Liputan Nasional

Sucikan Diri, Tingkatkan Keharmonisan

mh-educare

Melasti di Pantai Jolosutro,
Blitar – Menyambut hari raya Nyepi, puluhan ribu umat Hindu, baik dari Blitar maupun dari berbagai daerah lainnya tumpah ruah di pantai Jolosutro. Berpakaian ala Hindu Jawa, mereka rela sembahyang berpanas-panasan di bawah terik matahari mengikuti Upacara Melasti. Upacara yang rutin digelar tiap tahun oleh PHDI Kabupaten/Kota Blitar ini sukses menyedot perhatian publik.

Wakil Bupati Kabupaten Blitar, Marhaenis Urip Widodo, mengatakan pemerintah daerah Blitar sangat mendukung upacara Melasti yang diselenggarakan oleh umat Hindu Blitar. “Kerukunan umat beragama di daerah Blitar sangat luar biasa sehingga semua kegiatan lintas agama bisa terlaksana dengan baik, salah satunya Upacara Melasti. Selain itu, Upacara Melasti juga telah membangkitkan wisata budaya yang ada di daerah Blitar,” kata Urip Widodo, Kamis (03/02) di Pantai Jolosutro.

Widodo menambahkan, walaupun akses jalan menuju Pantai Jolosutro sudah beraspal, namun masih kurang lebar. Pihaknya berjanji akan memperlebar jalan sekaligus menghotmix sehingga selain mendukung upacara Melasti, Pantai Jolosutro juga akan semakin mudah diakses oleh wisatawan. Pada kesempatan itu, Widodo juga turut serta berbasah-basahan Larung Sesaji bersama umat Hindu.

Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Ida Made Windya mengungkapkan pemerintah daerah Blitar agar memberikan pengayoman kepada umat Hindu yang ada di daerah Blitar. “Pemerintah Daerah Blitar selaku guru wisesa wajib memberikan pengayoman kepada umat Hindu yang ada di Blitar. Salah satunya dengan mengangkat guru Hindu sebagai Pembina umat Hindu di Blitar,” ungkap Made Windya.

Dalam menyambut hari Raya Nyepi, ada empat hal yang harus dilaksanakan, antara lain upacara Melasti untuk menyucikan Bhuana Agung dan Bhuana Alit, di mana laut merupakan simbol peleburan segala kotoran dan penyakit. Lalu upacara Tawur Agung Kesanga sebagai simbol harmonisasi Bhuana Agung dan Bhuana Alit, sekaligus sebagai upaya untuk mensinergikan alam semesta dengan diri sendiri.

Selanjutnya, pada hari raya Nyepi, umat melakukan Catur Brata penyepian, introspeksi diri, Mulat Sarira. Terakhir Dharma Santih, di mana umat Hindu wajib saling memaafkan sehingga Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma bisa tercapai.

Ketua PHDI Kabupaten/Kota Blitar, Lestari, sangat mengapresiasi dukungan dan semangat seluruh elemen masyarakat dalam melaksanakan Upacara Melasti. “Upacara Melasti kali ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota Blitar, umat Hindu serta seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya Upacara Melasti tahun 2016,” kata Lestari. Melalui Upacara Melasti, Lestari berharap terciptanya Tri Hita Karana, antara lain parahyangan, keharmonisan antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pawongan, keharmonisan antara manusia dengan manusia, dan palemahan, manusia dengan lingkungan. Ketua Panitia Nyepi Kabupaten/Kota Blitar, Agus Priyatno, menambahkan Upacara Melasti tahun ini dipuput oleh Singgih Pandita Suta Nirmala. Selain itu, PHDI Kabupaten/Kota Blitar bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar, pada saat Tawur Agung Kesanga menggelar lomba ogoh-ogoh yang diikuti oleh 48 ogoh-ogoh, meningkat dari tahun lalu yang hanya 38 ogoh-ogoh. Uniknya, sebelum ogoh-ogoh diarak, ada dua tari sakral yang dipentaskan, Tari Parinata dan Tari Graudya.

bukalapak

tokopedia
To Top