Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Nyepi tahun baru Saka 1934
PROGRAM MEDIA HINDU

Tue

28

Sep

2010

Masa Depan Hindu PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Edisi 79

Klaus K. Klostermaier, guru besar dan Kepala “Departement of Religion” di Universitas Manitoba, AS, dalam bukunya “A Survay of Hinduism” diterbitkan oleh State University of New York, 1989, hasil penelitiannya selama 10 tahun di India, menyatakan: “Hindu akan menjadi agama dunia. Hindu akan menyebar luas tidaklah melalui guru atau swami, yang akan menarik sejumlah orang untuk mencari satu komitmen baru dan gaya hidup yang mirip pertapaan, tetapi agama Hindu akan berkembang terutama melalui karya-karya para intelektual dan penulis, yang telah menemukan beberapa ideal-ideal Hindu yang meyakinkan dan yang mengidentifikasikan ideal-ideal itu dengan keyakinan pribadi mereka. Sejumlah cukup besar dari ahli fisika dan biologi terkemuka telah menemukan parallel antara ilmu pengetahuan modern dengan ideal-ideal Hindu. Semakin banyak ilmuwan yang kreatif akan datang dari latar belakang Hindu dan secara sadar dan tak sadar menggabungkan ideal-ideal ilmiah mereka dengan ideal-ideal agamanya. Semua dari kita mungkin, sedikit atau banyak, telah menjadi semakin Hindu dari pada yang kita duga.”

Lisa Miller, redaktur agama pada majalah Newsweek, dalam tulisannya di Newsweek, 28 Januari, 2008 menyatakan, Amerika Serikat sekarang sudah menjadi semakin Hindu. Menurut pengumpulan pendapat Harris (Harris poll) tahun 2003, 40 persen orang yang berumur antara 25 sampai 29 percaya bahwa mereka akan kembali ke dunia ini di dalam satu badan yang berbeda setelah mereka mati. Gerakan New Age yang popular seperti Scientologi dan Kabbalah mengajarkan beberapa versi reinkarnasi, dan buku-buku laris, seperti yang ditulis oleh dokter (psikiater) lulusan Universitas Yale, Brian Weiss dan oleh ahli terapi Carol Bowman, telah membawa konsep reinkarnasi ke dalam arus utama (mainstream).

Stephen Prothero, professor agama di Universitas Boston dan pelajar agama Hindu, mempunyai satu teoriyang menarik mengenai ketertarikan orang-orang Amerika akan reinkarnasi. Ketika hidup di Amerika menjadi semakin baik, ketika orang-orang menjadi semakin sejahtera dan semakin terpelajar, idea untuk meninggalkan dunia selamanya —bahkan dengan keyakinan yang semakin berkurang mengenai surga — semakin tidak menarik dibandingkan dengan idea untuk kembali ke dunia. ”Kita semua menginginkan yang kini dan di sini, dan reinkarnasi adalah mengenai yang kini dan di sini,” Prothero menulis di dalam satu e-mail. ”Reinkarnasi berkembang karena orang-orang sekarang ingin kembali dan hidup lagi.”

Prothero menyatakan bahwa popularitas dari reinkarnasi berhubungan dengan semakin berkurangnya kepercayaan akan kebangkitan tubuh di antara orang-orang Kristen. Itulah sebabnya sepertiga orang Amerika memilih untuk dikremasikan dewasa ini, dari hampir tidak ada 30 tahun yang lalu: mereka percaya bahwa jiwa mereka abadi, bukan badan mereka. ”Orang-orang Amerika,” kata Prothero, ”semakin menjadi Hindu.” (Media Hindu edisi 50).

Di samping kepercayaan akan reinkarnasi dan karma, jutaan orang Amerika mengikuti praktik yoga, apakah sekedar untuk mendapat bentuk tubuh yang sehat dan indah, atau juga untuk ketenangan batin, atau tujuan keagamaan yang lebih dalam.

Ramalan tentang kebangkitan Hindu 500 tahun setelah keruntuhan Majapahit dimaknai oleh sebagian dari mereka yang percaya, tidak sebagai agama formal, tetapi sebagai agama buddhi. Buddhi bisa berarti akal atau rasio, bisa juga berarti perilaku etis dan moral seperti tercermin dalam istilah budi pekerti.

Terkait dengan masa depan Hindu, Patheos.com telah mengorganisasikan satu seri di mana para sarjana, para bhakta dan para pemimpin agama berdebat tentang masa depan agama-agama. Di dalam seri pertama, “The Future of Hinduism,” (Masa Depan Agama Hindu) empat belas esai menjelaskan perspektif berbeda atas agama Hindu dan masa depannya.

Dari tepi-tepi sungai Ganga ke kota-kota di Amerika Utara dan Eropa, agama kuno ini sedang bergerak maju. Masa depan Agama Hindu – di dalam aspek intelektual, politik, artistik, dan budayanya - telah memiliki manisfestasi global yang semakin meningkat. Penulis yang berkontribusi untuk seri ini meliputi: Loriliai Biernacki, Christopher Chapple, Gavin Flood, Thomas Forsthoefel, David Frawley, Pankaj Jain, Khyati Joshi, Vamsee Juluri, Padma Kuppa, Ramdas Lamb, Brian Pennington, Anantanand Rambachan, Arvind Sharma dan Suhag Shukla.

Media Hindu akan memuat tulisan mereka secara berseri. Setiap seri empat tulisan. Untuk seri pertama, dimuat tulisan Loriliai Biernacki, Thomas Forsthoefel. Padma Kuppa dan Anantanand Rambachan. Selamat membaca.

Ngakan Putu Putra.
Trackback(0)
Comments (2)Add Comment
Ketut Budiana
Ketut Budiana
February 25, 2012
114.79.60.54
Votes: +0
...

Masa depan Hindu sebagai agama budhi apalagi moralis agaknya masih jauh, fakta yg terlihat di Bali misalnya menggambarkan hal yg kontradiktif, di suatu tempat sehari setelah Nyepi mereka ada kegiatan "ciuman massal" dimana para pemudanya terlihat antusias dan sangat agresif sementara kaum pemudi (putri) ada yg ketakutan dan bahkan menangis, belum lagi kalau ada odalan di suatu Pura maka judi adu ayam (tajen) semarak meriah yg kemudian berlindung di balik tabuh rah, anda juga bisa saksikan di suatu bale banjar sehari setelah Galungan meriahnya perjudian mulai dari ceki, judi dadu, trui dsbnya smilies/cry.gif

0
Ketut Donder
October 15, 2010
1.38.151.171
Votes: +0
MASA DEPAN HINDU

Om Swsatyastu,
Berdasarkan bahan-bahan bacaan yang ada pada saya, juga mencoba memahamisejarah pasang surut peradaban umat manusia, Sanatana Dharma dengan nama populernya sekarang Hindu memang dikehendaki oleh alam dan oleh sang waktu bahwa ia (Hindu) harus berbicara banyak untuk mengembalikan dasar-dasar kemanusiaan manusia yang berada di antara bumi (materi) dan langit (spiritual). Untuk memahami persesuaian dan harmonisasi antara bumi dan langit Hindu memberi konstruksi berpiki aparavidya dan paravidya dengan kerangka berpikir pararel dengan azas argumentasi trilogisisasi. Sehingga tidak akan pertentangan antara sains dan agama, karena itu adalah wajar dan alamiah jika Hindu akan menjadi pengetahuan Masa Depan Umat manusia.

Write comment
 
 
smaller | bigger
 

busy
 
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Paling Banyak Dibaca

Buku Tamu Terbaru

pura ys
saya salut terbitan MH terakhir mengulas tentang wiraswasta Hindu, sud...
Saturday, 28 April 2012
Luh Desi Puspareni
Om Swastyastu, , , kepada redaksi Media Hindu, saya ingin mengajukan p...
Thursday, 29 March 2012
de locong
saya sebagai generasi muda hindu bali yatim piatu yg baru berumahtangg...
Monday, 13 February 2012

Komentar Artikel Terakhir