Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Galungan dan Kuningan. Semoga Dharma selalu menyertai kita semua.

Keranjang Belanja

VirtueMart
Keranjang Belanja Anda Kosong.

Majalah Terbaru

Media Hindu Edisi 77
Media Hindu Edisi 77
Rp 15.000,00
Media Hindu Edisi 76
Media Hindu Edisi 76
Rp 15.000,00

Buku Terbaru

Petunjuk Untuk Yang Ragu
Petunjuk Untuk Yang Ragu
Rp 30.000,00
Upanisad Himalaya Jiwa
Upanisad Himalaya Jiwa
Rp 30.000,00

Thu

25

Jun

2009

Membela Hindu dari Diskriminasi PDF Print E-mail
Written by webmaster   

WHDI Hongkong,
Membela Hindu dari Diskriminasi
Oleh : Sri Uta mi

Berjalan tanpa lelah, menuju satu tujuan, “Membela Hindu dari diskrikminasi,” itulah suara hati kami para wanita Hindu yang bergabung dalam wadah organisasi WHDI HK. Hidup adalah perjuangan dan perjuangan pasti ada tantangan dan tantangan tidak cukup di tinggal lari, tetapi harus dihadapi. Dalam semboyan, “Bersatu kita utuh, bercerai kita runtuh,” kami WHDI bersatu untuk berjuang membela Hindu yang kami cintai, dan bersatu pula menghadapi segala tantangan dan rintangan. Kami wanita Hindu yang minoritas berada di tengah-tengah kaum mayoritas yang 90% adalah BMI (Buruh Migran Indonesia), betul-betul merasakan tidak nyaman. Berbagai macam nada sumbang sering kami terima, dari kawan-kawan yang punya keyakinan lain.
Mengapa kami umat Hindu dimana pun berada selalu dipandang sebelah mata? Apa yang salah pada diri kami sebagai bhakta Hyang Widhi ini? Maka dari itulah kami WHDI HK dengan landasan Tri Kaya Parisudha mengendalikan lidah dengan berbicara yang baik dan sopan agar tidak menyakiti hati orang lain, karena licinnya lidah dan tajamnya kata-kata, bisa mengakibatkan prahara……kami berjuang mengikis anggapan-anggapan negatif tentang Hindu yang punya image agama yang bodoh dan penyembah berhala.

Kami percaya bahwa kemenangan harus diperjuangkan dengan pikiran. Maka dari itu, dengan semangat dan percaya diri kami WHDI ikut bergabung bersama 30 organisasi yang ada di HK dengan nama PILAR (Persatuan BMI Tolak Over Charging). Adapun yang diperjuangkan PILAR adalah peningkatan kesejahteraan BMI dengan jalan menuntut hak-hak kami sebagai BMI. Sebagai contoh, kami para BMI melakukan demontrasi untuk menuntut kenaikan gaji. Seperti dulu, yang di ketahui oleh salah seorang yang sekarang menjadi keluarga WHDI HK (Sri Utami red.), waktu pertama datang ke Hongkong tahun 1997, gaji BMI sebesar $3,860/bln, dan pada tahun 2003 turun menjadi $3,260/bln dengan alasan dipotong untuk pajak. Maka dari itu semua organisasi bersatu menuntut hak kami yang terampas kepada pemerintah Hongkong. Setelah beberapa kali mengadakan tuntutan, beberapa kali pula ada peningkatan yang sampai 2008 gaji BMI sudah naik menjadi $3,580/bln.

PILAR bersama organisasi buruh migran dari beberapa Negara diantaranya dari Filipina, Sri Langka, Thailand, dll terus mengadakan tuntutan sampai kami buruh migran menerima upah seperti semula.
Dari yang tidak pernah lelah ikut berjuang, yang hanya duduk memandang, yang hanya duduk sembahyang, sampai dengan yang anti dengan demonstrasi…..semua ikut menikmati. Apakah kami WHDI yang juga sama-sama BMI hanya menjadi penonton saja?.....Hanya duduk tepekur menghabiskan dupa? …..Hanya duduk manis menghafalkan mantra-mantra dari A-Z saja? Sementara kawan-kawan dari organisasi lain sibuk berjuang, padahal hasil perjuangan itu, kami juga ikut menikmatinya. Seperti itukah yang dinamakan umat Hindu yang baik itu? Kalau memang saudara sedharma di manapun berada, yang bekerja sebagai pekerja, ada yang merasa HARAM menerima kenaikan gaji dari hasil demonstrasi…..toloooong …dari pada nekat dimakan dan menyebabkan keropos tulang atau penyakit bisul, lebih baik kelebihan gaji tersebut di DANA PUNIA-kan. Bagaimana…….?

WHDI juga ikut segala kegiatan yang diadakan oleh KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) dan telah mendapatkan beberapa Piagam Penghargaan. Tetapi tujuan utama WHDI bukan untuk mengumpulkan piagam tetapi untuk menunjukkan jati diri sebagai orang Hindu, bahwa kami “ada” dan juga bisa berkreasi dan mampu berprestasi. WHDI juga ikut dalam kegiatan sosial seperti memberi bantuan kepada daerah yang tertimpa bencana, memberi bantuan ke SELTER (tempat penampungan BMI yang punya kasus). Seperti kasus penganiayaan, dll.
Meskipun Hongkong adalah Negara yang bebas, kami berusaha jangan sampai terseret budaya yang ada, yang belum tentu cocok dengan budaya kita. Penampilan WHDI dalam berbagai event selalu kental dengan budaya Jawa dan ini mendapat acungan jempol dari kawan-kawan BMI. Komentar mereka, penampilan WHDI selalu melestarikan budaya Jawa dan mengingatkan mereka pada kampung halaman. Itu merupakan kebanggaan kami.

Beberapa bulan yang lalu WHDI bersama 12 organisasi lainnya dipercaya untuk mewakili Indonesia dalam acara pertemuan IMA (International Migrant’s Alliance) yang dihadiri oleh 53 negara dengan jumlah 102 organisasi yang kebetulan bertempat di Hongkong. Dan dari WHDI sendiri diwakili oleh Sri Utami dari Blitar bersama Dyan dari Lampung. Dari event-event seperti itulah nama WHDI tidak asing lagi di telinga kawan-kawan BMI dan organisasi lain..

Seperti, saat WHDI memperingati hari besar keagamaan, mereka datang untuk membantu. Dan yang lebih menggetarkan jiwa kami adalah pada saat mereka dengan sikap dan kata yang sempurna mengucapkan salam, “Om Swastyastu,” ketika mengucapkan selamat hari raya kepada kami, WHDI. Itu kebanggaan yang tak ternilai bagi kami.

Maka dari itu perjuangan bagi kami adalah yang utama. WHDI tidak butuh sanjungan, tetapi yang kami butuhkan adalah dukungan moral dari saudara sedharma. Saudara dimanapun berada yang kami sayangi, marilah bersatu saling membantu menjunjung nama Hindu, agama yang kita cintai ini. Perbedaan misi jangan dijadikan modal untuk mencaci, tetapi kita gunakan untuk saling mengisi dan melengkapi, karena bagaimanapun juga kita semua adalah satu.
Saat mengikuti lomba senam poco-poco. (Dari kiri Dyan, Putri, Mila).

Lomba rias tenda kreatif (maaf swastika-nya, yang satu terbalik Karena terburu-buru).
Trackback(0)
Comments (1)Add Comment
I Putu Astawa
...
written by I Putu Astawa, November 15, 2009
satu kata yang bisa aku ucapkan salut dan aku bangga dengan kalian WHDI hongkong.

Write comment

busy
Last Updated on Thursday, 07 January 2010 23:06
 
Banner
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Buku Tamu Terbaru

paud
om swastyastu perkenalkan saya made iwan irawan, dari palembang t...
Tuesday, 13 July 2010
Guest
Om Swatyastuwaduhh- waduhh !!!ada apa dengan Bali ??kok bisa banyank y...
Sunday, 04 July 2010
I Nyoman Rama Putra Iswara
Om Swastyastu, sebagai wakil mahasiswa STAHN Gde Pudja Mataram, saya u...
Sunday, 04 July 2010

Komentar Artikel Terakhir