Liputan Internasional

Guru Hina Thaipusam di Facebook Didenda RM 4000

mh-educare

Hukuman terhadap tertuduh mencerminkan mahkamah memandang serius perkara mengaitkan isu keagamaan dan seharusnya menjadi amaran (peringatan) kepada pengguna laman sosial yang lain supaya menghindari perbuatan sedemikian.

Kuala Lumpur – Perbuatan seorang guru menerbitkan pernyataan berbaur hasutan dalam laman sosial Facebook terhadap penganut beragama Hindu berhubung sambutan Thaipusam tahun lalu, membawa padah (konsekuensi).

Guru itu, Hidayat Mohamed, 36, didenda RM4,000 oleh Hakim Tasnim Abu Bakar di Mahkamah Sesyen Selayang selepas pihak pembelaan gagal menimbulkan keraguan munasabah (masuk akal) di akhir pembelaan kes (kasus).

Beliau juga memerintah tertuduh dipenjara enam bulan, jika gagal membayar denda.

Terdahulu, Timbalan Pendakwa Raya (wakil jaksa), Hamdan Hamzah memohon agar mahkamah menjatuhkan hukuman setimpal terhadap tertuduh memandangkan kes tersebut menyentuh sensitiviti perkauman dan sekiranya dibiarkan boleh menggugat keamanan dalam kalangan masyarakat berbagai kaum.

“Isu agama adalah satu perkara yang amat sensitif, oleh itu tertuduh seharusnya berhati-hati ketika mengeluarkan sebarang kenyataan di dalam laman sosial,” katanya.

Beliau berkata, hukuman terhadap tertuduh mencerminkan mahkamah memandang serius perkara mengaitkan isu keagamaan dan seharusnya menjadi amaran kepada pengguna laman sosial yang lain supaya menghindari perbuatan sedemikian.

Tertuduh yang tidak diwakili peguam (penasihat hukum) memohon agar hukuman terhadapnya diringankan memandangkan dia tidak berniat untuk menghina mana-mana agama.

Sebanyak 19 saksi pendakwaan dan satu saksi pembelaan dipanggil sepanjang prosiding (persidangan). Tertuduh didakwa mengeluarkan satu penerbitan berbaur hasutan di Facebook miliknya di Batu Caves pada pukul 11.13 pagi, 17 Januari lalu.

Pertuduhan terhadap Hidayat itu dikemukakan mengikut Seksyen 4(1) (c) Akta Hasutan 1948 yang memperuntukkan hukuman penjara sehingga tiga tahun atau denda atau keduaduanya.

Beberapa wakil pertubuhan bukan kerajaan (LSM) India antaranya Pertubuhan Transformasi Pendidikan India Malaysia (MIETA) dan Malaysia Hindu Sangam dilihat hadir di galeri awam (ruang pengunjung) mahkamah bagi mengikuti prosiding hari ini.

Bhowali Range, India – Seorang pemuda Amerika tiba di Ashram Kainchi Dham di perbukitan utara India mengenakan kaos T-shirt dan celana jin robek, membawa tas kecil. Tak seorangpun di pertapaan ini tahu siapa pemuda ini.

Hanya baru-baru ini Mark Zukerberg mengungkapkan bahwa ia telah berkunjung ke ashram ini pada masa awal pengembangan “facebook” atas saran dari salah seorang penasehatnya, pendiri Apple Steve Jobs. Zuckerberg berkata bahwa Jobs telah datang ke Ashram ini sebagai seorang mahasiswa di tahun 1970-an dan berpikir bahwa ini adalah tempat yang baik baginya untuk memikirkan perkembangan perusahaannya kedepan.

Selama bertahun-tahun, pertapaan di pinggir sungai ini, di negara bagian Uttarakhand secara diam-diam telah menarik para pemilik raksasa perusahaan teknologi dari Google, Apple dan eBay. Saat ini, terima kasih kepada Zuckerberg, yang datang kembali ke India pada minggu ini, dan momen kedatangannya sedang menjadi fokus berita.

bukalapak

tokopedia
To Top