Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Nyepi tahun baru Saka 1934
PROGRAM MEDIA HINDU

Wed

03

Nov

2010

Sekilas Tentang Kundalini PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Oleh KS Damar Wiseso

Membaca pertanyaan tentang Kundalini di rubrik “TANYA MH”, saya merasa terpanggil untuk turut berbagi mengingat hal ini masih sangat jarang dibahas di lingkungan kita, komunitas penganut Sanatana Dharma. Saya berasumsi, banyak di antara kita para bhakta sedharma yang belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai Kundalini, padahal kekuatan laten yang ada pada diri kita itu memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan spiritual kita.

Akan tetapi, mohon maaf, saya bukanlah guru atau pakar Kundalini. Oleh sebab itu, yang akan saya bagi di sini hanyalah sebatas kulit atau kalau diibaratkan sebuah buku ia hanyalah sebuah pengantar. Semoga pembaca setuju dengan saya, mengetahui sedikit jauh lebih baik daripada tidak mengetahui sama sekali. Apalagi Kundalini kini sudah banyak dipelajari oleh orangorang yang bukan penganut Hindu. Lokakarya Kundalini dewasa ini sudah secara rutin diselenggarakan di berbagai kota di dunia, termasuk Indonesia tentu saja.

Kenapa bisa begitu? Sudah pasti karena sudah terbukti Kundalini memberi manfaat kepada pesertanya. Akan sangat aneh kalau sampai ajaran Hindu malah lebih banyak ditekuni oleh bukan pemeluk Hindu.

Shaktipat
Kundalini berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti gulungan. Gulungan ini terbentuk dalam tiga setengah lingkaran yang berada di bawah tulang ekor dalam keadaan tidur. Begitu kekuatan dahsyat ini bangkit, ia akan merambat ke atas mulai dari cakra dasar (muladara cakra) menuju puncak kepala (sahasrara cakra) melalui nadi atau saluran utama di sepanjang tulang punggung yang disebut sushumna. Sebenarnya tidak selalu lewat sushumna, bisa juga lewat nadi lain yakni ida atau pingala yang posisinya masing-masing berada di sebelah kiri dan kanan sushumna. Mohon diperhatikan, semua istilah yang berkaitan dengan Kundalini tidak terdapat dalam anatomi kita karena semuanya bersifat nonfisik.

Kundalini juga dikenal dengan sebutan Shakti, sehingga proses pembangkitan Kundalini oleh seorang guru disebut dengan istilah shaktipat. Sebenarnya kebangkitan Kundalini merupakan proses alami, dalam arti bisa bangkit dengan sendirinya hanya dengan tekun melakukan latihan yoga atau meditasi, bahkan tanpa melakukan upaya apa pun. Namun, karena kebangkitan Kundalini yang mengandalkan proses alami membutuhkan waktu yang sangat panjang dan tergolong tidak aman, maka shaktipat diperlukan.

Tanda kebangkitan Kundalini Kalau pembaca pernah mendengar istilah Kundalini syndrome, itulah efek yang bisa ditimbulkan oleh kebangkitan Kundalini secara alami. Sindroma ini bisa dirasakan gejalanya secara fisik, emosional maupun mental. Biasanya orang yang mengalami Kundalini syndrome akan mengalami rasa panas yang berlebihan atau rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, terutama di sekitar jalur sushumna, sehingga yang bersangkutan merasa tidak nyaman. Terkadang timbul perilaku hiperaktif, keinginan seks yang berlebihan, gangguan pencernaan, emosi yang tidak stabil dan kurang konsentrasi.

Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk membangkitkan Kundalini dengan cara mendapatkan shaktipat dari seorang guru yang kompeten. Dengan shaktipat, saluran dan cakracakra yang akan dilalui Kundalini dibuka terlebih dahulu, sehingga Kundalini akan merambat naik dengan lancar dan tidak akan berbelok atau memberi tekanan yang berlebihan yang disebabkan oleh adanya penumpukan kotoran atau energi negatif pada cakra tertentu.

Sebagai sekadar contoh, saya sendiri pernah mengalami hal yang tidak nyaman itu setelah beberapa lama berlatih yoga tanpa guru. Saya mengalami rasa sakit yang tidak dapat disembuhkan dengan menelan obat anti rasa sakit. Ke tukang urut pun saya jalani, namun tidak membuahkan hasil.

Suatu ketika saya mendapat informasi dari sebuah buku bahwa shaktipat bisa dilakukan dari jarak jauh secara online. Saya segera memeriksa kebenaran informasi itu di internet dan memang benar adanya. Saya pun langsung mohon pada guru meditasi keturunan India yang bermukim di Amerika, Shri Mataji Nirmala Devi, untuk membangkitkan Kundalini saya. Caranya sangat mudah, hanya megikuti petunjuk yang dipaparkan di halaman situsnya: www.sahajayoga.org.

Ada juga petunjuk, bila Kundalini kita berhasil dibangkitkan maka secara spontan kita akan merasakan gejalanya di seputar ubun-ubun berupa rasa dingin. Tetapi saya sendiri, setelah selesai mengikuti sesi pembangkitan Kundalini jarak jauh itu, sama sekali tidak merasakan apa-apa. Dengan rasa penasaran saya caritahu alasannya dengan mengklik tautan yang mengantarkan saya pada halaman yang memberikan jawaban bahwa, barangkali saya masih belum memaafkan semua orang yang pernah berbuat salah kepada saya. Dalam arti, hati saya masih belum cukup bersih yang mana menjadi hambatan bagi bangkitnya Kundalini saya.

Memang, pada saat itu saya baru saja mengalami peristiwa yang paling pahit dalam hidup, yang membuat saya merasa hampir kehilangan segalanya. Sebenarnya saya sudah berusaha melupakan kejadian itu dan memaafkan orang yang telah melukai hati saya. Namun, rupanya niat saya belum bulat, sehingga saya harus kembali bertekad dengan sungguh-sungguh untuk memaafkan siapa saja.

Berselang sekitar tiga hari kemudian, ketika saya bekerja di depan komputer di kantor, saya merasa ada sejumlah serangga berputar-putar di atas kepala saya. Dengan gerakan spontan saya kibaskan tangan saya berkali-kali untuk mengusir serangga tersebut tanpa mengalihkan perhatian dari layar komputer. Tentu saja perilaku aneh saya itu menarik perhatian teman-teman seruangan karena sesungguhnya tidak ada apa pun di atas kepala saya.

Akhirnya saya tahu kalau itu merupakan tanda dari kebangkitan Kundalini saya. Dan saya semakin yakin akan hal itu setelah sempat konsultasi dengan penekun spiritual yang memiliki kemampuan psikis/pewaskitaan.

Manfaat Kundalini
Orang yang tertarik dengan Kundalini kini semakin banyak dan tidak terbatas pada penganut Hindu. Shri Mataji Nirmala Devi sampai bermukim di Amerika tentu karena ada kebutuhan untuk memberikan bimbingan seputar Kundalini di sana. Dan sudah sejak lama orang-orang Barat datang secara khusus ke India untuk mendalami kekuatan dahsyat yang ada pada setiap orang ini.

Banyak buku dan sumber di internet menyebutkan, siapa pun tidak akan bisa mengalami realisasi diri sebelum Kundalininya bangkit. Dengan kata lain, bangkitnya Kundalini adalah awal perjalanan bagi penekun spiritual untuk mencapai tujuan akhir pendakiannya. Tetapi, bagaimana caranya Kundalini bisa mengantarkan orang mencapai realisasi diri atau pencerahan?

Karmaphala dan Reinkarnasi telah mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang yang dilahirkan ke dunia ini membawa hutang karma dari kehidupan sebelumnya. Kundalini yang telah bangkit berperan untuk membersihkan hutang karma dengan membakarnya pada saat Kundalini naik menyusuri sushumna. Tetapi Kundalini akan membutuhkan waktu yang sangat lama, bisa bertahun-tahun, untuk dapat membersihkan secara tuntas akar-akar karma yang menumpuk di masing-masing cakra yang akan dilewati.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu Kundalini mempercepat penyelesaian tugasnya, antara lain: menghindari makan daging, mengamalkan Tri Kaya Parisudha, meditasi dan melantunkan mantra.

Makan daging perlu dihindari karena daging secara eterik mengandung banyak energi negatif. Dengan menerapkan pola makan vegetarian dan mempraktekkan Tri Kaya Parisudha otomatis kita tidak akan menumpuk energi negatif/menambah hutang karma, yang mana akan meringankan tugas Kundalini dalam melakukan pembersihan. Dengan melakukan meditasi secara rutin, paling tidak dua kali sehari (pagi dan sore), kita telah menciptakan situasi kondusif yang membuat Kundalini bekerja lebih aktif sehingga mempercepat proses pembersihan. Dan akan lebih baik lagi kalau diikuti dengan melantunkan mantra. Masing-masing guru Kundalini biasanya merekomendasikan mantra yang berbeda sesuai keyakinannya. Tetapi saya sendiri memilih melantunkan Mantra Gayatri.

Demikian sekilas tentang Kundalini. Semoga bermanfaat dan semoga kebaikan datang dari segala penjuru. KS Damar Wiseso tinggal di Jakarta, dapat dihubungi di: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , facebook.com/tutsugi, twitter.com/tutsugi

Trackback(0)

TrackBack URI for this entry

Comments (0)

Subscribe to this comment's feed

Write comment

smaller | bigger

busy
 
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Paling Banyak Dibaca

Buku Tamu Terbaru

W. Imanto
bgm bisa pesan online bila pas checkout...kolom state/province yg waji...
Wednesday, 26 September 2012
Guest
Om Swastyastu, Mohon info Media Hindu menerima cetak buku selain buku-...
Wednesday, 19 September 2012
Redaksi Media Hindu
kepada Yth bpk Wayan Karyono, untuk naskah buku Bhaawad Gita silahkan ...
Monday, 17 September 2012

Komentar Artikel Terakhir