Thu 18 Mar 2010 |
|
BIRMINGHAM, ALABAMA,USA: hanya 59 % warga Amerika yang percaya adanya neraka, dibandingkan dengan 74 % yang percaya dengan sorga, ini menurut hasil jejak pendapat terakhir dari Forum Pew tentang agama dan kehidupan masyarakat. Pendeta Fred John, pastur Gereja Brookview Wesleyan di Irondale, Alabama berkata bahwa pastur berusaha menghindar dari topik tentang kutukan neraka abadi. “Kami khawatir kepercayaan tentang neraka abadi ini akan tidak relevan,” katanya.
Paus Yohanes Paulus II memancing diskusi hangat tahun 1999 ketika menggambarkan neraka sebagai “kondisi di mana seseorang bebas dan terpisah dari Tuhan, sumber dari segala kehidupan dan kebahagian.” Namun sejumlah ahli Kristen AS menggambarkan akan terjadi salah persepsi sebagai akibat menggambarkan neraka sebagai perpisahan abstrak dari Tuhan dibandingkan dengan menggambarkan neraka sebagai danau kutukan dengan api sangat panas dan abadi, sebuah konsep yang mereka (kaum Kristen) lebih sukai.[HPI mencatat: Kosmology Hindu sangat berbeda dengan Kristen, Hindu menyebutkan tentang tingkatan-tingkatan alam rohani di mana para dewa dan Tuhan berstana, dan juga menggambarkan adanya tempat penghukuman yang disebut sebagai Neraka Loka. Namun menurut pandangan Hindu, seseorang tidak akan dikutuk abadi (selamanya seperti di kepercayaan Kristen), melainkan tiap jiwa hanya menempati alam-alam tersebut (sorga/neraka) secara sementara karena tiap roh akan ber-evolusi melalui reinkarnasi (lahir kembali ke bumi berulang-ulang) ].
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 852 Trackback(0)
Comments (1)
![]()
Reinkarnasi Vs Moksa
Menurut Hindu (kalimat terakhir artikel di atas)bahwa jiwa hanya menempati surga dan neraka secara sementara, sebab jiwa akan ber-reinkarnasi (lahir kembali ke bumi berulang-ulang: kutipan artikel di atas)), kalau ini benar maka pertanyaannya adalah kapan jiwa (roh) manusia Hindu akan mampu mencapai moksa ? |
| Last Updated on Thursday, 18 March 2010 14:25 |









BIRMINGHAM, ALABAMA,USA: hanya 59 % warga Amerika yang percaya adanya neraka, dibandingkan dengan 74 % yang percaya dengan sorga, ini menurut hasil jejak pendapat terakhir dari Forum Pew tentang agama dan kehidupan masyarakat. Pendeta Fred John, pastur Gereja Brookview Wesleyan di Irondale, Alabama berkata bahwa pastur berusaha menghindar dari topik tentang kutukan neraka abadi. “Kami khawatir kepercayaan tentang neraka abadi ini akan tidak relevan,” katanya.
Paus Yohanes Paulus II memancing diskusi hangat tahun 1999 ketika menggambarkan neraka sebagai “kondisi di mana seseorang bebas dan terpisah dari Tuhan, sumber dari segala kehidupan dan kebahagian.” Namun sejumlah ahli Kristen AS menggambarkan akan terjadi salah persepsi sebagai akibat menggambarkan neraka sebagai perpisahan abstrak dari Tuhan dibandingkan dengan menggambarkan neraka sebagai danau kutukan dengan api sangat panas dan abadi, sebuah konsep yang mereka (kaum Kristen) lebih sukai.


