Liputan Nasional

Maha Santhi Puja di Besakih

mh-educare

Memohon Keselamatan dan Kedamaian Alam Semesta

Jumat, 11-11-2011 lalu ratusan pemedek (para bhakta) dari seluruh Bali dan Lombok memenuhi Jaba Pura Basukihan, Besakih, Karangasem, Bali untuk ikut serta dalam “Maha Shanti Puja” (doa keselamatan dan kedamaian alam semesta) yang diselenggarakan oleh Yayasan Bali Homa Yadnya, Veda Posana Asram.

Prosesi agnihotra yang menempatkan 11 kunda di delapan arah mata angin plus tiga kunda di tengah lokasi upacara ini dipuput oleh 121 pandit dari berbagai daerah Bali dan Lombok. Selain mantra pemujaan kepada beberapa Istadewata untuk memantapkan upacaya yang berlangsung sejak pukul 17.00 hingga 19.30 WITA ini, juga dilantunkan Rudra Prasna Mantra oleh sekelompok bhakta yang dipimpin oleh Gede Agus Satya dan Nyoman Wartawan. .
Dalam upacara sakral yang berlangsung dengan khusyuk dan penuh khidmat ini, juga tampak sejumlah tokoh seperti Ketua PHDI Pusat Drs. Ketut Wiana, M.Ag, Ketua PHDI Provinsi Bali, Acharya Yogananda, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, sejumlah pejabat dari kementerian agama, pemkab Klungkung dan Karangasem, serta ketua-ketua dari berbagai sampradaya yang ada di Bali.

Ketua panitia, I Made Suasti Puja, SE, M.Fil.H. menyampaikan bahwa Maha Shanti Puja ini dilaksanakan sebagai upaya niskala, memohon anugrah Tuhan, agar seluruh alam semesta khususnya Bali menjadi damai, aman, dan sejahtera. “Bagaimanapun kita tidak bisa hanya bergantung pada upaya fisik (sekala) saja. Upacara agnihotra sangat dianjurkan dalam kitab suci, salah satunya lontar widhi sastra, Roga Sangara Bumi yang kita kenal di Bali,” ungkap Suasti Puja.

Sejak awal tahun 2011 Yayasan Bali Homa Yadnya telah menyelenggarakan kegiatan serupa di berbagai kabupaten dan kotamadya di Bali. Sebagai puncak rangkaian kegiatan tersebut, dengan memperhatikan sejarah bahwa Pura Basukihan merupakan pusat spiritual umat Hindu di Bali dan menjadi tempat untuk pertamakalinya Rsi Markandya melaksanakan agnihotra dan menanam Panca Datu demi keselamatan dan kesejahteraan alam semesta, maka dipilihlah Jaba Pura Basukihan sebagai tempat Maha Shanti Puja.

Pentingnya sradha (kepercayaan), moral, dan daya tahan mental untuk menjaga keharmonisan alam semesta juga ditekankan dalam dharma wacana yang disampaikan oleh Ketut Wiana. “Agnihotra tidak hanya memberi vibrasi positif kepada alam semesta, namun juga menganugrahkan peningkatan sradha dan derajat spiritualias umat manusia yang akan berujung pada kedamaian dan kesucian lahir bathin.”

Untuk menyempurnakan upacara, di akhir kegiatan ketua panitia Suasti Puja menyerahkan dana punia kepada pemangku setempat, Jro Mangku Pinda.

Siang hari sebelum pelaksanaan Agnihotra, Sai Sevanam melakukan pelayanan pengobatan gratis terhadap umat yang bertempat tinggal di banjar sekitar Besakih. Dalam pengobatan tersebut ada 1 orang dokter (dr Sudharme dari Lomok Tengah), dibantu 1 orang mahasiswi perawat dan 2 orang asisten apoteker. Pelayanan pengobatan tersebut sifatnya spontan, namun demikian cukup banyak masyrakat yang hadir dan dilayani yaitu sekanyak 53 orang. (Sri Suyasni Pura dari Lombok menyumbang untuk berita ini).

bukalapak

tokopedia
To Top