Fri 09 Apr 2010 |
|
Presiden RI: Kembangkan sifat parama prema terhadap semua mahluk. Presiden Susilo Bambang Yudoyono, dalam sambutannya para Dharma Santi Nasional 2010, yang diadakan tanggal 4 April 2010, di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta, mengajak umat Hindu untuk mengembangkan. “Dengan keheningan jiwa, pikiran, perkataan dan perbuatan dapat dikendalikan, sehingga tercermin perilaku yang santun, arif dan bijaksana serta dapat dikembangkan pula sifat parama prema atau cinta kasih yang mendalam terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan. Kegiatan Nyepi juga hakekatnya berkaitan dengan penyucian dan pembersihan diri dari hal-hal yang tidak baik dalam pikiran dan jiwa guna menyongsong hari esok yang lebih baik. Sungguh sebuah proses penyempurnaan hidup kualitas manusia yang baik dan sarat makna. Semoga saudara semua segenap umat Hindu benar-benar mendapatkan pencerahan pikiran dan penyempurnaan jiwa sebagai bekal menghadapi kehidupan yang utama. Lebih lanjut Presiden menekankan kembali pentingnya pembangunan watak bangsa atau character building agar meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa, menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera di abad ke 21 ini. Kita ingin membangun manusia Indonesia yang berakhlak, berbudi pekerti dan berperilaku baik. Bangsa kita ingin pula memiliki peradaban yang unggul dan mulia. Peradaban demikian dapat kita capai apabila masyarakat kita juga merupakan masyarakat yang baik atau good society. Dan masyarakat idaman seperti itu dapat kita wujudkan manakala manusia-manusia Indonesia adalah manusia yang berakhlak dan berwatak baik, manusia yang bermoral dan beritikad baik serta manusia yang luhur dan berperilaku baik.” Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932, Ibu Ir. Rataya B. Kentjanawathy Suwisma, sebelumnya melaporkan bahwa dalam kaitan dharma santi telah dilakukan kegiatan sosial yang dilaksanakan secara desentralisasi meliputi donor darah dan pelayanan kesehatan, pembersihan lingkungan dan penanaman pohon/penghijauan, pemberian bingkisan sembako dan kunjungan ke panti asuhan. Secara nasional bhakti sosial dilaksanakan di Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung berupa pengobatan serta pelayanan kesehatan masyarakat dan penanaman pohon/penghijauan. Dharma wacana disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Pusat, DR. I Made Gde Erata, MA, tentang sejarah dan makna hari raya Nyepi, yang dikaitkan dengan upaya membangun toleransi di dalam masyarakat untuk menjaga harmoni dan kedamaian kepada semua umat. Dharma santi ini dilaksanakan atas kerja sama PHDI, Korpri, TNI dan POLRI. Selain Presiden dan Ibu Ani Yudoyono, juga hadir Wapres dan Ibu Herawatie Boediono, beberapa menteri Kabinet, Panglima ABRI dan umat Hindu sekitar 3000 orang. Untuk memeriahkan acara ini dipentaskan sendratari dengan judul Aktualisasi Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada” oleh LKB Saraswati di bawah pimpinan Gusti Kompyang Raka. Tentu saja yang sempat mencuri perhatian adalah pembacaan sloka suci Weda dalam bentuk kidung oleh gadis-gadis kecil dari Karangasem, Bali oleh Ni Komang Anik, Nengah Merta Asih, dan Luh Made Kalpikawati, juara pertama UDG Nasional IX di Kendari. Anak-anak ini membuat seluruh hadirin terpukau. Menyaksikan acara-acara yang disajikan selama hampir dua jam, dari jam 14.30 – 16-30, Ibu Ani Bambang Yudhoyono menyatakan kekagumannya dan menyampaikan apresiasinya kepada Ketua Umum Panitia, Ibu Ir. Rataya B. Kentjanawathy Suwisma dengan mengatakan, “Acaranya bagus sekali.”
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 922 Trackback(0)
Comments (3)
![]()
|
|||
| Last Updated on Saturday, 19 June 2010 00:46 |









Presiden RI: 
ajaran hindu cocok untuk khdupan di dunia '' 

