Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Nyepi tahun baru Saka 1933
PROGRAM MEDIA HINDU

Wed

07

Apr

2010

Dharma Hanya Melindungi Mereka Yang Ada di Jalan Dharma PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Ceramah: Sri Sathya Sai Baba

Kata “dharma” berasal dari akar “dhr”, yang berarti “pakaian”. Dharma adalah pakaian pelindung. Dharmaraja berkata: "Siapapun yang melindungi dharma, maka ia pun akan dilindungi oleh dharma”.

Dharma adalah pondasi untuk kesejahteraan ras manusia; dharma adalah kebenaran yang kokoh sepanjang zaman. Seseorang yang tidak mengikuti dharma adalah suatu beban bagi kehidupan di bumi. Semua kekayaan yang ia kumpulkan tidak akan menemaninya ketika ia meninggalkan dunia ini. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan anugrah Tuhan dari pada mendapat semua kekayaan di dunia ini.

Dalam semua aktivitas duniawi, kamu harus hati-hati jangan sampai melukai kebenaran, atau melanggar hukum alam. Kamu harus bersiap diri sepanjang waktu untuk mengikuti suara hati; kamu perlu mengamati langkah-langkahmu untuk melihat apakah kamu berada di jalan orang lain; kamu harus waspada untuk menemukan Kebenaran itu di belakang semua perbedaan ini. Itu adalah dharmamu. Tidak ada satu dharma bagi orang-orang India dan yang lain bagi orang Barat. Dharma adalah universal. Ada suatu test yang bisa diaplikasikan terhadap tindakan apapun dan dengan demikian kamu bisa menentukan jika itu berdasarkan dharma. Jangan sampai tindakanmu merugikan atau melukai orang lain. Arus ini dari pengenalan bahwa Cahaya Dewata (Tuhan), adalah sama pada setiap bentuk kehidupan dan jika kamu melukai/merugikan orang lain berarti kamu sedang melukai/merugikan Cahaya Tuhan yang sama yang ada di dalam dirimu sendiri.

Ada lima jenis dharma atau kewajiban: Kula dharma (kewajiban yang berkenaan dengan kelompok seseorang), desa dharma (kewajiban kepada bangsa), matha dharma ( kewajiban yang bersangkutan dengan agama seseorang), gana dharma (kewajiban yang berkenaan dengan masyarakat) dan aapad dharma (kewajiban seseorang ketika berhadapan dengan bahaya).

Semua lima jenis kewajiban ini dihubungkan dengan kehidupan seseorang di dunia yang luar biasa ini dan tidaklah terkait dengan Kenyataan Yang Tertinggi (Brahman). Semua kewajiban ini mempunyai sanksi/hukuman atas pelanggarannya. Tanpa sanksi yang terorganisir, hidup adalah sebuah kemustahilan.

Dharma melindungi mereka yang melindungi dharma. Tempat dharma yang benar adalah hati dan apa yang berasal dari hati sebagai gagasan murni dalam tindakan adalah dharma. Masing-masing orang harus menjalankan kewajiban yang telah dibebankan kepadanya dengan penuh tanggung jawab, sejauh kemampuannya. Di sana harus ada koordinasi antara apa yang dirasakan, dikatakan dan dikerjakan. Pekerjaan adalah bentuk pemujaanyang terbaik.

Jika kamu mulai peduli bahwa kewajiban adalah pemujaan kepada Tuhan, ego segera lenyap. Kamu akan merasakan keesaan dan kesatuan dari semua kehidupan; dengan kata lain, kamu akan mendapatkan pengalaman ketuhanan di dalam segalanya. Jalankan kewajibanmu dengan semangat pemujaan.

Laksanakan kewajiban-kewajibanmu dengan penuh kesadaran dan sebagai pengabdian semampumu; selesaikan semua seolah-olah itu adalah pemujaan kepada Tuhan, tinggalkan semua buah dari tindakan itu kepada Kehendak-Nya, Cinta Kasih-Nya. Jangan terpengaruh ketika hasil yang kamu targetkan tidak tercapai; tinggalkan semua itu kepada-Nya. Tuhan memberimu waktu, ruang, penyebab, material, gagasan, ketrampilan, kesempatan dan keberuntungan; gunakan semua itu tetapi jangan hanya diperuntukkan
kepada diri sendiri. Jadi, mengapa kamu menganggap seolah-olah kamu adalah pelaku? Jalankan kewajibanmu sebagai sadhana yang tulus.

Apapun juga yang kamu lakukan kamu harus menganggapnya sebagai tugas tanpa alasan kepentingan pribadi. Melalui pemenuhan keinginan kita akan terlahir kembali, melalui tindakan tanpa terikat hasilnya anaasakti karma kita dapat mencapai kebebasan dari kelahiran kembali.

Lakukan pekerjaan. Bukan untuk kepentingan karyawanmu, tetapi untuk Tuhan. Semuanya harus menjadi seorang pekerja, seorang pekerja keras, seorang pekerja yang tulus dan seorang pekerja yang semangat: Karmajeevi, seorang karmayogi. Karmayoga adalah
jauh lebih hebat daripada karmasanyasa.
Trackback(0)
Comments (0)Add Comment
Write comment
 
 
smaller | bigger
 

busy
 
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Paling Banyak Dibaca

Buku Tamu Terbaru

aZ
Om Swastyastu mungkin lebih bagus kalau di adakan debat dengan antara ...
Tuesday, 10 January 2012
comanx bayu
om swasti astu slm dharma, pada tanggal 29 desember yang akan datang, ...
Sunday, 18 December 2011
Dewa Gd Darmawana
Om Swastyastu Rahajeng,..salam kenal tyang penggemar media hindu,.arti...
Tuesday, 15 November 2011

Komentar Artikel Terakhir