Liputan Nasional

Umat Hindu Wajib Kunjungi Dieng

mh-educare

Banjarnegara – Kamis 18 Februari 2016, Panitia Nyepi 2016 melaksanakan bhakti sosial di Dieng, Kabupaten Banjar Negara, Jawa Tengah. Pemilihan lokasi merupakan permintaan gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Bhakti sosial ini berupa reboisasi atau penanaman pohon yang dilakukan secara simbolis oleh gubernur dan jajarannya. Selanjutnya, penanaman pohon dilaksanakan oleh LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) di kawasan Gunung Panggonan yang sempat gundul.

Dalam kegiatan itu hadir Gubernur Jawa Tengah, Bupati Banjar Negara, Sutedjo Slamet Utomo, Perhutani, Dinas Kebudayaan Provinsi, Random, Camat Batur (Trisula), Kepala Desa Dieng Kulon (Slamet Budiyono), Ketua PHDI Pusat (Mayjend Sang Nyoman Suwisma), Ketua Nyepi Nasional (Ir. Hendrata Wisnu), Ketua PHDI Jawa Tengah (I Nyoman Suraharta) beserta jajarannya, Pembimas Hindu Jawa Tengah (I Dewa Made Arthayasa), Ketua Yayasan Taman Syailendra Dieng (Digda Subagyo), LMDH Dieng, dan umat Hindu sekitar Dieng beserta masyarakat Dieng Kulon.

Ia menyampaikan bahwa Dieng merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah, memiliki banyak potensi wisata yang wajib dikunjungi, terutama oleh umat Hindu yang hendak melakukan ritual. Karena di Dieng terdapat kompleks percandian yang tertua pada masa Mataram Kuna, Kawah Sikidang dan Sileri yang tenaga panas buminya dimanfaatkan sebagai geothermal, wisata sun rise, kuliner yaitu purwaceng dan kenyang Dieng, serta upacara pemotongan rambut gimbal bagi anak-anak asli Dieng.

Dalam sambutannya, Ketua PHDI Pusat menyampaikan bahwa bakti sosial yang dilakukan di Dieng merupakan salah satu rangkaian kegiatan Nyepi yang acara puncaknya yaitu tanggal 8 Maret 2016 di Pelataran Candi Prambanan. Sementara, Ketua Nyepi Pusat, yaitu Ir. Hendrata Wisnu dalam sambutannya mengatakan bahwa penanaman 3000 pohon di kawasan Sikidang, meliputi pohon ecaliptus, puspa (pucuk merah), dll. Selanjutnya, pembagian 500 paket sembako ditujukan untuk umat Hindu Dieng dan warga sekitar. Peresmian base camp untuk pendakian Gunung Panggonan yang merupakan salah satu destinasi wisata yang baru saja dipromosikan, disambut baik oleh masyarakat sekitar. Mengingat, gunung ini tidak hanya dimanfaatkan untuk wisata sun rise, juga di dalamnya terdapat indikasi candi dan mata air.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan bahwa acara baksos dan pemilihan lokasi sangat tepat, mengingat Dieng merupakan salah satu aset Jawa Tengah yang sedang gencar-gencarnya dipromosikan. Terlebih, Dieng memiliki banyak potensi wisata yang wajib dikunjungi oleh umat Hindu dan wisatawan. Untuk umat Hindu khususnya, terdapat kompleks percandian Hindu awal di Jawa Tengah dan D.I.Y. sehingga sangat relevan jika dijadikan sebuah kawasan religi. Selain itu, reboisasi juga dinilai sangat tepat, karena sejalan dengan salah satu konsep Tri Hita Karana, yaitu hubungan harmonis manusia dengan alam sekitar. Sambutan gubernur diakhiri dengan penandatangan prasati atau peresmian base camp Gunung Panggonan.

bukalapak

tokopedia
To Top