Sat 24 Sep 2011 |
|
Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang baru terpilih, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si dan H. Sudarto, SH. M.Hum meluangkan waktunya untuk berkunjung di kediaman Kapolda Sulteng Brigjen. Pol. Drs Dewa Parsana,M. Si pada Sabtu malam 21 Mei 2011. Pertemuan ini dihadiri oleh para petinggi institusi kepolisian, satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) dan tim ahli dari akademisi. Pertemuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin oleh kedua belah pihak untuk sosialisasi program atau penajaman visi sehingga terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan institusi kepolisian sebagai garda depan stabilitas keamanan daerah Sulawesi Tengah. Pada kesempatan itu Dewa Parsana memaparkan program yang berkaitan dengan stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah meliputi bidang agama, politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan.
Di bidang agama kapolda menjelaskan sepak terjang para teroris yang menggunakan dalil-dalil agama untuk merekrut anggota teroris ke pelosok-pelosok desa melalui metode ceramah yang sarat propaganda dan menyesatkan. Sementara itu toleransi kerukunan antar umat beragama baru sampai pada tingkat elit dan belum menyentuh ke lapisan bawah akhirnya terjadilah kesenjangan akibat minimnya dialog. Sejarah mencatat bahwa Sulawesi Tengah merupakan rumah yang nyaman bagi pergerakan teroris, buktinya hampir setiap aksi teror yang terjadi di tanah air melibatkan jebolan teroris dari Sulawesi Tengah khususnya eks operasi poso. Di bidang ekonomi juga menunjukkan adanya kesenjangan akibat penguasaan pasar oleh kelompok tertentu dan praktek percaloan yang semakin merebak. Adanya pertambangan liar mengakibatkan kerugian daerah yang sangat besar baik dari segi raibnya PAD maupun kerusakan lingkungan sebagai dampak dari penggunaan zatzat kimia berbahaya secara ilegal. Sebagai contoh pertambangan emas liar yang terjadi di desa Poboya yang begitu dekat dengan kota Palu telah merugikan pemerintah sebesar 1,3 Milyar per bulannya. Di bidang pertahanan keamanan yang berkaitan dengan ketertiban umum, maraknya aksi demonstrasi telah menelan korban baik dari warga sipil maupun aparat keamanan. Anehnya lagi setiap aksi demonstrsasi baik dalam skala besar maupun kecil, ujung-ujungnya menimbulkan kerusakan fasilitas umum di tempat mana menjadi objek demonstran. Sampah-sampah yang tidak tertangani dengan baik, ternak yang dibiarkan berkeliaran dalam kota sangat mengganggu keindahan dan ketertiban kota.Sulawesi Tengah memiliki potensi alam yang luar biasa. Lautnya yang menawan dan panorama alamnya jika dikelola dengan baik tidak saja menjadikan sarana wisata yang menarik melainkan bisa menghasilkan pendapatan daerah. Kondisi seperti menurut Dewa Parsana perlu mendapat sentuhan seni dan budaya. Paparan terakhir Kapolda adalah konsep baru yang ditawarkan kepada pemerintah daerah yang bernama Forum Bamkamdes. Forum Bamkamdes merupakan model pola “Rekayasa sosial” yang menghasilkan “Regulasi Baru “ dan dapat mewujudkan toleransi dan loyalitas. Forum kembali ke desa atau kelurahan yang mengadopsi model pengamanan terpadu di Bali ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang ada dengan melibatkan anggota masyarakat sehingga tercipta keamanan di tingkat bawah. Gubernur terpilih Longki Djanggola yang dikenal sangat akrab dengan umat Hindu sejak menjabat sebagai Bupati Parigi Moutong selama dua periode menyambut gembira konsep brilian ini. Ia berpendapat konsep seperti ini sangat diperlukan untuk kemajuan daerah, karenanya program Kapolda ini perlu penajaman. Dengan jujur Longki mengakui merasa tertampar dan malu, mengapa konsep ini justru lahir dari seorang Kapolda bukan dari pemerintah atau putra putri daerah ini, ”saya sangat menaruh hormat karena Kapolda telah memikirkan masa depan Sulawesi Tengah, karena itu saya berjanji akan membahas terobosan ini di tingkat SKPD dan mengawinkannya dengan peraturan pemerintah yang ada. Setelah dilantik nanti saya akan memprioritaskan program ini bersama-sama program penting lainnya.” Pada akhir pertemuan Kapolda Sulteng menyerahkan beberapa buku kepada gubernur. Buku tersebut berisi pokok-pokok pikiran untuk kemajuan Sulawesi Tengah.
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 555 Trackback(0)
Comments (0)
![]() |
| Last Updated on Saturday, 24 September 2011 22:48 |









Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang baru terpilih, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si dan H. Sudarto, SH. M.Hum meluangkan waktunya untuk berkunjung di kediaman Kapolda Sulteng Brigjen. Pol. Drs Dewa Parsana,M. Si pada Sabtu malam 21 Mei 2011. Pertemuan ini dihadiri oleh para petinggi institusi kepolisian, satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) dan tim ahli dari akademisi. Pertemuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin oleh kedua belah pihak untuk sosialisasi program atau penajaman visi sehingga terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan institusi kepolisian sebagai garda depan stabilitas keamanan daerah Sulawesi Tengah. Pada kesempatan itu Dewa Parsana memaparkan program yang berkaitan dengan stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah meliputi bidang agama, politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan.



