Liputan Internasional

Para Ilmuwan Meneliti Kehidupan Sesudah Mati

mh-educare

AMERIKA SERIKAT, Januari 2011: Wanda Colie dengan jelas mengingat apa yang dia lihat pada tahun 1984 ketika, pada usia 28, suatu perdarahan di paru-parunya hampir membunuhnya. Rasa sakit lenyap dan satu kerumuman orang banyak dari wajah-wajah yang dikenalnya datang menyambutnya di lembah yang sangat terang. Lebih dari dua dekade, Colie menyimpan rahasianya. Tetapi dia baru saja bergabung dengan ratusan orang lain yang mulai berbicara secara terbuka di depan umum menceritakan pengalaman dekat kematian atau Near Death Experience (NDE) mereka.

Pernah diabaikan sebagai semata-mata halusinasi, NDE sekarang dipandang lebih serius dibanding di masa lalu. Studi-studi diterbitkan di The Lancet, satu jurnal medis yang dihormati di Inggris, dan The Journal of the American Medical Association telah membingkai kembali NDE sebagai gejala atau fenomena yang layak bagi riset ilmiah. Tahun lalu, tiga dokter menerbitkan buku-buku mengenai penelitian NDE, termasuk apa yang diisyaratkannya mengenai kesadaran di seberang otak dan bahkan kemungkinan alam baka .

Yayasan penelitian NDE berbasis di Louisiana, yang basis datanya lebih dari 1,600 NDE adalah yang paling besar di dunia, menambahkan suatu catatan 280 kisah baru tahun lalu – naik 35 persen dari 2009. Perkumpulan Internasional berbasis Carolina Utara mengenai NDE (International Association of Near Death Studies atau IANDS) telah menngumpulkan lebih dari 900 kisah pada situs webnya dan sekarang menjejaki 46 kelompok pendukung untuk orang-orang yang mempunyai NDE.

Lebih banyak kisah NDE berarti lebih banyak data untuk diuji dan kesimpulan-kesimpulan lebih terpercaya, menurut para peneliti seperti Dr. Jeffrey Long, seorang onkologis di Louisiana yang studinya atas 613 NDE menjadi dasar dari bukunya tahun 2010, Evidence of the Afterlife: The Science of Near-Death Experiences (Bukti dari Alam Baka: Sain Dari Pengalaman- Pengalaman Dekat Kematian). Para Ilmuwan Meneliti Kehidupan Sesudah Mati Ketika lebih banyak kisah diungkapkan, para peneliti mengidentifikasi polapola yang mengatasi perbedaan-perbedaan latar belakang mengenai usia, budaya dan agama (atau non-agama).

Pengalaman-pengalaman yang sering dicatat meliputi bergerak melalui satu terowongan, melihat ke bawah pada badan sendiri, bersatu kembali dengan keluarga dan teman-teman terkasih yang telah meninggal terlebih dahulu, dan dipenuhi atau dilimpahi dengan suatu perasaan kasih dan keindahan.

“Orang-orang yang memiliki pengalamanpengalaman itu berkata kematian hanya akhir dari aspek fisik kita, tetapi itu bukan akhir siapa diri kita sebenarnya,” kata Dr. Pim van Lommel, seorang ahli jantung Belanda dan penulis dari buku Consciousness Beyond Life: The Science of Near- Death Experience. (Kesadaran Di Seberang Kehidupan: Sain dari Pengalaman Dekat Kematian). “Itulah yang telah diberitahukan di dalam tradisi-tradisi religius. Mereka semua mempunyai pesan yang sama: inti diri kita (jiwatman, red) adalah abadi.”

Penelitian ini menunjukkan tidak ada alam kubur, kebangkitan tubuh, siksa neraka dan sejenisnya. Semua ini adalah paket manajemen ancaman dan ketakutan dari mafia agama untuk meraih kekuasaan melalui dogma.

Sumber HPI, Reuter dll.

bukalapak

tokopedia
To Top