Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Nyepi tahun baru Saka 1933
PROGRAM MEDIA HINDU

Tue

15

Jun

2010

Monotheisme Melahirkan Fanatisme dan Kekerasan PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Oleh Agus S. Mantik

Kitab 2 Raja-Raja (21)
Manasye berumur duabelas tahun pada waktu dia menjadi raja dan limapuluh tahun lamanya dia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya adalah Hephzibah. Di mata Tuhan raja ini melakukan kejahatan karena menjalankan praktek praktek keagamaan dari bangsa-bangsa yang sudah dihalau sebelum kedatangan bangsa Israel. Dia mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan ayahnya Hezekiah; Dia membangun mezbah-mezbah untuk Baal, membuat patung seperti Ahab raja Israel telah melakukannya. Dia sujud menyembah tentara langit. Dia membangun rangkaian mezbah di dalam rumah Tuhan di mana Tuhan telah berfirman:

“Di Yerusalem Aku akan menaruh namaKu.” Di kedua halaman dari rumah Tuhan, dia membangun mezbah-mezbah untuk semua tentara langit. Dia menjadikan putranya sendiri sebagai kurban dan menjalankan praktek ilmu hitam, berkonsultasi dengan para dukun dan pemanggil roh. Dia melaksanakan kejahatan di mataNya Tuhan yang menyebabkanNya marah.

Dia juga menempatkan patung Asherah yang dibuatnya sendiri di rumah Tuhan di mana Tuhan telah berfirman kepada Daud dan Sulaeman: ”Dalam rumah ini dan Yerusalem yang telah Kupilih dari antara semua suku Israel, Aku akan menaruh namaKu untuk selama-lamanya. Aku tidak akan membiarkan bangsa Israel lagi dibawa keluar dari tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka asal saja mereka tetap berbuat tepat seperti yang telah Kuperintahkan kepada mereka dan tepat menurut hukum yang telah diperintahkan kepada mereka oleh hambaKu Musa. Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan Manasye menyesatkan mereka, sehingga melakukan yang jahat lebih daripada bangsa-bangsa yang telah dipunahkan Tuhan dari hadapan orang Israel.

Kemudian berfirmanlah Tuhan dengan perantaraan para hambaNya yakni para Nabi: “Oleh karena Manasye raja Yehuda telah melakukan kekejian-kekejian ini, berbuat jahat lebih daripada segala yang telah dilakukan oleh para Amori yang mendahului dia dan telah memimpin orang Yehuda menempuh dosa dengan patung-patungnya, beginilah firman Tuhan Allah Israel: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas Yerusalem dan Yehuda sehingga setiap orang yang mendengarnya akan bising kedua telinganya. Dan Aku akan merentangkan tali di atas seluruh Yerusalem tali pengukur yang dipergunakan untuk melawan Samaria dan tali unting-unting sama seperti atas keluarga Ahab. Aku akan menyapu bersih Yerusalem bagaikan seorang membersihkan sebuah piring, membersihkannya dan membalikkannya. Aku akan meninggalkan sisa sisa pusakaKu dan memberikannya kepada musuh-musuh mereka. Mereka akan dirampok dan dijarah oleh musuh-musuh mereka, sebab mereka telah berbuat dosa di mataKu dan telah membuat-Ku murka sejak leluhur mereka keluar dari Mesir sampai kepada hari ini.”

Perang atas nama agama dilakukan oleh Kristen dan Islam. Mengapa Tuhan bangsa Israel demikian marah kepada umat yang suatu saat pernah Dia anggap sebagai bangsa pilihanNya? Karena mereka mulai menduakan Tuhan mereka sendiri dengan juga menyembah Baal dan Asherah. Sejarawan Philo dari Byblos (314M) mencatat kejadian kejadian ini: sebagai kepala dari rangkaian Baal para dewa dari bangsa Canaan adalah El yang memiliki istri Asherah. El mengawini ketiga saudari saudarinya di mana salah satunya adalah Astarte. Yang terakhir ini juga sering disebut Astharoth di dalam Perjanjian Lama (Hakim-Hakim 10:6ff). Sembah juga ditujukan kepada Anath dewi perang dan dewi kesuburan. Anath memakai potongan tangan-tangan manusia sebagai busananya dan berkalung untaian tengkorak manusia. Dia menginjak kepala-kepala manusia yang berserakan di sekitar kakinya. Anath adalahsaudari dan juga istri Baal dewa badai dan hujan. Lambang Baal adalah kepala sapi jantan.

Beberapa tahun silam telah diketemukan beberapa tempat pemujaan ’orang orang kafir’ ini dengan ’dewa dewa mereka yang aneh’ di berbagai tempat (di Israel modern). Di satu lahan yang dikelilingi oleh batu batu ceper ada batu pemujaan yang sama dengan ketika Canaan masih dihuni oleh penduduk aslinya. Di tengah-tengahnya ada pratima dari perunggu yaitu Baal sendiri yang lagi duduk. Sedang sang dewi kesuburan biasanya disembah pada bukit bukit atau di gunung.

Sepintas lalu ceritera di atas tentu tidak jauh bedanya dengan penyembahan Durga atau Kali dari yang kita temukan di dalam Hinduisme. Hanya saja pemahaman simbolisasi yang dengan jelas diceriterakan mengenai hal ini di dalam tantra diartikan secara harfiah di dalam Perjanjian Lama. Hal ini memang benar demikian sebab bukti- bukti terakhir mengenai orang Phunisia (salah satu bangsa penghuni pemula Canaan) baik mengenai kapal-kapal mereka maupun juga cara hidup mereka pada waktu itu dengan pasti menunjukkan bahwa mereka adalah orang Arya. Akan tetapi para nabi bangsa Israel seluruhnya mengutuk ‘konversi’ dari raja Manasye ini. Di dalam Injil Yesayas (1, 21) dipertanyakan bagaimana orang orang saleh ini semuanya menjadi pelacur? Laporan resmi juga menyatakan ’Yang Paling Dibenci dari Orang Orang Kafir’ (Abomination of the Heathens).

Sepanjang 40 tahun perkelanaan bangsa Israel ketika keluar dari Mesir (di dalam jaman Musa) sampai kepada ketika mereka sampai di tanah yang telah dijanjikan oleh Tuhan mereka (Canaan) perang dan kekerasan tidak pernah berhenti. Tiadanya toleransi di dalam monotheisme telah ditulis dengan darah sepanjang sejarah manusia. Penyembah dari satu Tuhan yang cemburu melakukan peperangan terhadap mereka yang memiliki kepercayaan yang lain. Mereka menjatuhkan hukuman Tuhan atas kekejaman yang diderita oleh mereka yang dikalahkan.

Semangat dari Israel lama diwarisi oleh Kristiani dan Islam. Perang antar agama yang adalah hasil dari fanatisme yang membenarkan pembunuhan dari orang-orang yang berbeda kepercayaannya hampir-hampir tidak dikenal di dalam Hindu. Memang di sana sini terjadi letupan fanatisme, tetapi Hindu tidak pernah menganjurkan penghukuman terhadap mereka yang tidak memiliki kepercayaan yang sama. Dapatlah dikatakan bahwa sejarahnya adalah bersih dari halhal yang demikian.

Hindu sanggup mempersatukan bersama di dalam kedamaian berbagai kelompok manusia. Buddhisme yang mengklaim pengikutnya sebanyak seperlima dari umat manusia selalu menghormati kepercayaan yang lain dan tidak pernah mempengaruhi mereka dengan kekerasan. Bukubuku Buddha permulaan menceriterakan bagaimana Buddha mengutuk kecenderungan dari berbagai kelompok untuk memamerkan ajaran mereka dan menjelek - jelekkan ajaran lain (Sutha Nipata, 782, lihat juga Angukara Nikaya iii, 57, 1 di mana Buddha menganjurkan pemberian hadiah dari pengikutnya juga kepada yang non-Buddhist. Buddha mengakui hak dari yang non-Buddhist untuk naik ke sorga (Radhakrishnan).
Trackback(0)
Comments (5)Add Comment
Ketut Budiana
Ketut Budiana
January 22, 2012
114.79.62.133
Votes: +0
Monotheisme, Yes !

Bumi ini hanya SATU buah, berada di alam dunia yg juga hanya SATU, yang menciptakan dunia dan isinya ini tentu hanya SATU yaitu Allah, bersifat tunggal dan tidak ganda. Anda bayangkan sendiri kalau setiap agama punya satu Tuhan, dan ada ratusan agama di dunia ini maka berarti akan ada ratusan tuhan yg akan bertikai untuk saling mengklaim atas kepemilikan dan siapa yg paling berhak atas pengaturan dunia.... kebenaran itu hanya SATU (mono) yg datang dari SATU SUMBER (mono), tidak ada kebenaran ganda (ambigius).

0
ibnusomowiyono
January 12, 2012
114.79.59.159
Votes: +0
Superior menjadikan manusia menjadi mosnter.

Setahu saya agama Hindu tak mewajibkan pengikutnya menyebarkan agamanya. (Kuliah Penghayatan dan pengamalan Pancasila di zaman Orde Baru). Jadi tak ada janji mendapatkan "imbalan" dari "Tuhan" nya agama Hindu untuk menyebarkan agama yang dianutnya. Sebagian besar agama menjanjikan kebahagian abadi (pahala) bagi penganutnya jika mengamalkan ajaran agamanya, termasuk menyebarkan agama yang dianutnya.
Nah, mungkin inilah yang menjadikan penganut agama Hindu merasa tak terbebani untuk secara agresif menyebarkan agamanya. Namun dalam kenyataan terpulang pada individu masing-masing.
Sering kali agama dimanfaatkan untuk "keperluan" lain diluar tujuan memperoleh kebahagiaan abadi. Inilah sebabnya semua agama, baik yang monotheis maupun yang polytheis dapat "terseret" pada fanatisme sehingga menyebabkan terjadinya kekerasan. Saat inipun hal itu dapat kita jumpai pada kenyataan, misalnya politisasi agama untuk memperoleh kekuasaan yang dapat "memaksakan" kehendak sekelompok manusia.
Jadi yang perlu diwaspadai adalah "fanatisme yang dapat menjadikan sekelompok manusia merasa superior", merasa hebat sendiri, merasa benar sendiri............... dan menganggap yang lain "sampah" yang boleh diperlakukan sesuka hati oleh sang penguasa.
Orang boleh saja merasa super (sesuai dengan motifasi Mario Teguh dalam The Golden way), namun saya katakan "super" sangat berlainan dengan "siperior". Kata super artinya memiliki kelebihan dari yang lain namun bukan merasa lebih dalam segalanya. Superior justru dapat merubah mereka yang merasa super dalam segala-galanya menjadi monster.
Sekarang saya perlu bertanya: Benarkah agama dapat menjadikan pemeluknya merasa superior? Semua agama mengajarkan "adanya " kekuasaan yang melebhi kehebatan manusia atau kelompok manusia, dan menyadarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan sehingga tak akan menjadikan manusia atau kelompok manusia merasa superior. Akan sangat berbeda dengan mereka yang atheis, yang menisbikan keberadaan dan kekuasaan Tuhan.
Semoga tulisan saya ini dapat menjadikan setiap pemeluk agama tak merasa superior sebab merasa superior dapat menjadikan seseorang tak ada bedanya dengan yang atheis, bukan polytheis maupun monotheis.

0
ibnusomowiyono
May 29, 2011
182.1.50.173
Votes: +0
Teori Paralogika

Menurut Teori Paralogika:
1. Tuhan YME menyediakan segalanya, sehingga Dia tak termasuk yang disediakan Nya.
2. Tuhan YME memberikan kesadaran (consciousness) kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing.
3. Tuhan YME memberikan kesempatan untuk memilih: patuh kepada Nya atau memilih jalan sendiri. Setiap pilihan membawa konsekensi dan harus berani menanggung akibatnya.
4. Semua yang terjadi (termasuk perang) adalah ulah ciptan Nya, namun tak mungkin terjadi tanpa izin Nya.
5. Izin itu diberikan agar ciptan Nya dapat memanfaatkan semua yang telah tersedia dan ciptaan Nya dapat mengurusi diri,jenis dan lingkungannya.
Ingin lebih tahu masalah Teori Paralogika atau Teori Som Wyn cari lewat mesin pencari google:

0
I gede adi pranata
May 13, 2011
114.56.157.29
Votes: +0
...

Mengerti cerita ramayana dan mahabrata dl mas yohanes, karena jagan anda hanya melihat itu adalah cerita perang. Dalam perang itu bukan sekedar perang tapi disana ada cerita yang mengajarkan agar umat hindu menjqlankan darma dengan baik. Menghormati agama lain pun juga ada disana, menghormati sesama dan menunjang kebenaran..... smilies/cool.gif
Di cerita mahabrata bahkan ada perkataan2 krisna sebagai manisfestasi tuhan, sebagai pengajaran untuk menjalankan kehidupan dengan ajaran dharma. So sudah jelas anda pahami dulu cerita nya baru anda nilai.

0
Komang Yohanes
March 04, 2011
125.164.243.130
Votes: -1
...

Hindu -pun mengajarkan Kekerasan

kata siapa Hindu tidak mengajarkan kekerasan? selama ini pengikut Hindu mengklaim agama damai santun, tdk seperti agama lain Kristen dan Islam. betulkah demikian?
orang-orang hindu lupa dg kitab sucinya yang banyak berisi perang antar raja-raja, bahkan Tuhannpun juga menganjurkan peperangan:
1. Perang Ramayana
perang antara rama dan dasamuka, padahal hanya gara-gara wanita, yaitu shinta diculik Rahwana, mengakibatkan ribuan org mati hanya gara-gara wanita? pdhal yng memimpin perang tsb adalah Rama avatar Tuhan.

2. MahaBarata
saking hebatnya peperangan ini disebut dg maha, peperangan antara Kurawa dan Pandawa, gara-gara merebutkan tahta dan kekuasaan.
padahal keduanya bersaudara, yg aneh lagi pandawa membunuh gurunya sendiri. aenhnya disuruh oleh Tuhan yaitu Krisna. keberanian arjuna dlm membunuh gurunya ini oleh Krisna arjuna dianggap mencapai tingkatan moksa.

maka sangat enh sekali jika selama ini Hindu mengklaim agamanya yg paling damai, justru mereka menutup borok luka busunya sendiri tapi menuding borok orang lain.

Write comment
 
 
smaller | bigger
 

busy
Last Updated on Tuesday, 15 June 2010 11:39
 
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Paling Banyak Dibaca

Buku Tamu Terbaru

aZ
Om Swastyastu mungkin lebih bagus kalau di adakan debat dengan antara ...
Tuesday, 10 January 2012
comanx bayu
om swasti astu slm dharma, pada tanggal 29 desember yang akan datang, ...
Sunday, 18 December 2011
Dewa Gd Darmawana
Om Swastyastu Rahajeng,..salam kenal tyang penggemar media hindu,.arti...
Tuesday, 15 November 2011

Komentar Artikel Terakhir