Opini

Perjalanan Hindu, Studi, Politik, dan Imigrasi

mh-educare

Oleh Brian K. Pennington

Akibat dari Pertumbuhan Diaspora Hindu Penghapusan kuota imigrasi yang mengutamakan Eropa dalam 1965 secara radikal mengubah demografi religius A.S. di dalam hanya satu atau dua generasi, tetapi efek kebalikannya – peningkatan pengaruh dari diaspora religius India atas Agama Hindu global – akan menjadi salah satu perkembangan utama abad 21. Kehadiran aman-dewasa ini dari Agama Hindu di lanskap Amerika Utara kelihatan secara jelas dalam mandir-mandir yang mengesankan dalam kompleks di pusat-pusat kota besar seperti Atlanta, Toronto, dan New York, dan di banyak pusat ibadat dan pusat-pusat meditasi yang lebih kecil yang ditemukan di kota-kota, bagian pinggir kota, dan bahkan daerah pedesaan di seluruh benua ini. Reputasi orang-orang India sebagai imigran-imigran Amerika yang paling berhasil dengan baik dihargai, dan pengaruh mereka di dalam praktek Agama Hindu, tidak hanya di Amerika Utara tetapi juga di India, terus meningkat secara jelas. Generasi pertama dan kedua yang sangat profesional telah menciptakan institusi-institusi dan spiritualitas yang mencerminkan keberhasilan materialnya. .

Pada waktu yang sama, suatu ikatan
nostalgia kepada tanah air dan tarikan yang ditegaskan sebagai tempat ”asli” aktivitas religius telah meng- hidupkan suatu komitmen di antara orang-orang kaya dan sering melakukan perjalanan ke kuil dan guru-guru di India, dinyatakan dalam suatu arus modal, strategi, dan ide-ide yang dikembangkan di Amerika Utara mentransformasi Agama Hindu di tempat kelahirannya. Pada waktu yang sama, kesalehan Hindu tengah menemukan kembali dirinya sendiri di Amerika Utara untuk memenuhi kebutuhan dan keadaan dari suatu lingkungan sosial dan ekonomi yang berubah. Cara pemujaan yang baru, lebih bersifat perseorangan dan kurang ortodoks berpusat dalam ruang-ruang puja kelas menengah dihiasi dengan peralatan dari India mengungkapkan kepercayaan diri dan kerinduan spiritual diaspora yang sangat sukses.

Kartu liar: Politik Demokrasi India
Sedikit yang memprediksi kebangkitan yang cepat dari hak-hak Hindu (Hindu right) di India yang mulai pada akhir 1980an, dan sedikit meramalkan kekalahannya yang mengejutkan dalam pemilihan umum 2004. Politik nasional India bisa merupakan suatu bisnis kotor dan susah diatur, tetapi tempat yang aman dari demokrasi dalam kerangka masyarakat India tetap tidak tertandingi. Kedatangan pemberi suara dan partisipasi politik, bahkan di antara orang-orang miskin dan orang buta huruf, tetap tinggi dibandingkandengan demokrasi-demokrasi Barat. Religiusitas kuat dari orang-orang India dari tiap komunitas juga berarti bahwa agama dapat dimanipulasi oleh para pemimpin partai yang tidak berprinsip untuk menyemaikan kebencian dan kecurigaan antara kelompok religius berbeda. Kerusuhan Hindu-Muslim yang mengejutkan di Gujarat tahun 2002 adalah satu contoh dari kapasitas para politikus untuk menimbulkan konflik dan kemudian mengambil untung secara elektoral dari padanya.

Pada sisi lain, naik bintangnya putera mahkota dinasti
Gandhi-Nehru, Rahul Gandhi, telah menggalvanisir (menggembleng) suatu activisme politis antar orang muda India terikat kepada sekularisme dan harmoni religius. Ke mana angin politik akan berhembus mustahil ditentukan, tetapi satu hal adalah pasti bahwa partai-partai dan para pemimpin mereka akan, demi baik atau buruk, terus memanipulasi naluri religius masyarakat yang dukungan mereka cari.

Masa depan Studi Agama Hindu
Studi Agama Hindu di akademi Barat telah matang sejak periode awal dari pertumbuhannya tahun di 1960an, ketika veteran Perang Vietnam dan mereka yang bertujuan untuk menghindarinya masuk perguruan tinggi dalam jumlah besar ketika Mahkamah Agung U.S. membuka studi agama di perguruan tinggi dan universitas negeri. Dari satu fokus awal atas teks-teks klasik dan praktek-praktek kaum pendeta, ilmu pengetahuan dan pengajaran tentang Agama Hindu telah meluas termasuk perhatian yang lebih besar epada Agama Hindu yang dipraktekkan oleh para wanita, para anggota dari berba-gai wilayah dan komunitas bahasa di India.

Dewasa ini, suatu generasi mahasiswa pascasarjana yang baru dan Ph.D. terbaru dengan ikatan semakin dekat kepada India dan ketrampilan bahasa daerah lebih baik dibanding para guru mereka mempunyai perhatian pada fenomena yang muncul. Para sarjana beru-berusia muda ini, seperti Lukas Whitmore, Amy Allocco, Shital Sharma, dan Janet Gunn, akan memperkenalkan kita dengan pemahaman Hindu yang lebih kaya, lebih inklusif, lebih kontemporer, dan pemahaman bernuansa tinggi tentang dunia-dunia yang berbeda dan kompleks yang dihuni oleh orang-orang Hindu.

Brian Pennington adalah Gunu Besar tamu Agama di Maryville College, Tennessee. Ia adalah penulis dari “Was Hinduism Invented?: Britons, Indians, and the Colonial Construction of Religion.” (Oxford, 2007).

bukalapak

tokopedia
To Top