Sehubungan dengan majalah Media Hindu dicetak di Bali, maka harga majalah Media Hindu untuk Bali diturunkan dari Rp. 14.000,- menjadi Rp. 12.000,- Berlaku mulai edisi 71 Januari 2010.

Keranjang Belanja

VirtueMart
Keranjang Belanja Anda Kosong.

Bantuan Online

Website Statistik

Members : 230
Content : 45
Content View Hits : 16222

Pengunjung Hari Ini

We have 7 guests online

Majalah Terbaru

Media Hindu edisi 67
Media Hindu edisi 67
Rp 15.000,00
Media Hindu Edisi 66
Media Hindu Edisi 66
Rp 15.000,00

Buku Terbaru

Semua Agama Tidak Sama
Semua Agama Tidak Sama
Rp 30.000,00
Spiritualitas Hindu Untuk Kehidupan Modern
Spiritualitas Hindu Untuk Kehidupan Modern
Rp 28.000,00

Tue

16

Feb

2010

Missionaries Di Bali PDF Print E-mail
Written by webmaster   
JANJI PERBAIKAN EKONOMI

Sepanjang abad yang lalu, seluruh upaya untuk meng-kristen-kan orang Bali telah gagal, orang Bali yang pertama menjadi Kristen sudah sangat di kenal. Karena gagal mendapat pengikut baru, dianggap mati dan diusir oleh masyarakatnya, ia lalu membunuh tuannya, membuang agamanya yang baru dan menyerahkan diri kepada desanya untuk di hukum menurut adat Bali. Skandal ini menyebabkan Belanda tidak mengijinkan kegiatan missionaris di Bali.

Tetapi ini tidak menghentikan para missionaris, ijin diberikan lagi kepada mereka pada tahun 1891, 1920 dan 1924, ketika Katolik Roma meminta konsesi khusus. Tetapi gelombang penolakan dari orang-orang Bali menggagalkan upaya ini. Pertemuan-pertemuan dilakukan oleh para pemimpin Bali untuk "menghentikan bencana besar ini" dan karena itu ijin itu dibatalkan.
Last Updated on Sunday, 21 February 2010 22:45
 

Thu

07

Jan

2010

Menjinakkan Bom Dalam Jiwa PDF Print E-mail
Written by webmaster   
MENJINAKKAN BOM DI DALAM JIWA
Nyoman Sukaya Sukawati

The Killing Fields atau Platoon: telah berpuluh kali Hollywood merayu kita ke dalam suspensnya. Tentang Kamboja atau Vietnam. Namun toh ada yang tak henti menyentuh pesona, meski ia berdiri jauh di luar bayangan film. Ia seorang yang selalu berbicara dengan hati, bahkan dari dalam kecamuk perang, “Semestinya kita mati demi cinta dan toleransi, bukan untuk kebencian dan kehancuran,” katanya.

Kita baca sekali lagi kalimat itu lalu ingat kepada penulisnya yang sedih, tapi juga tabah. Orang itu siapa lagi kalau bukan Thich Nhat Hanh, yang menulis dan memimpin suara perdamaian di tengah gejolak perang saudara di halaman rumahnya, Vietnam.
Last Updated on Thursday, 07 January 2010 23:18
 

Tue

17

Nov

2009

Pustaka Suci Hindu memandang perempuan sejajar PDF Print E-mail
Written by Redaksi Media Hindu   

Oleh : Dr. Narayana P. Bhat

Di dalam kebanyakan negara dewasa ini indikator sosial ekonomi umumnya  memperlihatkan bahwa kaum perempuan tetinggal di belakang laki-laki. Mahatma Gandhi menulis bahwa cara kita memperlakukan kaum perempuan kita adalah salah satu indikator dari barbarisme. Laki-laki boleh saja memiliki enerji fisik yang lebih besar dari pada perempuan, tapi perempuan jelaslah mempunyai enerji internal dan emosional lebih banyak.

Catatan dokumenter  mengenai perempuan dalam agama Hindu tergantung dari pustaka suci khusus dan konteksnya. Satu-satunya otoritas tertinggi dalam  praktik-praktik agama  Hindu adalah Veda.

Last Updated on Wednesday, 06 January 2010 18:12
 

Tue

17

Nov

2009

Kiamat dan Pralaya PDF Print E-mail
Written by Redaksi Media Hindu   

Oleh : Putu Sastrawan

Kiamat merupakan istilah agama-agama rumpun Yahudi (Abrahamic religions) dari setiap agama tersebut berkembang makna hari kiamat yang cukup banyak baik menurut Islam, Kristen maupun Yahudi. Secara umum kiamat dapat diartikan hari kehancuran alam semesta.

”..matahari akan menjadi gelap, dan bulan tidak lagi bercahaya. Bintang-bintang akan jatuh dari langit, kuasa-kuasa langit akan goncang, dan para penguasa angkasa raya akan menjadi kacau-balau. [Matius 24:29, Markus 13:24-25]

Last Updated on Thursday, 07 January 2010 11:43
 

Thu

25

Jun

2009

Nyepi Adalah Langkah Awal PDF Print E-mail
Written by webmaster   

Oleh : Ngakan Putu Putra

Di antara semua rahasia Aku adalah sepi. Bhagavad Gita 10.3;8

Sekitar seminggu sebelum Dharma Santi Nasional tanggal 29 Maret 2008, Nyoman Gede Agus Asrama, dari panitia nasional  mengirimi saya naskah drama kolosal dengan judul “Kidung Darma Dalam Renungan”. Mang Agus, demikian biasanya ketua DPN Peradah ini dipanggil, meminta saya untuk memberi masukan soal judul. Setelah membaca seluruh sinopsisnya, saya usulkan judulnya “Kidung Darma Dalam Kehidupan”. Naskah tersebut isinya secara singkat sbb: bangsa Indonesia sedang banyak ditimpa bencana alam, dari tsunami, gempa bumi, banjir, tanah longsor yang membawa korban jiwa ratusan ribu dan harta tak terhitung jumlahnya. “Lalu  Pada hari raya Nyepi, umat Hindu   melakukan berbagai macam rangkaian ritual  yang bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin, menahan hawa nafsu yang selalu mengganggu. Dengan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melakukan introspeksi diri untuk terlahir menjadi seorang manusia yang baru, tercapailah sebuah kesadaran pada diri setiap insan”.

Last Updated on Wednesday, 06 January 2010 17:52
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3
Banner
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Komentar Artikel Terbaru