Fri 09 Apr 2010 |
|
Jakarta (Bali Post) -Presiden Yudhoyono mengajak umat Hindu untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Hita Karana yang mengendepankan keserasian hubungan antara manusia dengan Tuhan, antara sesama umat manusia, dan juga antara manusia dengan lingkungannya. Hal itu disampaikan Presiden dalam pesannya pada acara Dharma Santi Nasional, di GOR Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (4/4) kemarin. Selain Presiden, hadir pula Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono dan Ibu Herawati Boediono dan ribuan umat Hindu.Dalam pesannya, Ia menekankan akan pentingnya persatuan dan kebersamaan untuk meningkatkan saling percaya, saling peduli, dan membantu satu sama lainnya. Presiden juga mengimbau umat Hindu dapat menjalankan dan mengaplikasikan pesan penting dalam tema perayaan Nyepi kali ini dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di masa kini dan di masa depan. Presiden mengatakan kegiatan Nyepi pada hakikatnya berkaitan dengan penyucian dan pembersihan diri dari hal-hal yang tidak baik, tentang pikiran dan jiwa guna menyongsong hari esok yang lebih baik. Sungguh sebuah proses penyempurnaan spiritualitas manusia yang baik dan sarat makna. ''Semoga saudara semua umat Hindu benar-benar mendapat pencerahan pikiran, penyempurnan jiwa sebagai bekal menjalani bekal yang utama,'' harapan Presiden. Keinginan itu, menurut Presiden, juga menjadi harapan pemerintah dan bangsa Indonesia tentang pentingnya pembangunan watak atau karakter building dalam kehidupan bernegara. Bangsa Indonesia ingin pula memiliki peradaban unggul dan mulia. Peradaban seperti itu dapat dicapai apabila masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang baik atau good society. Persatuan, menurut Presiden adalah pangkal dari segalanya. Sebab dengan bersatu maka kita akan teguh, dan bila bercerai kita akan runtuh. Selain itu, dengan persatuan akan berhasil membangun bangsa menuju masa depan yang gemilang. Dengan persatuan, juga akan mampu mengatasi dan tantangan berbagai krisis. Dan dengan persatuan pula kita akan mampu menjalankan kehidupan bernegara yang baik, bertumpu pada empat pilar utama yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Kepada Parisada Dharma Hindu Indonesia (PHDI), Presiden juga menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah menunjukkan dharma bhakti dan pengabdiannya dalam membimbing dan membina umat Hindu di Tanah Air. Selain itu, PHDI juga dinilai telah berjasa membangunan kebersamaan dan kerukunan umat beragama, baik di tingkat nasional maupun daerah. ''Saya mengajak PHDI dan segenap umat Hindu untuk terus merajut persaudaraan yang hakiki, meningkatkan hubungan sosial di manapun, seluruh warga bangsa,'' ajak Presiden. Ketua Umum PHDI I Made Gde Erata mengatakan umat Hindu menganut solar dan lunar system sebagai satu kesatuan untuk menghitung hari raya Nyepi atau Tahun Baru Saka. Solar system dipergunakan untuk menentukan sasih kesanga. Dan Lunar system dipergunakan untuk menentukan saat tilem atau bulan mati. Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional hari Raya Nyepi Rataya B Kentjanawathy Suwisma mengatakan hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932 mengambil tema "Jadikan Perayaan Nyepi 1932 sebagai Momentum Penyadaran Diri dan Perekat Persaudaraan untuk Bersama Memajukan Bangsa". Kegiatan dilaksanakan simultan secara desentralisasi di provinsi, kabupaten/kota dan secara terpusat. Kegiatan ritual diawali upacara melasti/penyucian. Juga upacara Tawur Agung dan persembahyangan. Kegiatan sosial dilakukan meliputi donor darah, pelayanan kesehatan, pembersihan lingkungan dan gerakan penghijauan, pemberian sembako dan kunjungan ke panti asuhan. (kmb4)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 1043 Trackback(0)
Comments (1)
![]()
just coment
|
|||
| Last Updated on Friday, 09 April 2010 10:28 |









Jakarta (Bali Post) -Presiden Yudhoyono mengajak umat Hindu untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Hita Karana yang mengendepankan keserasian hubungan antara manusia dengan Tuhan, antara sesama umat manusia, dan juga antara manusia dengan lingkungannya. Hal itu disampaikan Presiden dalam pesannya pada acara Dharma Santi Nasional, di GOR Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (4/4) kemarin. Selain Presiden, hadir pula Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono dan Ibu Herawati Boediono dan ribuan umat Hindu.
yach... pada awalnya saya seneng SBY berkata seperti itu. tapi setelah menurut pengamatan saya, sepertinya beliau hanya berkata seperti itu hanya di hadapan umat Hindu saja,sebagai wujud sebuah formalitas agar dapat membahagiakan para peserta Dharma Shanti yang hadir. bangga dan bahagialah bagi umat Hindu yg mendengarnya. seandainya di depan masyarakat indonesia beliau berkata begitu,itu baru implementasi yang sesungguhnya.

