Opini

Revolusi Mental Yang Berlandaskan Tri Kaya Parisudha Dimulai di Bali

mh-educare

Om swastyastu,

Gerakan Nasional Revolusi Mental yang telah digaungkan di awal pemerintahan presiden Jokowi dan khusus untuk Bali telah dicanangkan oleh Pemda Bali bahwa mulai tahun 2016 menjadi provinsi pertama yang melakukannya.

Sesunguhnya gerakan revolusi mental tidak sulit untuk dilaksanakan di Bali mengingat kearifan lokal yang amat mulia yang bersumber dari ajaran suci agama Hindu yang telah diwariskan leluhur orang Bali terutama konsep “Trikaya Parisudha” (fikiran, perkataan serta tindakan yang sesuai/disucikan) dan “Tri Hita Karana” (hubungan Tuhan, Manusia serta Alam yang murni harmonis) sudah pada diketahui secara luas oleh masyarakat.

Kuncinya ada pada faktor kesadaran akan pemahaman serta dibutuhkan ketulusan hati atau kejujuran dan disiplin diri sendiri masingmasing terutama bagi para pemimpin, pejabat serta wakil rakyat dalam mengaktualisasikan /merealisasikan ajaran-ajaran suci agama Hindu yang telah menjadi kearifan lokal tersebut ke dalam setiap rencana, program, proyek pengembangan/pembangunan yang berdampak pada kepentingan Bali ke depan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat.

Contohnya ada dua permasalahan prinsip yang sangat meresahkan masyarakat karena menyangkut kawasan suci umat Hindu dan masih belum mendapat respon dari pemerintah yaitu: Rencana pemberian status Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) bagi Pure Besakih dan Rencana Reklamasi Kawasan Teluk Benoa).

Marilah kita menyambut Tahun Baru 2016 diawali dengan kesadaran, kejujuran dan disiplin masing-masing dalam melaksanakan revolusi mental dgn menerapkan konsep yang berlandaskan “Tri Kaya Parisuda ” dan “Tri Hita Karana” di dalam menjaga lingkungan Bali yang kita cintai agar terhindar dari kerusakan yang lebih parah.

Om Santi, Santi, Santi Om.

Oleh : I B Rai Djendra di Gianyar.

bukalapak

tokopedia
To Top