Seluruh jajaran staff, redaksi dan direksi Media Hindu, mengucapkan selamat merayakan hari raya suci Nyepi tahun baru Saka 1933
PROGRAM MEDIA HINDU

Sun

19

Jul

2009

Terima Kasih Kepada Eric Domb PDF Print E-mail
Written by webmaster   
oleh Ngakan Putu Putra
Eric Domb, seorang pengusaha Belgia membangun sebuah Pura dengan model Bali, di Brugelette, sekitar satu jam perjalanan dari Brussel, ibu kota Belgia dan Uni Eropa. Pura ini merupakan bagian utama dari Taman Indonesia, yang diberi nama Kerajaan Ganesha (le Royaume de Ganesh). Taman Indonesia ini, seluas 6 ha merupakan bagian dari Taman Burung yang disebut Parc Paradisio, seluas 55 ha.

Eric Domb menginvestasikan 8 juta Euro (sekitar Rp 120 milyar) untuk membangun Taman ini. Mengangkut batu untuk bahan Pura dari Magelang sebanyak 8.000 ton. Dikerjakan oleh tukang dari Bali sebanyak 22 orang selama dua tahun.

Pemerintah Belgia serta masyarakat setempat pada mulanya menentang pembangunan Pura ini, karena di wilayah itu dulunya terdapat kastil dan biara. Mereka khawatir pembangunan Pura ini akan memberi pengaruh negatif terhadap peninggalan bersejarah mereka. Namun Eric Domb mampu menepis kekhawatiran mereka. Hindu tidak merusak warisan budaya luhur yang sudah ada, tetapi hanya menambahkan apa yang kurang, atau melengkapi kembali apa yang hilang.

Taman Indonesia memang merupakan bagian dari tempat wisata, seperti Taman China yang dibangun sebelumnya. Taman Indonesia diharapkan sebagai atraksi baru untuk menarik pengunjung, yang sebenarnya sudah ramai sekali.

Namun Eric Domb tidak berhenti di situ. Ia memperlakukan Pura dengan serius. Ia mengadakan upacara pemlaspasan dengan mendatangkan Pedanda, pemangku, tukang banten, banten lengkap dari Bali. Sementara Menteri Budpar, Jero Wacik yang diundang untuk meresmikan Taman Indonesia ini juga mendatangkan seorang Pedanda dari Jakarta.

Dalam wawancara dengan Media Hindu, Eric Domb mengatakan, ini bukanlah Pura pajangan, Pura pura-pura (fake Temple), tetapi Pura yang hidup (living temple), Pura untuk peribadatan umat Hindu di Belgia dan negara sekitarnya. Aturan-aturan tentang Pura di Bali, misalnya, tentang cuntaka, akan diberlakukan di Pura ini. Para pengunjung harus mengormati Pura ini, katanya.

Dalam sambutannya, setelah upacara pemelaspasan, di depan sekitar 800 tamu, para pejabat Indonesia, Menteri Budpar, Dubes RI untuk Belgia, pejabat, pengusaha dan pemuka masyarakat Belgia, Eric Domb menyatakan ”Kemarin Pura ini hanyalah tumpukan batu. Sekarang setelah upacara menurut agama Hindu, Pura ini telah memiliki jiwa, telah menjadi Pura yang hidup.”

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa upacara ”pemelaspasan” dipimpin oleh dua orang Pandita dari Bali, dengan aliran yang berbeda, seorang Pandita Siva dan seorang Pandita Buda. Ini menunjukkan semangat toleransi dari agama Hindu. Dari toleransi muncul cinta dan perdamaian. Dan sebaliknya. Ini yang ditawarkan kepada masyarakat Belgia. Karena itu pura ini, atas saran Pedanda Gede Telabah, diberi nama Pura Agung Santi Bhuwana, yang bermakna Pura yang memancarkan perdamaian kepada dunia.

Dengan diresmikannya Pura ini maka di Eropa pada saat ini sudah ada dua Pura, yang sudah berfungsi, satu lagi di Berlin. Sekitar satu atau dua tahun lagi bertambah satu pura lagi, yang sedang dibangun di Hamburg, Jerman. Ini tentu saja di luar Mandir yang sudah banyak dibangun oleh masyarakat Hindu keturunan India di Eropa.

Tak terbayangkan umat Hindu yang berasal dari Indonesia akan mampu membangun Pura besar seperti Pura Santhi Bhuana, di Eropa. Biasanya, pemeluk agama-agama tertentu, terutama agama-agama missi, harus mengeluarkan miliaran rupiah untuk membangun tempat ibadahnya di negeri-negeri asing. Tetapi pembangunan ketiga Pura ini dibiayai oleh orang setempat. Mereka yang membawa Pura ini ke Eropa. Ini membuktikan Hindu datang ke berbagai tempat dengan cara damai, dengan konsep persaudaran semua mahluk.

Mengapa mereka bersedia membangun Pura sekalipun secara formal mereka bukan pemeluk Hindu? Ada banyak alasan, di luar alasan bisnis, misalnya karena kecintaan mereka kepada budaya dan agama yang dipeluk oleh orang Bali. Mungkin juga ada alasan dari segi Niskala, bahwa Sang Hyang Widhi, menghendaki pemeluk Hindu asal Indonesia, dan keturunan mereka yang lahir di Eropa, memang sudah waktunya memiliki Pura, di mana mereka menimba dan memelihara nilai-nilai penuntun hidup dari ajaran agama dan tradisi budayanya.

Oleh karena itu sudah sepantasnya umat Hindu baik yang di Eropa, maupun yang ada di Indonesia berterima kasih kepada Pak Eric Domb, dan juga donatur lainnya. Ada baiknya Parisada mengirim surat ucapan terima kasih kepada mereka, khususnya Pak Eric Domb.

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment
Write comment
 
 
smaller | bigger
 

busy
Last Updated on Wednesday, 31 March 2010 10:36
 
Banner
Banner

Artikel Terbaru

Paling Banyak Dibaca

Buku Tamu Terbaru

aZ
Om Swastyastu mungkin lebih bagus kalau di adakan debat dengan antara ...
Tuesday, 10 January 2012
comanx bayu
om swasti astu slm dharma, pada tanggal 29 desember yang akan datang, ...
Sunday, 18 December 2011
Dewa Gd Darmawana
Om Swastyastu Rahajeng,..salam kenal tyang penggemar media hindu,.arti...
Tuesday, 15 November 2011

Komentar Artikel Terakhir