Pemlaspasan Pura Agung Santi Bhuwana di Belgia Laporan: Ketut Adnyana + Ngakan Putra/Brussel
Sekitar jam 17.00, dua Pendanda Ida Pedanda Putra Telabah, dari Bali dan Ida Pedanda Panji Sogata, dari Jakarta, mulai meweda, memimpin upacara pemelaspasan sebuah pura. Para ibu ngetisan tirta ke berbagai bangunan. Kemudian beberapa pejabat, seperti Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, Direktur Jenderal Pemasaran Budpar, Dr Sapta Nirwandar, Mr Eric Domb, mendem pedagingan di masing-masing bangunan yang telah ditentukan oleh Ide Pedanda Telabah.
Sementara itu di Jabe Tengah anak-anak seusia SD, yang berkulit putih, menabuh gong. Selesai mendem pedagingan, dilakukan sembahyang bersama yang dipimpin oleh Menbudpar. Terlihat banyak perempuan dan lelaki kulit putih ikut bersembahyang. Ketika acara nunas tirta, hujan turun rintik-rintik dari langit.Menurut Pendada Telabah, ini tanda upacara melaspas ini diterima oleh Ida Sang Hyang Widdhi. Hujan masih turun sedikit ketika acara pembukaan dilakukan. Di langit yang bersih, bianglala melingkar di atas danau,dimana beberapa ekor angsa berenang,dan di pinggir danau, sekelompok bangau besar berdiri dengan satu kaki, seolah-olah sedang melakukan sadhana. Terletak di perbukitan dan udara yang sangat dingin memberi kesan bahwa upacara melaspas ini terjadi di Batur atau Besakih. Namun ini terjadi di Parc Paradisio di Brugelette Belgia,sekitar satu jam perjalanan dari Brussel,ibu kota Belgia sekaligus, pusat pemerintah Uni Eropa.
Selurah upacara berjalan hanya satu jam, dengan banten yang sederhana tapi lengkap secara substansi. Bahan upacara dibawa dari Bali, di bawah koordinasi Ibu Dwie Maheny, kepada cabang TVRI Bali, bersama suaminya Mas Sugeng, yang juga ikut nerang, agar mendung yang menggayut di atas tidak turun menjadu hujan deras.
Hari Senin Umanis Medangkungan yang jatuh pada tanggal 18 Mei 2009 merupakan hari bersejarah bagi umat Hindu Dharma yang berdomisili di Belgia pada khususnya atau umat Hindu yang berdomisili di Eropa pada umumnya, karena pada hari ter sebut berlangsung upacara suci pemlaspasan Pura Agung Santi Bhuwana yang berlokasi Taman Wisata Burung Parc Paradisio di Brugelette Belgia. Nama pura ini diberikan oleh Ida Pedanda Telabah, yang mengandung arti: Agung, karena pura ini diperintukan bagi umat Hindu di Eropa; Santi Bhuwana, membawa kedamaian bagi seluruh dunia. Nilai cinta kasih, perdamaian,dan toleransi yang terpancara dari pura, ya ia rasakan ketika berkunjung ke Bali, yang membuat Mr Eric Domb berketetapan membangun taman Indonesia dengan obyek utama pura, dengan biaya sebesar 8 juta Euro (sekitar Rp 120 milyar).
Nyoman Sutama, umat asal Bekasi, yang melantunkan kidung waktu nunas tirta mengaku terharu dan menitikkan air mata ketika sembahyang. Seorang lelaki lain, juga dari Bekasi, yang tidak bersedia disebut namanya mengalami hal yang sama.
Kerajaan Ganesha Pemlaspasan Pura ini merupakan bagian dari satu rangkaian acara Peresmian Taman Indonesia (The Kingdom of Ganesha ), yaitu sebuah Kompleks Taman Indonesia seluas 5 hektar di dalam area Taman Wisata Parc Paradisio yang berukuran 55 hektar.
Peresmian acara ini di hadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI,Jero Wacik yang didampingi oleh Duta Besar RI untuk Belgia, Luxemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema,Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata,Dr Sapta Nirwandar, Menteri Urusan Ekonomi, Tenaga Kerja dan Warisan Budaya Wilayah negara bagian Walonia-Begia, Jean Claude Marcourt,serta CEO Parc Paradisio yang juga merupakan pemilik dari Taman Wisata Parc Paradisio Mr. Eric Domb. Juga beberapa pejabat di Departemen Budpar yang beragama Hindu, yang ikut ngayah dalam upacara pemelaspasan,antara lain, Prof Dr Ir Gede Pitana,Direktur Pemasaran Luar Negeri, Dra Ni Wayang Giri, M.Sc, Kepala Biro Kerja sama Luar Negeri, Luh Ayu Rusminingsih, SH, Kepala Sekterariat Pimpinan dan Menteri Budpar.
Peresmian acara ini dihadiri lebih dari 800 undangan, serta lebih dari 100 umat Hindu yang datang tidak hanya dari Belgia melainkan dari negara tetangga juga seperti Belanda,Jerman, dan Perancis, memadati pelataran Taman Indonesia serta Pelataran Jaba Pura. Setelah sambutan-sambutan,dan pemotongan pita oleh dua ekor gajah, yang didatangkan dri Swis,para undangan diajak meninjau keliling seluruh Taman, dan beakhir di Jabe tengah, dimana mereka disambut dengan tari-tarian dari sanggar Tari dan Gamelan Saling Asah pimpinan Made Agus Wardana. Di salah satu persembahan tarian yang di peragakan oleh istri dari Made Agus Wardana, Mentri Jero Wacik turut berpartisipasi menyumbangkan keahlian / hobby beliau megambel bersama anggota sekehe gong Saling Asah yang membuat decak kagum para pengunjung.
Sebelumnya pada saat acara pembukaan,setelah upacara melaspas,Jero Wacik selaku Menteri Pariwisata juga memberikan sambutannya mengatakan: “Taman Indonesia di Belgia ini, tidak hanya pintu dan jendela untuk mengenal Indonesia tapi juga sebuah penghargaan dan kehormatan bagi bangsa Indonesia di Eropa ini.”Demikian dengan Dubes RI Brussels,Nadjib Riphat Kesoema dalam sambutannya mengatakan proyek Taman Indonesia yang digagas Mr. Eric Domb di Belgia tidak hanya mendekatkan masyarakat Eropa pada Indonesia, tapi juga merupakan pengakuan bahwa Indonesia memiliki keunikan yang menarik bagi dunia dan menjadi perhatian bangsa lain.
Lebih lanjut Dubes mengatakan, memasuki peringatan 60 tahun dibukanya hubungan diplomatic Indonesia-Belgia di tahun 2009,kerja sama KBRI Brussels dengan Eric Domb (Parc Paradisio) selama ini membuahkan hasil yang istimewa. Taman Indonesia benar-benar terwujud berkat kecintaan seorang Eric Domb terhadap Indonesia, ujar Dubes.
Trackback(0)
 |