Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Nyepi tahun baru Saka 1934
PROGRAM MEDIA HINDU

Thu

20

Jan

2011

Seke Gong Ibu-Ibu Bekasi dan Frédéric ChopinCandra PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Seke Gong Ibu-Ibu Bekasi memainkan Frédéric Chopin pada waktu Pujawali Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi, tanggal 10 Oktober 2010.

Dengan semangat yang tak kenal menyerah, untuk latihan “megambel” akhirnya 22 orang ibu-ibu Bekasi berhasil membentuk seke gong Chandra Gita Bhuana. Nama bagus ini diberikan oleh Ida Pandita Nabe Gde Putra Sidemen, atas permintaan sekehe gong perempuan ini. Dukungan Banjar Bekasi dan semangat para pelatih, Komang Sumartana, Ketut Budiasa dan Komang Rena membuahkan hasil. Tidak terlepas juga peran para suami yang mendukung penuh. Tentu saja!

Wayan Suhartini Prinsip, ketua seke gong Chandra Gita Bhuana sekaligus penabuh ‘ugal”, mengatakan bahwa latihan 2 bulan, rutin setiap sore 2 kali seminggu, membuahkan hasil dengan penuh percaya didi tampil pada saat pujawali Pura Agung Tirta Bhauana Bekasi pada tanggal 10 Oktober 2010.

Diawali dengan Tabuh Gilak Baleganjur, tampilan ibu-ibu selain “megambel” juga pegang “cengceng” dan bunyi “kendang” dari Ibu Made Bendra Murta dan Ibu Jro Melati Oka, benar benar memukau umat yang hadir di wantilan Pura Agung Turta Bhuana-Bekasi

Dilanjutkan dengan Tabuh Lelambatan, Tabuh “Chopin” Larung dan Tabuh Gilak Jagul, ibu-ibu sambil memperlihatkan gerak tari dan suara, membuat penonton sangat antusias. Seorang pejabat berkomentar, bahwa seke gong Candra Gita Bhuana sudah layak tampil pada even- even nasional.

Minggu 31 Oktober 2010, kembali seke gong Seke Gong Ibu-Ibu Bekasi dan Frédéric ChopinCandra Gita Bhuana Bekasi tampil yang kedua di Gedung Sasana Budaya Ganesa Bandung, dalam rangka Dies Natalis ke 39, Unit Kegiatan Mahasiswa Maha Gotra Ganesa (MGG) ITB. Empat tabuh yang ditampilkan oleh seke gong memukau mahasiswa dan umat Hindu Bandung.

(Redaksi: Chopin Larung adalah gubahan Guruh Sukarno Putra pada tahun 1977. Lagu ini merupakan gabungan musik klasik dengan gamelan Bali. “Chopin larung” artinya “keranda” atau “usungan jenazah” Chopin, entah apa yang dimaksud oleh Guruh. Mungkin semacam kidung kematian bagi Frédéric Chopin. Frédéric François Chopin, dalam bahasa Polandia Fryderyk Franciszek Chopin (1  March 1810 – 17  October 1849) adalah seorang komponis Polandia, pianis virtuoso, guru musik, dari orang tua Perancis-Polandia. Dia adalah seorang guru besar musik Romantik.

Chopin lahir di Zelazowa Wola, satu desa di Duchy, Warsawa. Seorang anak ajaib pemain piano dan penggubah musik terkenal. Setelah pembrontakan Polandia atas penindasan Rusia pada bulan Nopember 1830, ia tinggal di Paris sebagai bagian dari Emigrasi Besar Polandia. Ia menunjang hidupnya sebagai seorang penggubah (composer) dan guru piano, memberikan beberapa pertunjukan untuk umum. Sebagian besar dari hidupnya, Chopin menderita kesehatan yang buruk, ia meninggal di Paris tahun 1849 dalam usia 39.
Trackback(0)
Comments (1)Add Comment
Ketut Budiana
Ketut Budiana
February 18, 2012
114.79.63.219
Votes: +0
...

Kesenian adiluhung milik masyarakat Bali yg sudah meng-globalisasi, tugas kita untuk melestarikannya ... smilies/grin.gif

Write comment
 
 
smaller | bigger
 

busy
 
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Paling Banyak Dibaca

Buku Tamu Terbaru

pura ys
saya salut terbitan MH terakhir mengulas tentang wiraswasta Hindu, sud...
Saturday, 28 April 2012
Luh Desi Puspareni
Om Swastyastu, , , kepada redaksi Media Hindu, saya ingin mengajukan p...
Thursday, 29 March 2012
de locong
saya sebagai generasi muda hindu bali yatim piatu yg baru berumahtangg...
Monday, 13 February 2012

Komentar Artikel Terakhir