<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.3" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Wujud Tuhan</title>
		<description>Comments for Wujud Tuhan at http://www.mediahindu.net , comment 1 to 1 out of 1 comments</description>
		<link>http://www.mediahindu.net</link>
		<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 01:06:05 +0100</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.7.3</generator>
		<item>
			<title>Tuhan tak terbatas</title>
			<link>http://www.mediahindu.net/berita-dan-artikel/artikel-umum/71-wujud-tuhan.html#comment-49</link>
			<description>Om Swastiastu
Sepanjang pengetahuan yang saya miliki. Memang apa yang Pak Putu Sastrawan sampaikan benar adanya. Tuhan ada di dalam diri semua mahluk dan melingkupi seluruh keberadaan, tak terbatas. Jadi tak terbatas hanya ada di luar mahluk hidup. Atman, sebagai percikan terkecil Beliau, berada dalam diri setiap mahluk. Munculnya istilah berhala yang akhirnya dimunculkan oleh umat lain menurut ajaran kitab sucinya, menurut saya merupakan wujud wahyu Tuhan/Ida Sanghyang Widhi Wasa untuk mengingatkan kita kembali bahwa kita memang dapat memuja Beliau dalam manifestasi yang tak berwujud maupun yang berwujud seperti arca. Namun, kita harus selalu ingat bahwa tujuan kita lahir ke dunia ini adalah kembali kepadaNya, sehingga Tuhanlah yang kita puja, bukan lagi mahluk tinggi ataupun mahluk yang lebih rendah yang bersemayam di tempat-tempat suci. Hal ini yang disebutkan di Bhagawad Gita, bahwa mereka yang memujaKu akan kembali padaKu, mereka yang memuja leluhur akan kembali ke alam leluhur. Yang harus kita lakukan adalah memuja Tuhan, sekaligus menghantarkan doa bagi semua leluhur dan sudah mendahului kita agar dapat kembali kepadaNya seutuhnya dalam setiap pemujaan. Untuk keseimbangan alam, memang kita harus menghargai mahluk-mahluk lain seperti bhuta kala, namun bukan berarti kita memujanya. Hal itu yang mungkin diingatkan dengan istilah berhala yang dimunculkan oleh umat lain..Untuk kembali kepada Beliau kita harus memasrahkan diri kita sepenuhnya kepada Cahaya dan KasihNya, menekuni setiap pekerjaan yang kita lakukan di dunia tanpa mengharapkan hasil dengan selalu mengingat bahwa kita hanya alat Beliau dalam menyebarkan Cahaya dan kasihNya.. Suksma. 
Om Shanti, Shanti, Shanti, Om - Supartha</description>
			<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 22:06:42 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
