Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Nyepi tahun baru Saka 1934
PROGRAM MEDIA HINDU

Wed

07

Apr

2010

Meninggalkan Agama Bali = Mati Atau Dianggap Gila PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Clifford Geertz :
ifford Geertz, yang pernah tinggal di Tihingan, Klungkung, ketika meneliti tentang Bali, pada tahun 1950an, mengenai misionaris di Bali menulis sebagai berikut:

”Misionaris-misionaris Kristen tak pernah membuat banyak kemajuan di pulau itu dan, berkaitan dengan ketidak percayaan mereka terhadap rezim penjajah, kesempatan-kesempatan para misionaris ini sekarang tampak lebih kecil dari pada yang pernah mereka dapatkan. Juga orang Bali tidak mungkin menjadi Muslim dalam jumlah besar, meskipun pada umumnya orang Indonesia beragama Islam.

Mereka, sebagai suatu masyarakat, sangat sadar dan secara menyakitkan bangga menjadi sebuah pulau Hindu di laut Muslim, dan sikap mereka terhadap Islam seperti sikap seorang istri bangsawan terhadap binatang-kecil. Menjadi entah Kristen atau Muslim, dalam mata mereka, sama dengan berhenti menjadi orang Bali, dan memang seorang individu langka yang bertobat (maksudnya menjadi Kristen atau Islam, red) masih dianggap, malah oleh kebanyakan orang yang toleran dan yang terpelajar, telah meninggalkan tidak hanya agama Bali melainkan Bali, dan barangkali dianggap gila. Baik agama Kristen maupun Islam bisa mempengaruhi perkembangan-perkembangan agama lebih lanjut di pulau itu; tapi keduanya sebenarnya tidak punya kesempatan untuk mengontrol perkembangan- perkembangan itu. Dalam catatan kaki, Geerts menulis bahwa penilaian yang sama juga diberikan oleh seorang linguis misionaris, J.L Swelengrebel, Introduction, dalam Swelengrebel et al. Bali 65-67 (Clifford Geertz : ”Tafsir Kebudayaan,” Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1992, hal 138 – 137).
Trackback(0)
Comments (2)Add Comment
Ketut Budiana
Ketut Budiana
January 22, 2012
114.79.62.133
Votes: +0
POLA PIKIR KELIRU

Kalau orang itu GILA, apa mungkin ia mampu berfikir tentang agama dan lalu pindah agama ... ?

I Nyoman
I Nyoman
April 30, 2010
167.205.22.105
Votes: +1
meninggalkan agama = "mati"

Sebagai orang yang sejak kecil merantau, saya merasakan dan meyakini idiom semacam itu, pindah agama = mati atau gila. Tetapi saya baru tahu kalau ada seorang misionaris yang punya kejujuran dan keberanian yang cukup tinggi untuk mengakui hal tersebut secara terbuka. Semoga idiom semacam ini masih terpelihara dengan baik dalam sanubari setiap insan yang saat ini belum "mati atau gila". Dihadapkan dengan keterbukaan dan toleransi masyarakat Hindu (Bali pada khususnya)yang kadang berlebihan, idiom semacam ini dapat menjadi benteng pertahanan keHinduan kita, tanpa harus menutup diri apalagi menjadi intoleran.

Write comment
 
 
smaller | bigger
 

busy
 
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Paling Banyak Dibaca

Buku Tamu Terbaru

pura ys
saya salut terbitan MH terakhir mengulas tentang wiraswasta Hindu, sud...
Saturday, 28 April 2012
Luh Desi Puspareni
Om Swastyastu, , , kepada redaksi Media Hindu, saya ingin mengajukan p...
Thursday, 29 March 2012
de locong
saya sebagai generasi muda hindu bali yatim piatu yg baru berumahtangg...
Monday, 13 February 2012

Komentar Artikel Terakhir