Thu 22 Sep 2011 |
|
PUTTAPARTHI, INDIA, 27 May 2011(The New York Times): Sri Sathya Sai Baba, yang menghabiskan waktu puluhan tahun untuk membangun sebuah pusat spiritual, yang tercermin disetiap sudut kota kecil ini. Beliau mengubah desa terpencil yang kumuh menjadi sebuah kota modern dilengkapi dengan lapangan udara pribadi, universitas, dua rumah sakit besar, apartement-apartemen dan stadion –warisan yang begitu besar yang meninggalkan pertanyaan bagi para pengikutnya : Apa yang perlu dilakukan sekarang? Para pengusaha masih bertanyatanya apakah para bhakta akan tetap datang mengalir, pembangunan ditengah jalan dihentikan pada salah satu tower apartemen yang baru selesai setengahnya. Institusi kemanusiaan berupa fasilitas pendidikan dan kesehatan yang dibangun oleh Sai Baba saat ini tiba-tiba tanpa seorang pemimpin. Dan bagi yang percaya, terdapat pertanyaan kapan, dan dalam wujud seperti apa, Beliau akan reinkarnasi kembali. Dalam periode kepergian Sai Baba, tantangan yang besar adalah mempertahankan dedikasi dan dukungan dari para bhaktanya. Sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit dan ashram-ashram yang telah berjalan membutuhkan banyak sekali tenaga sukarelawan yang datang ke Puttaparthi memberikan pelayanan secara gratis, dan juga sumbangan-sumbangan yang tetap mesti mengalir. Para pendiri Yayasan menyatakan bahwa biaya tahunan untuk menjalankan semua fasilitas tersebut dianggarkan sebesar 25 juta dollar, yang dibagi merata dari bunga investasi dan sisanya dari sumbangan. Di Puttaparthi, para pengusaha saat ini sudah melihat perubahan yang terjadi. Jika sebelumnya para bhakta tinggal selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk menghabiskan waktu di dekat Sai Baba, sekarang mereka datang hanya untuk kunjungan singkat untuk memberikan penghormatan di tempat penguburan Beliau. Hampir seluruh ekonomi daerah tersebut tergantung pada sosok Sai Baba, sekitar 10 ribu tenaga kerja dari desa-desa sekitar bekerja pada proyek-proyek konstruksi, dan ratusan penduduk desa yang lain bekerja sebagai pedagang menjual buah-buahan dan sayur-sayuran bagi para pengunjung. Bagi sebagian besar para bhakta popularitas Sai Baba makin meluas. Di antara mereka yang percaya kisah-kisah tentang keajaiban yang disaksikan di seluruh dunia beredar luas setelah kematian Beliau. Abu suci (Vibhuti) muncul pada sebuah photo Sai Baba di Uganda, abu suci yang sama juga muncul pada patung Sai Baba di Russia; dan sejumlah bhakta menyaksikan Sai Baba muncul di hadapan mereka. Sai Baba menggambarkan dirinya sebagai reinkarnasi kedua dari rangkaian tiga reinkarnasi, dan meramalkan bahwa reinkarnasi ketiga akan lahir di negara bagian Karnataka di India. Banyak di antara para bhakta percaya bahwa Sai Baba akan kembali dalam wujud seperti sekarang.” Walaupun dalam wujud seperti ini, kami pikir Beliau akan kembali lagi,” kata Sai Prakash, seorang bhakta yang tumbuh dilingkungan Ashram.” Ada tandatanda tentang hal ini.”
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 661 Trackback(0)
Comments (2)
![]()
...
Menurut pandangan saya walau puttaparti tanpa sosok bhagawan sai,atas kehendaknya puttaparti akan tetap berjalan seperti biasanya bahkan pengikut beliau akan semakin berkebang di karenakan ajaran"beliau yg universal(Hindu Universal),beliau akan selalu menuntun bhaktanya dan seluruh kehidupan di muka bumi tanpa terkecuali,apapun agamanya,etnisnya,warna kulitnya,bahasanya,sampai tewujudnya satu kasta yaitu kasta manusia,satu bahasa yaitu bahasa hati,satu agama yaitu agama kasih.dan saya percaya bhagavan akan berinkarnasi lagi dalam wujud PREMA BABA.walau saya bukanlah pure devote(bakta murni)beliau,saya yakin beliau adalah seorang awatara SIWA,WISNU DAN BRAHMA..dan tugas dan kewajiban kitalah sebagai jiwa"kecil(percikan paramatma)untuk mendukung visi dan misi jiwa agung(PARAMATMA) seperti awatara bhagavan sai baba dan guru"suci lainnya.dan oleh karena itu saya yakin bahwa puttaparti akan selalu exsis walau tanpa kehadiran sang awatara sembari menunggu reinkarnasi jiwa agung berikutnya. |









PUTTAPARTHI, INDIA, 27 May 2011


