Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Galungan dan Kuningan. Semoga Dharma selalu menyertai kita semua.

Keranjang Belanja

VirtueMart
Keranjang Belanja Anda Kosong.

Majalah Terbaru

Media Hindu Edisi 77
Media Hindu Edisi 77
Rp 15.000,00
Media Hindu Edisi 76
Media Hindu Edisi 76
Rp 15.000,00

Buku Terbaru

Petunjuk Untuk Yang Ragu
Petunjuk Untuk Yang Ragu
Rp 30.000,00
Upanisad Himalaya Jiwa
Upanisad Himalaya Jiwa
Rp 30.000,00

Wed

02

Sep

2009

Rakernas WHDI 2009 PDF Print E-mail
Written by webmaster   

Lebih Kreatif dan Inovatif

Kursi Penuh
Kapasitas 300 buah kursi yang tersedia di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangu Praja Mandala, tidak mencukupi untuk para peserta Rakernas WHDI termasuk para undangan, sehingga sebagian undangan, terpaksa harus berdiri untuk menghadiri acara Pembukaan, Sabtu 16 Mei 2009. Rakernas WHDI ini diselenggarakan mulai 15 – 18 Mei 2009, bertempat di dua lokasi, Puspem Kabupaten Badung dan Hotel Santhi, Denpasar, didukung juga oleh Kiranti. Rakernas WHDI ini merupakan yang pertama kali, tidak hanya berkutat dengan sidang-sidang dan rapat-rapat. Mereka juga menggelar kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan mata, bazaar dan penyerahan bibit rumput laut. Seluruh peserta dan peninjau termasuk panitia berjumlah 196 orang. 
 
 
Meningkatkan Kreativitas
Tema yang diusung dalam Rakernas ini, “Melalui Rapat Nasional Wanita Hindu Dharma Indonesia meningkatkan kreativitas dan kebersamaan membangun budaya organisasi moderen dalam rangka memenuhi tuntutan global.” Hadir dalam acara ini, Dirjen Bimas Hindu Prof. DR IBG Yudha Triguna, MS, Gubernur Bali, Drs Made Mangku Pastika, Ketua Sabha Walaka Parisada Pusat, sesepuh umat, Sang Nyoman Suwisma, Ketua Majelis Utama Desa Pakraman, Bupati Badung, Wakil Walikota Denpasar,  Ketua Kowani, serta pejabat daerah lainnya dan undangan dari FKUB Bali.

“Rakernas bertujuan menyempurnakan AD/ART dan atribut WHDI, melakukan evaluasi kinerja pengurus, membuat program kerja dan menentukan pelaksanaan sebagai pedoman bagi pengurus dan anggota. Rakernas tidak hanya diisi dengan rapat saja, juga kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan,” kata Kadek Nuryatiningsih E. Mantik, Ketua

Panitia Rakernas.
Ketua WHDI Pusat, Ny. Ir. Rataya B. Kentjanawathy Suwisma menyampaikan bahwa WHDI ingin memberi kontribusi lebih banyak lagi bagi pembangunan bangsa dan negara. “Melalui perpaduan keterampilan dan olah pikir yang harmonis guna menghasilkan sebuah agenda kegiatan yang dahsyat. Kami juga ingin WHDI lebih kreatif dan inovatif menyongsong hari esok yang lebih baik,” tegasnyaBarometer Hindu.

Bali dipilih sebagai tempat Rakernas, karena Bali merupakan barometer umat Hindu. “Kami mengharapkan banyak masukan dalam Rakernas ini,” kata-nya. Ia menambahkan WHDI merupakan organisasi yang netral dan tidak memiliki afiliasi politik ke parpol manapun. WHDI akan terus melakukan konsolidasi dan pembinaan kepada anggota. Hingga kini sudah ada 18 provinsi kepengurusan WHDI di seluruh Indonesia. Untuk kegiatan eksternal, WHDI telah bergabung dengan Kowani (Kongres Wanita Indonesia), sebuah organisasi kewanitaan Indonesia.

Perwakilan Ketua Kowani dalam sambutannya, mengharapkan agar WHDI, sebagai ibu bangsa dapat menyiapkan program-program operasio-nal yang nyata. Ia memuji keberadaan WHDI sebagai anggota Kowani ke 80, yang dalam usianya yang sangat muda telah banyak berkiprah untuk masyarakat bangsa ini.

“Rakernas dengan agenda penyampaian evaluasi dan persiapan program kerja baru menjadikan WHDI sebagai organisasi yang professional. Dari tema Rakernas, ada empat kata kunci yang bisa menjadi pedoman WHDI dalam melangkah. Pertama, kreativitas, lalu kebersamaan, organisasi modern dan tuntutan global,” ujar Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Yang membuat Mangku Pastika kagum adalah keha-diran 35 orang dari WHDI Lampung.

Kepada Bupati Badung, ia menyampaikan apresiasinya dengan mengatakan, “Kabupaten Badung memang terbaik dan terkaya. Ini terlihat dari bangunan yang megah sambutan untuk acara Pembukaan Rakernas yang luar biasa. Untuk penari Sekar Jepun saja sampai tiga kali ganti kostum.” Mengakhiri sambutannya, Gubernur membuka secara resmi Rakernas WHDI dengan pemukulan gong.

Trackback(0)
Comments (1)Add Comment
0
Masukan
written by Ni Putu Sri Wati, January 20, 2010
1. Aktivitas WHDI perlu ditingkatkan lagi melalui ajang pertemuan terstruktur sehingga WHDI tetap mendapatkan aspirasi yang terbaru dan bermanfaat bagi daerah / Kabupaten - Kota, khususnya Bali
2. Rakernas WHDI 2009 cukup baik dan mendapat sambutan yang luar biasa, maka itu apa yang sudah dirancang untuk 5 th ke depan mohon jangan dilupakan.

Write comment

busy
Last Updated on Saturday, 05 September 2009 23:46
 
Banner
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Buku Tamu Terbaru

paud
om swastyastu perkenalkan saya made iwan irawan, dari palembang t...
Tuesday, 13 July 2010
Guest
Om Swatyastuwaduhh- waduhh !!!ada apa dengan Bali ??kok bisa banyank y...
Sunday, 04 July 2010
I Nyoman Rama Putra Iswara
Om Swastyastu, sebagai wakil mahasiswa STAHN Gde Pudja Mataram, saya u...
Sunday, 04 July 2010

Komentar Artikel Terakhir