Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Nyepi tahun baru Saka 1934
PROGRAM MEDIA HINDU

Tue

06

Apr

2010

Konversi Agama PDF Print E-mail
Written by webmaster   
“Penyakit Kronis” di Bali Manfaatkan Kelemahan Pemahaman Agama dan Pelaksanaan Adat

Oleh : Surpi Aryadharma

Konversi agama sebagai penyakit kronis

Kasus konversi agama seperti sebuah penyakit kronis tetapi tidak banyak pihak yang menyadarinya. Bali yang dijadikan ladang misi sejak tahun 1630, mengalami panen besar sejak adanya pembabtisan bersejarah dan menggemparkan di Tukad Yeh Poh, Untal-Untal Dalung 11 Nopember 1931. Sejak saat itu, Kekristenan terus merambah Bali hingga konversi mencapai sekurangnya 27.500 jiwa. Angka ini baru yang berhasil dipanen oleh misi protestan, sementara Katolik diperkirakan mendapatkan pengikut yang setara. Konversi agama ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dengan upaya yang terstruktur, sistematis dan dinaungi oleh badan misi dunia.

Sejumlah sumber mengungkapkan, konversi agama di Bali terbagi atas tiga periode. Periode pertama tahun 1597- 1928, periode kedua tahun 1929-1936 berdasarkan efektifitas usaha penginjilan yang dilakukan. Kemudian periode terakhir 1937-1949 sebagai masa persiapan kelahiran Gereja Kristen Protestan Bali.

Periode pertama lebih banyak merupakan periode persiapan, di mana sejumlah badan misi dunia, para zendeling (misi Kristen) maupun misionaris (misi Katolik) mempelajari dan datang ke Bali. Sejumlah pendeta datang ke Bali dengan menyamar sebagai turis seperti Dr. H.W. Medhurst dan Dr. W.R. Baron Van Hoevall. Selain itu sejumlah peneliti dikirim sebagai tahap persiapan seperti Van Der Tuuk. Ia dikirim oleh Perhimpunan Missi Utrecht (U.Z.W.) yang bekerja sama dengan Lembaga Alkitab Belanda (N.B.G.). Van Der Tuuk bekerja di Bali tahun 1870–1873, di samping menerjemahkan injil juga membuat kamus bahasa Bali.

Sejumlah ahli yang sesungguhnya merupakan misionaris ini mempelajari dan mengkaji berbagai lontar kuno di Bali. Ternyata di balik kokohnya sistem adat, dilaporkan oleh para pekerja Kristen di Bali seperti Van Hoevall, sejak tahun 1846, sudah banyak masyarakat Bali yang tidak puas dengan system adat dan agama. Ditulis Hoeval banyak orang Bali merasakan sistem kasta yang ada dalam agama Hindu Bali tidak adil dan banyaknya upacara dan kewajiban sehubungan dengan penyelenggaraan upacara dan persembahyangan menyebabkan mereka jadi miskin. Inilah yang dipandang oleh Hoeval sebagai celah masuk untuk menyebarkan kekristenan di Bali.

Orang Bali pertama yang menjadi Kristen.

Namun walau zending terus bergulir di Bali dengan dikirimnya sejumlah penginjil, upaya pada tahap awal gagal. Tiga Pekabar Injil Belanda yang dikirim, yaitu van Eck, de Vroom, van der Jogt setelah 13 tahun usaha mereka, tahun 1873 hanya berhasil membabtis satu orang Bali yakni I Goesti Wajan Karangasem dari Bali Timur, Jagaraga
Singaraja.

I Goesti Wajan Karangasem ini yang diberi nama baptis Nicedemus. Namun karena tidak kuat menanggung beban pengucilan dari keluarga dan banjarnya, ia diduga membunuh De Room tahun 1881. Sejak kejadian berdarah yang menggemparkan itu, Belanda menutup aktivitas penginjilan dan Bali tertutup untuk waktu sekitar 50 tahun. Selain itu melalui perdebatan panjang, Belanda juga menerapkan kebijakan kebudayaan dan pendidikan yang dikenal dengan Baliseering (Balinisasi) yang dimulai tahun 1920-an yang menyulitkan para penginjil mendapatkan surat ijin untuk masuk ke Bali.

Walau demikian badan misi tidak menyerah. Di tengah tertutupnya aktivitas penginjilan, penginjil pribumi Salam Watias yang berasal dari Kediri, bekerja untuk Gereja Kristen Jawi Wetan (G.K.J.W) datang ke Bali untuk menjual buku-buku Kristen. Watias  menggunakan pendekatan cultural dan mendekati orang-orang Bali karena sesama “Wong Majapahit.” Ia menjual buku-buku tersebut hingga ke pelosok-pelosok desa khususnya di Bali utara.

Karena orang Bali mempunyai kesenangan membaca pelajaran-pelajaran agama, maka ribuan buku terjual. Buku yang paling digemari adalah Injil Lukas yang ditulis dalam bahasa Bali. Tidak tertutup kemungkinan para pendukung Surya Kanta yang tidak puas dengan kondisi riil adat dan agama Bali menjadi pembeli dari buku Salam Watias.

Sekitar 80 orang Bali akhirnya minta dibabtis oleh Watiyas. Namun pekerjaan yang  dinilai sangat berhasil dilakukan oleh Dr. R.A. Jaffray, Ketua C.M.A., dengan mempekerjakan Penginjil Cina yang bernama Tsang Kam Fuk, yang kemudian menyebut dirinya Tsang To Hang. Tsang To Hang berhasil masuk ke Bali tahun 1931 setelah CMA berhasil mendapatkan surat ijin khusus untuk menginjil orang-orang Tionghoa di Bali. Mereka telah menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan surat ijin masuk ke Bali, tetapi karena ijin itu tidak kunjung didapatkan, mereka menyiasati dengan meminta ijin untuk penginjilan terbatas pada orang-orang Tionghoa dan Belanda akhirnya mengabulkan permohonan itu.

Pan Loting.

Setelah satu setengah tahun upaya mereka di Denpasar hanya mampu membawa empat orang Tionghoa masuk Kristen, To Hang secara sadar melanggar surat ijin yang diberikan dan mulai menginjili orang-orang Bali.

Melalui seorang wanita Bali, istri seorang Tionghoa, ia berkenalan dengan beberapa orang Bali yang ingin keluar dari tradisi Hindu-Bali. Panen besar pun diperoleh dengan pembatisan yang menggemparkan Tanggal 11 November 931, Dr. Jaffray membabtis 12 orang Bali yang dipimpin oleh Pan Loting, di Sungai Yeh Poh.

Pan Loting adalah dukun sakti dan tokoh leak dari Buduk, yang oleh To Hang disebut sebagai tukang sihir. Pan Loting yang bernama asli I Made Gepek memiliki pengaruh yang luas karena ia dianggap orang sakti balian yang bisa membuat maupun menyembuhkan penyakit. Awalnya ia beradu ilmu dengan Tsang To Hang, tetapi kalah dan berikutnya debat teologis yang berakhir pada kekalahan sang tokoh leak.

Sampai To Hang diusir Belanda tahun 1933 ia telah berhasil membaptiskan sekitar 260 orang Bali. Setelah itu, Bali semakin terbuka dengan penginjilan dan puluhan badan misi terus bekerja di Bali untuk menambah pengikut dan jumlah gereja.

Dewasa ini, penginjilan bukan saja dilakukan dengan upaya propaganda, tetapi juga melalui badan-badan dan kegiatan besar yang dikemas menarik seperti Bali Gospel Festival yang digelar di GOR Ngurah Rai Denpasar. Kegiatan ini berupa penyembuhan masal dengan menggunakan doa-doa yang diisi dengan lagu-lagu pujian, ceramah dan persekutuan Kristen dari berbagai daerah di Bali.

Sejarah Kelam Kekristenan diBali

Agama Kristen menyadari adanya sejarah kelam kekristenan di Bali, di mana Kristen bukan saja lambat diterima di Pulau Dewata, tetapi dengan penolakan keras.

Ketua Sinode GKPB Bali saat ini Pdt. Drs. I Wayan Sudira Husada.MM mengatakan Kristen tengah berupaya memperbaiki sejarah kelam kekristenan di Bali, yakni kekristenan masuk dengan cara kasar dan menolak secara total sistem adat, sehingga mendapat pertentangan keras oleh orang Bali yang setia dengan adat. Dr. Jaffray dan Tsang To Hang meminta pemeluk kristen baru untuk membongkar sanggah karena dianggap pemujaan berhala yang sia-sia, tempat setan dan iblis dan melarang mengambil bagian pada kegiatan adat. Hal ini tentu saja menimbulkan ketersinggungan orang Bali yang pada akhirnya menjadi konflik berkepanjangan.

Penghancuran merajan/sanggah ini oleh Bishop Sudira merupakan kekeliruan dan kekristenan lebih bisa diterima jika dilakukan dengan cara-cara yang lebih lembut dan santun. Sehingga tidak heran di Gereja Abianbase, Mengwi, setiap sebulan sekali jemaat datang ke gereja mengenakan pakaian adat Bali, kebaktian dilakukan dengan bahasa Bali. Demikian pula dengan jemaat di gereja di Buduk dan Dalung.

Selain itu mereka juga turut melestarikan budaya Bali seperti gamelan dan tari Bali. Upaya ini sebagai jalan untuk meluruskan sejarah kelam kekristenan, di mana pada tahap awal Kristen identik dengan Eropa dan menganggap kehidupan orang Bali sarat dengan pemujaan berhala yang sia-sia, kabut gelap sehingga harus ditolak.

Faktor Utama Penyebab Konversi Agama di Bali

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, sekurangnya terdapat delapan factor utama penyebab orang Bali melakukan konversi, yakni :

Pertama. Ketidakpuasan atas system adat dan agama.
Sejak dulu sebagian kecil masyarakat Bali menunjukkan ketidakpuasan terhadap sistem adat dan agama. Selain itu, kelompok - kelompok yang ada di masyarakat memperlihatkan kepekaan yang berbeda terhadap doktrin keagamaan tertentu. Kerumitan banten yang dikaitkan dengan ekspresi keimanan, aturan adat yang kaku serta tidak adanya kelonggaran bagi anggota masyarakat untuk menjalankan ajaran agama menjadi keluhan yang belum terjawab. Hal ini menimbulkan goncangan sosial yang pada akhirnya menimbulkan anomi. Para penderita deprivasi ekstrim dan anomi memperlihatkan daya tanggap yang besar terhadap agama yang mengkhotbahkan pesan keselamatan.

Kedua. Krisis individu.
Manusia kerap mengalami krisis yang disebabkan oleh banyak hal seperti kondisi ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup, keretakan keluarga, perceraian, korban kekerasan atau perasaan berdosa karena merasa telah melakukan perbuatan tercela. Orang yang mengalami krisis cenderung mencari nilai baru, guna mendapatkan pemecahan dari persoalan yang dihadapi. Agama Kristen termasuk agama yang menawarkan pesan keselamatan yang membawa seseorang pada rasa damai sejahtera. Perpindahan agama diharapkan mampu membawa perubahan dalam hidupnya.

Ketiga. Ekonomi dan lingkungan sosial.
Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab seseorang pindah agama. Meletusnya Gunung Agung tahun 1963 diiringi dengan gelombang wabah dan kegagalan panen menimbulkan paceklik hampir di seluruh Bali. Hal itu dimanfaatkan oleh badan misi Kristen untuk memberikan bantuan seperti gandum dan alat-alat dapur maupun memberikan keahlian dengan tujuan imbalan masuk Kristen. Selain itu, banyak orang Bali karena belitan kemiskinan bersedia masuk Kristen dengan harapan mendapatkan bantuan dan terjadi peningkatan ekonomi. Kristen memiliki lembaga ekonomi yang mapan yakni Maha Bhoga Marga (MBM) yang memberikan kredit ringan bahkan bantuan Cuma Cuma untuk peningkatan ekonomi masyarakat kecil. MBM berdiri sejak 15 Januari 1963 yang pendanaannya berasal dari diakonia (dana yang terhimpun dari umat Kristen). Selain itu masih banyak lembaga sosial yang memiliki misi serupa, selain badan penyiaran seperti radio Kristen.

Keempat. Pengaruh ilmu kebatinan, Kehausan rohani dan janji keselamatan.
Ilmu kebatinan yang diajarkan Raden Atmaja Kusuma di Singaraja menjadi loncatan awal bagi kekristenan di Bali. Ajaran mistik ini sepintas mirip dengan ajaran Kristen di mana pencapaian spiritual dapat dicapai dengan pencerahan rohani, bukan dengan upacara yang besar. Umat Hindu yang mengalami kehausan rohani dulunya memang sulit mendapatkan jawaban, karena sedikitnya tokoh yang bisa memberikan pelayanan rohani.

Kelima. Keretakan keluarga dan urbanisasi.
Keluarga yang tidak harmonis mendorong terjadinya konversi. Anggota keluarga yang merasa terlempar dari ikatan keluarga dan merasa sebatang kara tanpa ada yang memperhatian cenderung akan mencari komunitas baru yang dapat dijadikan tempat untuk berbagi dalam kehidupannya.

Keenam. Perkawinan dan urutan kelahiran dalam keluarga.
Perkawinan seringkali menimbulkan terjadinya konversi agama. Wanita Bali yang kawin dengan pria Kristen sebagian besar akan mengikuti agama suami karena sistem patrialistik dari masyarakat Bali. Namun tidak sedikit justru pria Hindu yang mengikuti agama calon istrinya. Selain itu, urutan kelahiran dalam keluarga sangat berpengaruh. Di mana anak laki-laki yang bukan merupakan pewaris keluarga lebih mudah untuk beralih agama karena tidak terikat tanggung jawab dalam keluarganya. Juga mereka bukan penanggung jawab utama baik dalam melakukan pengabenan bagi orang tuanya maupun mengurus sanggah dan warisan keluarga.

Ketujuh. Kegiatan penginjilan yang agresif.
Kristen memang merupakan agama missioner. Tugas penginjilan bukan hanya dilakukan oleh penginjil profesional, tetapi juga oleh seluruh gereja dan jemaat. Banyak warga yang masuk Kristen karena kegiatan penginjilan yang mempropagandakan kehidupan yang lebih baik.

Kedelapan. Lemahnya pemahaman teologi (Brahmavidya).
Masyarakat Hindu di Bali yang menjalani agama cenderung dengan berbagai upacara menyebabkan teologi tidak mendapatkan tempat yang layak dalam pelajaran agamanya. Ketidaktahuan ini tentu saja merugikan dialog antar pemeluk agama maupun dengan penginjil yang memang mapan dalam berdebat. Delapan factor utama diatas  sesungguhnya berpangkal pada lemahnya pemahaman atas ajaran Hindu, sehingga para converts dengan mudah meninggalkan Hindu.

Dialog yang intensif.
Delapan faktor utama itu ternyata tidak berdiri sendiri, melainkan konversi terjadi karena akumulasi banyak faktor. Dari penelitian yang dilakukan, salah satu konversi bisa terjadi karena perkawinan, ditambah dengan adanya dialog yang intensif dan pembelajaran serta lemahnya pemahaman atas agama Hindu.    

Atau dengan terjadinya krisis individu yang tidak mendapatkan jawaban dalam pandangan hidup lama, ditambah dengan lemahnya pemahaman teologi dan kuatnya daya tarik komunitas Kristen yang tidak mengenal sanksi baik moral maupun material seperti dalam sistem adat Bali. Namun sebagian besar converts mengakui tidak pernah belajar Hindu secara baik dan tidak memahami teologi Hindu.

Hampir tidak ada konversi yang terjadi tanpa didahului dialog dengan mempertanyakan agama lama dan keunggulan agama Kristen. Dalam dialog dengan pemahaman yang minim, penganut Hindu memang sering kewalahan dengan umat Kristen yang dengan jelas mampu memaparkan keimanan, ibadah maupun teologi kekristenan. Olehnya sudah selayaknya para pemuka Hindu, majelis Hindu maupun tokoh-tokoh Hindu memikirkan penanaman teologi dan pentingnya dialog dalam pergaulan di era global yang tidak dapat dihindari ini.

Tulisan ini dipetik dari tesis: Konversi Agama Masyarakat Bali (Studi Kasus Konversi agama Hindu ke Kristen Protestan di Kelurahan Abianbase Kecamatan Mengwi Badung), Ni Kadek Surpi, IHDN Denpasar 2009

Trackback(0)

TrackBack URI for this entry

Comments (21)

Subscribe to this comment's feed
HINDU BANGKIT
Komang Socrates
Ahhh anda hanya mengulang-ulang saja. Lama2 bisa saja anda bilang: di Hindu tidak ada matematika pahala dan tidak menjanjikan bidadari... smilies/grin.gif Semoga tercapai cita2 anda
Untuk penyebaran Hindu, Media Hindu ini dan media2 lainnya sudah merintisnya, dan akan jalan terus. Jawa akan kembali Hindu, kembali kepada gama Budhi...
Komang Socrates , March 17, 2013
Agama memang harus disebarkan ...
Ketut Budiana
Faktanya Hindu memang tidak memiliki ajaran kasih antar sesama sebagaimana agama2 lain, dalam Islam misalnya ada zakat fitrah yg bisa dilihat nyata dlm pelaksanaannya, demikian juga dlm kristen ada kegiatan sinterklas dimana sifat penyayang memang ditumbuhkan sejak kanak kanak. Kemudian ajaran agama yg merupakan sebuah kebenaran maka hal wajib untuk disebar luaskan, nah disinilah umat Hindu harus memfilter dirinya jangan malah kebakaran jenggot, ibarat dipemilu "silahkan ambil hadiahnya dan jangan pilih orangnya", namun jika umat Hindu sendiri tdk peduli dg umat hindu yg lain maka jangan salahkan kalau agama lain yg mengambil peran tsb.

Socrates, pikiranmu memang kotor, apa yg kamu katakan sebagai paid bangkung itu hanya dugaan2 tanpa fakta, apakah sdh kamu tahu riwayat hidupku, aku pindah agama itu tahun 1985 dan menikah tahun 1990, bagaimana mau paid bangkung spt isi otakmu itu !! smilies/grin.gif
Ketut Budiana , March 16, 2013
untuk ke(n)tut budiana
Komang Socrates
Diamanakah tdk ada org yg miskin. Di NTT yg mayoritas Nasrani, sebagian besar mereka masih miskin dan terbelakang, kenapa para missionaris tdk mengurusi mereka saja, kok repot2 mengurus orang Hindu di Bali, kecuali ada udang di balik mi instan. Org2 muslim di Bali maupun di Jawa, banyak tinggal di emperan2 sungai, gang2 sempit berdesak2an dg kekumuhan, dakwahin aja mereka agar menjadi lbh baik. Orang2 Bali yang Hindu bisa mengurus dirinya sendiri dan bisa menyelesaikan masalah2nya, asal jangan direcokin aja. Adanya fakta konversi itulah yg hendak diwacanakan agar org2 Hindu menyadarinya, terbangun, dan mulai melkk upaya2 pencegahan.

Anda sendiri adalah "korban konversi", lalu agar anda tdk tampak buruk (mungkin korban mi instan atau 'paid bangkung'), mengatakan konversi itu lumrah dan menjelek-jelekkan Hindu tdk ada ajaran luhur, utk membenarkan konversi anda shg anda bs tidur nyenyak. Itu karena ketidaktahuan anda sendiri utk bersabar menjalani kehidupan, buru2 menerima bantuan instan dan dogma2 yg melenakan. Ajaran tri hita karana, catur paramita, dana punya, loka samgraha, dll adlh sebagian ajaran2 hindu yg mengajarkan kepedulian dan kesejahteraan, yg memang kalah gaungnya dg "sinetron religi". Tapi lucu juga anda menyebut "sinterklas" sbg suatu ajaran yg luhur.. anda masih anak2 yg butuh hadiah ya? Mayoritas org2 dewasa dan berpendidikan di Barat (darimana mitos Sinterklas itu berasal)tdk mempercayai bhw Sinterklas itu benar2 ada, ketika anak2 mereka mulai masuk SD, mulai diberitau kenyataan bhw S itu tdk nyata.
Jadi jika kami "ribut dan kebakaran jengkot", itu karena kami mulai terjaga...
Komang Socrates , March 14, 2013
Untuk komang SokCrates yg SoCritis
Ketut Budiana
ha ha ha ... kalau ada iming2 itu pastilah masyarakat yg memfilter, kalau di pemilu silahkan ambil hadiahnya jangan pilih orangnya. Kalau umat Hindu dg kehinduannya ia tetap miskin dan umat hindu yg lain nggak peduli maka tentu akan ada dakwah yg dibarengi dg charity dan mereka tahu kebutuhan dasar manusia, maka sebaiknyalah umat hindu jangan spt kebakaran jenggot, kalau sdh ada yg pindah agama barulah ribut, apa orang2 kaya di bali sdh peduli dg tetangganya yg amat miskin dan and harus ingat Hindu bukan spt agama lain yg mengajarkan zakat, infaq dan sadhaqoh, sinterklas dsb, gak ada ajaran luhur spt itu untuk sesama
Ketut Budiana , March 12, 2013
untuk kentut budiana
Komang Socrates
Lha, jelas saja komen anda itu tdk berisi, anda itu mengucapkan hal yg tdk perlu diucapkan, ya jelas saja binatang tdk ada konversi agama. Kenapa tdk sekalian saja anda contohkan juga dengan tumbuhan. Atau sekalian saja contohkan, binatang dan tumbuhan tidak bisa menggunakan akun palsu, hanya manusia yg bisa...wkkkk

Jika anda baca artikelnya, ada akan paham konversi spt apa yg dikawatirkan. Jika dilakukan sukarela karena pencarian diri, spt yg anda contohkan membeli baju di toko, ya monggo, itu dihargai sbg haknya org bersangkutan, habis perkara Tapi jika konversi karena memang missi yang sengaja utk membidik target tertentu, dg rayuan dan tipudaya, bantuan yang mengandung maksud lain, mengagamakan orang yg sudah beragama, menyebarkan kitab, brosur dan pamflet agama secara massif, berdakwah utk selalu mengajak org masuk ke agamanya, ya yg spt inilah konversi yg ditentang. Gitu bung.
Komang Socrates , March 11, 2013
Untuk Komang SokCrates
Ketut Budiana
Konversi agama itu memang lumrah, sesuatu yg wajar, kalau semua itu didasari oleh keinginan manusia untuk mencari dan menemukan kebenaran, mengapa tidak boleh ? Kalau anda pergi ke toko untuk membeli pakaian maka apa yg anda lakukan ? tentu anda akan menyeleksi memilih pakaian2 yg tersedia, nah kalau anda berkeinginan belajar agama2 yg ada dan memilih satu diantaranya, apakah ini aneh ? dan bung ketahuilah diantara mahluk nyata didunia ini hanya manusialah yg beragama namun ada juga yg ateis, oleh karenanya gak ada tuh konversi agama untuk hewan, apa salah komentar saya ?
Ketut Budiana , March 08, 2013
@ketut budiana
Komang Socrates
Konversi lumrah? kok membandingkannya dg binatang. komen anda mmg aneh2
Komang Socrates , January 29, 2013
Astungkara
0
Astungkara Umat Hindu sudah banyak yang melek dan banyak yang pintar memilah mana yang benar an mana yang tidak .semakin dilihat kedepan perkembangan umat Hindu diluar Bali malahan yang paling gencar terjadi dan semoga Dibali yang telah berpaling bisa kembali kejalan Dharma karena iming2 kekayaan, sorga dll hanyalah semu semata .
Hendro , December 14, 2012
...
0
Faktor penyebab suburnya aktifitas konversi memeng sangat komplek seperti terpapar diatas.Namun intinya adalah maslah pemahaman agama dan keimanan yang kokoh.Semiskin apapun dan sehebat apapun goncangan dalam kehidupan sesorang ,namun apabila memiliki pemehaman akan tatwa agama dan keimanan/srada yang kokoh maka keyakinan akan agama bisa dipertahankan.Orang Bali terlalu diam menghadapi masalah konversi atau kurang reaktif,walau sebenarnya banyak orang Hindhu Bali yang sangat memiliki kredibilitas dan kapasitas sebagai agamawan yang mampu untuk membawa kaum Hindhu memiliki pertahan yang kokoh terhadap berbagai upaya konversi.Media2 di Bali juga kurang agresif menyuarakan permasalahan konversi tersebut.Saya pribadi menghimbau agar media hindhu sebagai sebagai salah satu corongnya kaum Hindhu akan mampu melahirkan para militan2 hindhu yang santun,intelek dan berani dalam membela Hindhu,mempertahankan Hindhu serta mengembangkan Handhu kedepannya.Satu halyang perlu disosialisasikan pada masyarakat luas Hindu bali adalah akan pemahaman agam hindhu,dan juga pengajaran bahwa agama Weda adalah agam yang jauh lebih sempurnya dan rohani serta memiliki bobot yang jauh lebih tinggi dibandingkan Kristen.Ini sangat urgent untuk disosialisasikan agar bisa memperkuat keimanan/srada kaum Hindhu Bali,sehingga tak akan mudah terhasut oleh agresifitas para konvertor agama.
dwi puji , December 05, 2012
great...
0
sepertinya saya ingin menjadi orang yang bisa membagi ilmu ttg Hindu tercinta dgn mereka yang telah goyah, tapi bukan profesi saya..... hehe
teman-teman yang berintlektual jgn mpe ikutan konversi ea!!!! jay hindu
arie , October 20, 2012
Bagus
0
::‧(◦ˆ ⌣ ˆ◦)::‧(yaa)
‎​. SI!!!‎​
Informatif
Bagi semua pembaca
Agung Ari , March 18, 2012
Jangan takut konversi !
Ketut Budiana
Konversi agama adalah sebuah fenomena yg lumrah, ini adalah dampak dari kemampuan berfikir manusia, kalau binatang kan nggak mungkin dikonversi, beragama saja nggak ya kan ? smilies/wink.gif
Ketut Budiana , January 22, 2012
bukti agresifitas kristen dalam kristenisasi dunia
0
saya tidak setuju dengan perilaku2 org2 kristen.. mereka seolah-olah mencuci otak atau brain-wash sehingga meyakinkan agama yang dianut oleh orang2 non-kristen adalah salah dan dianggap meneyembah berhala.. saya rasa dalam keadaan apapun menggoyahkan keyakinan atau iman seseorang adalah dosa besar.. jangankan meyakinkan orang masuk kristen ketika orang tsb sedang tidak mempunyai semangat 'hidup' lagi, kalau mau lebih gila lagi menghasut org untuk bunuh diri saja saya rasa org tsb mau..
KRISTEN STOP REBUT UMAT AGAMA LAIN,, FOKUS AJA MEMUJA TUHAN LO..
tidak setuju dengan kristen , January 07, 2012
...
0
Mudah2 orang hindu dimanapun mereka berada dan apapun yg terjadi kepada mereka,mudah2an mereka tetap berpegang teguh kepada agama hindu.smilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gif
gadungan , October 22, 2011
...
0
Ulasan dan informasi yang menarik, agar seimbang mungkin perlu disisipkan wawancara dengan para pemuka agama kedua belah(Hindu dan Kristen).Bagaimana dengan Islam ? Adakah data sejarah mengenai konversi ke Islam di Bali ?
Saya berharap akan turun tulisan yang cukup akurat mengenai hal tersebut dalam mediaHindu.
widiAdana , July 19, 2011
Buku
0
ya, itulah realitas saat ini. jadi pengen miliki bukunya bu Surpi neh, tapi finansial belum mumpuni,,,smilies/grin.gifsmilies/grin.gif
awitara , May 15, 2011
informatif
0
tulisannya sungguh bagus dan informatif,, trimakasih,, pengetahuan saya menjadi bertambah
Tu Rah , April 26, 2011
pengaturan akan jika terjadi perceraian
0
om swastiastu,

jika dalam keluarga hindu terjadi sebuah perceraian hukum apa yg dipakai?adat atau negara? dan jika dalam perceraian itu ada seorang anak di bawah umur siapakah yang berhak mengasuh anak tersebut?
ian , January 14, 2011
...
0
OM SWASTIASTU, sy bangga sekali dilahirkan sebagai umat hindu
karna hindu adalah agama yang terbaik untuk menentukan
mau kemana arh kehidupan ini berjalan ,,,,, AGAR MENCAPAI MOKSA ,,
Treh IDewa Btuaya , June 01, 2010
bagus!
0
tulisan bagus dan informatif
Sam , May 08, 2010
bagus!
0
saya pikir tulisan ini sangat baik, bahkan oleh pihak non Hindu, tulisan ini sangat informatif.
salam
Sam , May 08, 2010

Write comment

smaller | bigger

busy
Last Updated on Wednesday, 07 April 2010 09:01
 
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Paling Banyak Dibaca

Buku Tamu Terbaru

W. Imanto
bgm bisa pesan online bila pas checkout...kolom state/province yg waji...
Wednesday, 26 September 2012
Guest
Om Swastyastu, Mohon info Media Hindu menerima cetak buku selain buku-...
Wednesday, 19 September 2012
Redaksi Media Hindu
kepada Yth bpk Wayan Karyono, untuk naskah buku Bhaawad Gita silahkan ...
Monday, 17 September 2012

Komentar Artikel Terakhir