHAN itu "BERBEDA".

Bersambung.....
Komang Socrates , March 08, 2013
...
Komang Socrates
@kt budiana, logikamu selalu melenceng. Karena tuhan itu satu, pasti ada satu agama yang benar, yaitu agamamu? Hindu sudah mengajarkan kebijaksanaan: Dia disebut dengan banyak nama, Dia dicapai dengan banyak Jalan. Ente aja yang tersesat lalu meninggalkan Hindu untuk memeluk dogma butha (butha ya, bukan buta)...
Komang Socrates , March 08, 2013
...
Ketut Budiana
Kalau Tuhan itu hanya satu maka agama yg mengajarkan kebenaran tentulah juga satu, kalau sekarang ada banyak agama maka pastilah diantaranya ada yg keliru (kebenaran semu)
Ketut Budiana , February 17, 2013
untuk my ideologi islam.....
0
untuk my ideologi islam..... hindu atau budha tidak ada menyembah berhala karena kami orang2 yg sangat cinta dengan seni hanya menyimbolkan bahwa patung2 yg dibuat itu hanyalah simbol bukan berarti menyembah patung sama dengan kalian yg jauh2 ke mekah mengelilingi kabah apa gunanya dengan menyebut itu rumah ALLAH kalian alam semesta ini adalah ciptaannya Tuhan tidak perlu rumah dong nabi kalian aja mengajarkan untuk saling mengasihi sesama manusia apapun itu dr golongan mana mereka.......ISLAM itu suci dan luhur apabila umatnya berpandangan positif terhadap agama lain.....kalianlah yg merusaknya sendiri dimana mana TUHAN itu mengajarkan cinta kasih,maha pengampun,penyayang.......TUHAN tidak mengajarkan untuk membunuh,nyawa dibals dengan nyawa apakah nabi kalian diajarkan seperti itu tentu jawabannya tidak bukan....tolong pelajari lg agamu TUHAN itu satu hanya orang bijaksana yg memberinya banyak nama.....mau contoh kamu masih kecil dipanggil nama tp setelah menikah kamu dipanggil ayah/ibu oleh istrimu begitu jg dngan anak mu akan tetapi setelah anak2mu menikah dan mempunyai anak tentu kamu dipanggil kakek/nenek dan tentu kamu punya saudara kandung dan saudara kandungmu mempunyai anak tentu anak2 saudaramu memanggil paman/tante kamu hanya satu tetapi orang2 memanggilmu dengan banyak nama yah begitu jg dengan TUHAN BELIAU BANYAK MENCIPTAKAN MANUSIA DAN ORANG2 BIJAKSANA MEMANGGILNYA DENGAN BERBAGAI MACAM NAMA anda bilang kami menyembah berhala ya tapi drf situ adalah kami hanya menyimbolkan ciptaan TUHAN bukan TUHANnya yg dibuat patung tetapi hanya para dewa dewanya aja karena rasa sayang kami kepada ciptaan TUHAN begitu besar jd kami menyimbolkan beliau lewat karya seni patung INGATlah TIDAK ADA SATU PUN MANUSIA TAU TUHAN ITU RUPA.MUKA,WAJAHNYA SEPERTI APA,LAKI2,WANITA ATAU BANCI MANA ADA SATUPUN MANUSIA DIDUNIA INI YANG BISA MELIHAT WUJUD TUHAN.......APA BEDANYA DENGAN KALIAN YG JAUH2 DATNG KEMEKAH HANYA MENGELILINGI KABAH YG HANYA SEBUAH BATU HITAM DICIUMIN,KENAPA BUKAN ALLAH YG KALIAN SEMBAH SEPERTI ITULAH KIRA KIRA
hindu is my life , December 13, 2012
Islam is my ideology
0
@bagusmertha, terimakasih atas komentarnya.
Dilihat dari tulisan Anda, sepertinya Anda adl seorang pluralist smilies/wink.gif
Dan ajaran Pluralisme memang sangat bertentangan dg Islam.
Disini sekilas saya ingin menjelaskan tentang Islam:
1. Jika Anda belajar Islam secara kaffah(keseluruhan) maka Anda akan temukan bahwa Hanya Islam Agama yg BENAR.
2. Islam adl agama sekaligus ideologi, artinya Islam tdk hanya mengajarkan ibadah ritual, tp juga hukum2 yg akan menjadi way of life. Islam punya aturan mulai dr masuk wc s/d Bernegara Islam punya semuanya. Maka kalau Anda dengar DAULAH ISLAM(Negara Islam), dia adl niscaya krn HUKUM ISLAM g bisa diterapkan tanpa DAULAH ISLAM.
3. Islam adl agama yg membebaskan kita dari penyembahan&ketaatan kpd berhala/makhluk menuju penyembahan&ketaatan hanya kpd ALLAH SWT.

Disini saya juga ingin menaggapi tulisan Anda:
1....ngga ada yang salah dengan ajaran Hindu, Islam, Budha, dll.. semuaa agama mengajarkan kebaikan...
Sebuah ajaran dikatakan TIDAK SALAH bila ia bisa secara logika bisa dibuktikan KEBENARANNYA. Saya bisa mengatakan bahwa agama selain Islam itu salah krn konsep Ketuhanan mereka g bisa dibuktikan kebenarannya. Bagaimana di satu sisi kita mengatakan punya Tuhan YME, Tuhan Yang Maha Agung akan tetapi kita masih menyembah ciptaanNYA spt Api, Matahari, Pohon, bahkan yg jelas2 buatan manusia yaitu Patung/Gambar. Jelas secara logika itu g bisa diterima akal sehat. Yang mana berhala/makhluk Allah itu g bisa memberi manfaat/musibah pd kita kecuali atas Kehendak ALLAH SWT.
2....pemikiran yang picik dan dangkal yang menganggap golongannya paling benar...
Saya Tidak Pernah Mengatakan Islam adl AGAMA YG PALING BENAR, akan tetapi saya mengatakan Islam adl AGAMA YG BENAR. Maksudnya, jika saya mengatakan Islam adl agama yg PALING BENAR mk saya mengakui agama yg lain benar.Tp saya hanya mengatakan bahwa Islam adl AGAMA YG BENAR, maka yg lain SALAH. Islam sangat GAMBLANG dlm Alquran menjelaskan bahwa ALLAH itu SATU. Umat agama lain mengakui Tuhan Satu tp ajaran mereka tdk pernah konsisten, spt Trinitas dan Trimurti.
3....kita lahir sebagai apa, BUKAN KITA YANG MINTA...
Kita lahir dlm keluarga Mukmin/Kafir adl TAKDIR yg g bisa diubah. Tp memilih menjadi Mukmin/Kafir adl sebuah PILIHAN yg akan dipertanggungjawabkan di hadapan ALLAH SWT pd hari akhir nanti. Makanya beragama itu haruslah bermula dari proses berpikir, bukan krn keturunan.
4....doktrin bahwa agama anda yang paling benar,dan yang lainnya khafir dan masuk neraka...
Islam bukanlah agama Doktrin yg g masuk akal. Islam adl agama yg sangat logis dan ketika kebenaran Islam sudah kita temukan maka hati akan tentram. Islam hanya memerintahkan kita menyembah ALLAH Tuhan YME. Tdk spt agama lain yg meyakini Tuhan Esa tp yg disembah lain. Hindu menyembah patung, Kristen menyembah patung, Zoroaster menyembah api, Budha menyembah patung sidharta gautama, Sinto menyembah matahari, Kafir quraisy menyembah patung latta&uzza,dll
5....warga Muslim, namun suatu ketika ada salah satu dari mereka mempelajari tentang hindu, ternyata mereka cocok dan singkat cerita mereka pindah dengan SUKARELA karena mereka merasa nyaman...
Utk hal ini masih harus ditelusuri lagi,apakah benar mereka masuk Hindu krn alasan2 SUKARELA, atau adakh misionaris spt Kristen. Dulu byk tetangga saya yg masuk Kristen krn mie instan. Tp alhamdulillah sejak ada dakwah Islam, mereka masuk Islam lg meskipun g dikasih mie instan smilies/wink.gif. Dan saya rasa mereka perlu didakwahi smilies/wink.gif
6....Bagaimana pendapat anda mengenai mereka? apakah mereka akan masuk neraka ketika mereka akan meninggal nanti?? ...
Yup! utk org kafir yg g bertobat kpd ALLAH SWT sampai ia mati, maka dia akan masuk neraka. Itu sudah pasti krn ketaatanNYA tidak kpd ALLAH SWT akan tetapi kpd berhala/makhlukNYA. Yang perlu dipahami, selain Rahmat dan kasih sayang ALLAH yg maha luas, maka siksa Allah pun juga sangat KERAS.

Maka, cobalah beli AL-QURAN baca terjemahannya niscaya Anda akan menemukan KEBENARAN. Semoga ALLAH SWT memberikan hidayah(petunjuk) kepada Anda dan memasukkan Anda menjadi golongan Mukmin. aamiin.

Sekian,
ZahwaEllia hamba Allah yg hina.
zahwaellia , December 06, 2012
orang awam
0
terima kasih kepada penulis atas infonya
saya tertarik untuk ikut nimbrung dalam komentar ini

saya sebagai agama HINDU, bangga sekali, karena apa? karena sampai detik ini (2/12/2012 - 23 tahun) saya belum perna sama sekali diajari, baik di dalam pelajaran agama maupun di dalam dharma wacana (khotbah), para tetua/guru agama,dll tersebut menjelek-jelekkan agama lain. Itu point utamanya.

meereka sekalu menekankan kepada kami, bahwa ngga ada yang salah dengan ajaran Hindu, Islam, Budha, dll.. semuaa agama mengajarkan kebaikan, yang salah hanya individu atau personal dari salah satu agama tersebut yang tergoda oleh nafsu duniawi,atau khilaf sehingga melakukan kesalahan

Bila ada seorang muslim yang memperkosa wanita, jangan dibilang Islam mengajarkan dosa, yang salah adalah individunya, bila pemuda Hindu berjudi, jangan salahkan ajaran Hindunya, yang salah ya pemudanya

Intinya adalah, saya percaya kalo semua ajaran yang diturunkan kepada masing2 ajaran agama adalah benar adanya, namun menjadi salah bila ajaran tersebut telah di rusak oleh pemikiran yang picik dan dangkal yang menganggap golongannya paling benar, TANPA MAU MELIHAT AJARAN YANG LAIN

Point kedua adalah, dunia itu begitu luas, dengan berbagai keberagaman. Dan INGAT, kita lahir sebagai apa, BUKAN KITA YANG MINTA. Dan di sini saya ingin mengkritik penulis, janganlah merubah kesan agama Hindu yang cinta damai, ngga perna menyerang sodara kita yang lain, dll dengan sebuah tulisan atau opini anda,sehingga nantinya mengarahkan pada sebuah perang opini dengan saudara2 kita ini. Saya kurang setuju dengan kata, "Lebih kasihan lagi yang dulunya sudah Hindu, kemudian hidup kembali sebagai orang Islam", karena kita hidup sebagai apa bukan kita yang meminta, melainkan atas kemauannya Tuhan.

Dan untuk saudara saya, Zahwa Ellia, sebaiknya sebelum anda memngetahui ajaran Hindu seperti apa, janganlah berkomentar terlalu jauh. Karena sikap seperti anda ini, salah satu oknum dari agama anda, yang membuat situasi makin kacau. Mungkin anda tidak mengerti kenapa di Hindu ada pemujaan untuk Siwa, ada pemujaan yang menggunakan patung ,dsb. Dan mungkin juga,jangannkan anda mempelajari, untuk sekedar mau tau alsannya saja anda sudah oga, karena sudah di doktrin bahwa agama anda yang paling benar,dan yang lainnya khafir dan masuk neraka. Pemikiran sperti ini sebaiknya anda rubah dan mulai mau toleran kepada saudara kita yang lain dengan keberagamannya mereka.

Sebagai info, rekan2 mahasiswa Hindu saya di ITS, minggu kemarin telah baksos ke daeraj Mojokerto, di sana ada sebuah masyarakat Hindu. Anda akan tercengan bila mengetahui sejarah mereka. Mereka dulu ada warga Muslim, namun suatu ketika ada salah satu dari mereka mempelajari tentang hindu, ternyata mereka cocok dan singkat cerita mereka pindah dengan SUKARELA karena mereka merasa nyaman.

Bagaimana pendapat anda mengenai mereka? apakah mereka akan masuk neraka ketika mereka akan meninggal nanti??
bagusmertha , December 02, 2012
Islam is my ideology
zahwa ellia
@Wirasaputra, hmmm.... jawaban Anda terlalu muter2. Pemahaman tentang Tuhan itu memang g perlu didebatkan. Akan tetapi HARUS DILURUSKAN. Kalo Pemahaman Anda tentang Tuhan YME dlm masing2 ajaran agama itu spt "kita berjalan menuju pantai tp kita mengambil jalan yg berbeda, tp tujuannya tetap pantai". Maka sebenarnya logika tsb tidak tepat. Kalo spt itu halnya mengapa Hindu,Kristen,Budha mempunyai ritual memuja Berhala akan tetapi dalam Islam hal tsb dilarang? Artinya, Hanya ada SATU KONSEP KETUHANAN YG BENAR.

Kalo SATU ya HARUS BILANG SATU. Tp mengapa dlm Hindu mengakui Tuhan YME , akan tetapi dalam veda kalian malah mengajarkan Pantheisme? Patung Dewi Sri kalian sembah sendiri, Patung Brahma kalian sembah sendiri, Patung Siwa kalian juga sembah sendiri. Dari mana logika kalian tentang Tuhan YME??? Artinya kalian adl penyembah Berhala, tuhan & sesembahan kalian bukanlah Tuhan YME yaitu Allah SWT. Akan tetapi tuhan dan sesembahan kalian adl Berhala2 itu.

Sekali lagi, secara Tauhid GusDur sudah keluar dari Islam. Krn Gus Dur mengjarkan pluralisme(agama lain di luar Islam).
zahwa ellia , November 30, 2012
...
0
Pemahaman tentang Ketuhanan sebenarnya tidak perlu di perdebatkan mana yang benar mana yang salah, karena masing-masing punya pemahaman sendiri mengenai Tuhan, pemahaman tentan Tuhan di dasari dari tingkat kesadaran jiwa masing-masing orang, jadi jika terjadi diskusi mana pemahaman yang benar mengenai Tuhan antara orang yang tingkat kesadaran jiwanya rendah dengan orang yang tingkat kesadaran jiwa yang tinggi, orang dengan kesadaran jiwa yang rendah tidak bisa menerimanya, karena pemahaman mereka belum sampai ke situ, contohnya mahasiswa mendiskusikan matakuliah nya dengan siswa sekolah dasar, apa jadinya..? Sekeras apapun mahasiswa menjelaskan siswa sekolah dasar tidak akan mengerti, karena pemahaman mereka belum sampai ke situ, begitu pula dengan orang dengan kesadaran jiwa yang rendah pemahaman mereka tentang Tuhan hanya sebatas dasar2 atau hanya permukaan saja, dan itu wajar karena manusia perlu belajar untuk memahami sesuatu, tidak ada manusia yang terlahir langsung pintar. Sama halnya dengan jiwa perlu belajar juga, jiwa belajar dari kehidupan untuk bisa mencapai kesadaran lebih tinggi, reinkanasi adalah jalan agar jiwa belajar dari kehidupan untuk bisa mencapai kesadaran tertinggi.
Hubungan kita dengan Tuhan hanya antara diri kita dengan Tuhan dengan tidak memaksakan pendapat kita kepada orang lain, ini akan merusak hubungan kita dengan sesama, berilah contoh dengan perbuatan berbagi pendapat tanpa ada yang merasa di sakiti.
wirasaputra , November 27, 2012
Kesadaran Jiwa
0
Pemahaman tentang Ketuhanan sebenarnya tidak perlu di perdebatkan mana yang benar mana yang salah, karena masing-masing punya pemahaman sendiri mengenai Tuhan, pemahaman tentan Tuhan di dasari dari tingkat kesadaran jiwa masing-masing orang, jadi jika terjadi diskusi mana pemahaman yang benar mengenai Tuhan antara orang yang tingkat kesadaran jiwanya rendah dengan orang yang tingkat kesadaran jiwa yang tinggi, orang dengan kesadaran jiwa yang rendah tidak bisa menerimanya, karena pemahaman mereka belum sampai ke situ, contohnya mahasiswa mendiskusikan matakuliah nya dengan siswa sekolah dasar, apa jadinya..? Sekeras apapun mahasiswa menjelaskan siswa sekolah dasar tidak akan mengerti, karena pemahaman mereka belum sampai ke situ, begitu pula dengan orang dengan kesadaran jiwa yang rendah pemahaman mereka tentang Tuhan hanya sebatas dasar2 atau hanya permukaan saja, dan itu wajar karena manusia perlu belajar untuk memahami sesuatu, tidak ada manusia yang terlahir langsung pintar. Sama halnya dengan jiwa perlu belajar juga, jiwa belajar dari kehidupan untuk bisa mencapai kesadaran lebih tinggi, reinkanasi adalah jalan agar jiwa belajar dari kehidupan untuk bisa mencapai kesadaran tertinggi.
Hubungan kita dengan Tuhan hanya antara diri kita dengan Tuhan dengan tidak memaksakan pendapat kita kepada orang lain, ini akan merusak hubungan kita dengan sesama, berilah contoh dengan perbuatan berbagi pendapat tanpa ada yang merasa di sakiti. Pemahaman tentang Ketuhanan sebenarnya tidak perlu di perdebatkan mana yang benar mana yang salah, karena masing-masing punya pemahaman sendiri mengenai Tuhan, pemahaman tentan Tuhan di dasari dari tingkat kesadaran jiwa masing-masing orang, jadi jika terjadi diskusi mana pemahaman yang benar mengenai Tuhan antara orang yang tingkat kesadaran jiwanya rendah dengan orang yang tingkat kesadaran jiwa yang tinggi, orang dengan kesadaran jiwa yang rendah tidak bisa menerimanya, karena pemahaman mereka belum sampai ke situ, contohnya mahasiswa mendiskusikan matakuliah nya dengan siswa sekolah dasar, apa jadinya..? Sekeras apapun mahasiswa menjelaskan siswa sekolah dasar tidak akan mengerti, karena pemahaman mereka belum sampai ke situ, begitu pula dengan orang dengan kesadaran jiwa yang rendah pemahaman mereka tentang Tuhan hanya sebatas dasar2 atau hanya permukaan saja, dan itu wajar karena manusia perlu belajar untuk memahami sesuatu, tidak ada manusia yang terlahir langsung pintar. Sama halnya dengan jiwa perlu belajar juga, jiwa belajar dari kehidupan untuk bisa mencapai kesadaran lebih tinggi, reinkanasi adalah jalan agar jiwa belajar dari kehidupan untuk bisa mencapai kesadaran tertinggi.
Hubungan kita dengan Tuhan hanya antara diri kita dengan Tuhan dengan tidak memaksakan pendapat kita kepada orang lain, ini akan merusak hubungan kita dengan sesama, berilah contoh dengan perbuatan berbagi pendapat tanpa ada yang merasa di sakiti.
wirasaputra , November 27, 2012
...
0
Pemahaman tentang Ketuhanan sebenarnya tidak perlu di perdebatkan mana yang benar mana yang salah, karena masing-masing punya pemahaman sendiri mengenai Tuhan, pemahaman tentan Tuhan di dasari dari tingkat kesadaran jiwa masing-masing orang, jadi jika terjadi diskusi mana pemahaman yang benar mengenai Tuhan antara orang yang tingkat kesadaran jiwanya rendah dengan orang yang tingkat kesadaran jiwa yang tinggi, orang dengan kesadaran jiwa yang rendah tidak bisa menerimanya, karena pemahaman mereka belum sampai ke situ, contohnya mahasiswa mendiskusikan matakuliah nya dengan siswa sekolah dasar, apa jadinya..? Sekeras apapun mahasiswa menjelaskan siswa sekolah dasar tidak akan mengerti, karena pemahaman mereka belum sampai ke situ, begitu pula dengan orang dengan kesadaran jiwa yang rendah pemahaman mereka tentang Tuhan hanya sebatas dasar2 atau hanya permukaan saja, dan itu wajar karena manusia perlu belajar untuk memahami sesuatu, tidak ada manusia yang terlahir langsung pintar. Sama halnya dengan jiwa perlu belajar juga, jiwa belajar dari kehidupan untuk bisa mencapai kesadaran lebih tinggi, reinkanasi adalah jalan agar jiwa belajar dari kehidupan untuk bisa mencapai kesadaran tertinggi.
Hubungan kita dengan Tuhan hanya antara diri kita dengan Tuhan dengan tidak memaksakan pendapat kita kepada orang lain, ini akan merusak hubungan kita dengan sesama, berilah contoh dengan perbuatan berbagi pendapat tanpa ada yang merasa di sakiti.
wirasaputra , November 27, 2012
Kesadaran Jiwa
0
Pemahaman tentang Ketuhanan sebenarnya tidak perlu di perdebatkan mana yang benar mana yang salah, karena masing-masing punya pemahaman sendiri mengenai Tuhan, pemahaman tentan Tuhan di dasari dari tingkat kesadaran jiwa masing-masing orang, jadi jika terjadi diskusi mana pemahaman yang benar mengenai Tuhan antara orang yang tingkat kesadaran jiwanya rendah dengan orang yang tingkat kesadaran jiwa yang tinggi, orang dengan kesadaran jiwa yang rendah tidak bisa menerimanya, karena pemahaman mereka belum sampai ke situ, contohnya mahasiswa mendiskusikan matakuliah nya dengan siswa sekolah dasar, apa jadinya..? Sekeras apapun mahasiswa menjelaskan siswa sekolah dasar tidak akan mengerti, karena pemahaman mereka belum sampai ke situ, begitu pula dengan orang dengan kesadaran jiwa yang rendah pemahaman mereka tentang Tuhan hanya sebatas dasar2 atau hanya permukaan saja, dan itu wajar karena manusia perlu belajar untuk memahami sesuatu, tidak ada manusia yang terlahir langsung pintar. Sama halnya dengan jiwa perlu belajar juga, jiwa belajar dari kehidupan untuk bisa mencapai kesadaran lebih tinggi, reinkanasi adalah jalan agar jiwa belajar dari kehidupan untuk bisa mencapai kesadaran tertinggi.
Hubungan kita dengan Tuhan hanya antara diri kita dengan Tuhan dengan tidak memaksakan pendapat kita kepada orang lain, ini akan merusak hubungan kita dengan sesama, berilah contoh dengan perbuatan berbagi pendapat tanpa ada yang merasa di sakiti.
wirasaputra , November 27, 2012
...
0

Kita tidak perlu berdebat tentang tuhan , pemahaman seseorang tentang ketuhanan berbeda-beda satu dengan lainnya sesuai dengan tingkat kesadaran jiwa orang tersebut, seperti contohnya kita tidak bisa memaksakan pengetahuan atau pemahaman pelajaran untuk mahasiswa kepada siswa sekolah dasar,karena pemikiran mereka belum sampai ke situ, butuh waktu dan pengalaman kehidupan untuk mencapai pemahaman tersebut, untuk itu lah reinkarnasi, memberikan pelajaran hidup dengan menjalani nya, Gus Dur mungkin sudah banyak ber reinkarnasi jadi kesadaran jiwanya tinggi, pemahaman ketuhanan nya sudah baik.
Jadi kita jangan menyalahkan pemahaman seseorang tentang ketuhanan yang dangkal karena kesadaran jiwa masih rendah, karena jiwa mereka baru di lahirkan ke dunia ini (young soul), kita wajib memakluminya dan lebih banyak mengalah, dan memberikan contoh dengan perbuatan yang baik, seperti kita mengajari anak-anak kita perbuatan yang baik.
Pada akhirnya perbedaan itu indah, bayangkan kalau bunga di dunia ini warna dan bentuknya sama, manusia hanya laki2 saja dan mukanya sama, apa tidak membosankan...?!?!?
Dunia ini indah karena perbedaan.....
wirasaputra , November 26, 2012
...
0
luar biasa, kita semua satu umat dalam Tuhan
oneng , November 19, 2012
Tuhan yg mana ?
0
Kalau menilik dari sumber ajaran dari sebuah agama, maka kemungkinan definisi Tuhan yg dimaksudkan oleh suatu agama akan berbeda dengan definisi Tuhan dari agama lain, mengingat ajaran dari agama-agama itu berbeda malah ada yg saling bertentangan
Kartikasari , November 19, 2012
Islam is my ideology
zahwa ellia
satu lagi yg perlu diketahui tentang Gus Dur. Dia bukanlah kyai Islam akan tetapi kyai Pluralisme yg ber-ktp Islam. Islam selain agama ritual dia juga sbg sebuah ideologi. Nah yg diajarkan GUS DUR adl sebuah ideologi yg bernama Pluralisme yg mengagnggap semua agama sama.
Dalam Islam kebenaran mutlak hanya Allah, tiada Illah(sesembahan) selain Allah. Mungkin Anda mengakui bahwa Tuhan itu Maha Esa, akan tetapi siapa illah(sesembahan Anda?), tak mungkin Anda menyembah Allah dan menjadikan Allah sbg Illah Anda. Itulah hakikat LaaIllaha Illallah (Tiada Tuhan sesembahan selain Allah).
zahwa ellia , November 13, 2012
komen
zahwa ellia
sepertinya penulis harus banyak belajar tentang Islam. Krn Allah bukanlah sebutan Tuhan org Arab , akan tetapi nama Tuhan seluruh umat manusia. Orang Arab jaman pra Islam mempunyai Tuhan(baca berhala) yg diberi nama Latta, Uzza dan Manna. Jadi salah kalo Anda menuliskan bahwa Allah adl sebutan Tuhan org Arab.
zahwa ellia , November 13, 2012
komen
0
sepertinya penulis harus lebih banyak belajar tentang Islam, krn masih banyak tulisan yg ngawur. Gus Dur bukanlah kyai yg memperjuangkan Islam, tp dia adl tokoh Pluralisme. Perlu diketahui Islam selain sbg sebuah agama ritual dia juga sbg Ideologi. Kalo kita tau bahwa isme adl ideologi/ paham maka pluralisme yg diajarkan Gus Dur sangat jauh dari Islam. Dan perlu diketahui Allah bukanlah sebutan utk Tuhan melainkan Allah adl nama Illah(sesembahan) dan nama Rabb(Tuhan). Jadi perlu diRalat tuh tulisannya , Allah bukanlah sebutan Tuhan melainkan nama Tuhan. Jadi Allah adl nama Tuhan sesembahan kami. Seharusnya kalian pun hanya menymbah Allah bukan tuhan yg lain.
zahwa , November 13, 2012
Media Hindu in different language
webmaster
Dear Sir / Madam Chandramouli

Quotes
==================================================
Sir,
I am from India .I want the Media Hindu in English.
==================================================

we still develop other language function. hopefully you are keep patient of this...we will back coming soon with this function

Regards
Administrator Media Hindu Online
webmaster , October 30, 2012
junior high school
0
semua agama percaya dengan Sebutan Tuhannya masing-masing.Saya yang beragama Hindu percaya dengan sebutan Ida Sanghyang Widhi Wasa dan Tuhan menurut agama saya berada pada diri masing masing.Tak Usah dipertentangkan bahwa Tuhan itu adalah sama untuk semua agama, hanya cara menyebut dan memujanya yang berbeda. smilies/smiley.gif
Astawan , October 26, 2012
media hindu
0
sir
i want read the media hindu in english
Chandramouli , October 19, 2012

Write comment

smaller | bigger

busy
 
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Paling Banyak Dibaca

Buku Tamu Terbaru

W. Imanto
bgm bisa pesan online bila pas checkout...kolom state/province yg waji...
Wednesday, 26 September 2012
Guest
Om Swastyastu, Mohon info Media Hindu menerima cetak buku selain buku-...
Wednesday, 19 September 2012
Redaksi Media Hindu
kepada Yth bpk Wayan Karyono, untuk naskah buku Bhaawad Gita silahkan ...
Monday, 17 September 2012

Komentar Artikel Terakhir